<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ngeri! Gara-Gara Kekeringan, Kawanan Babi Hutan Turun Gunung   </title><description>Diduga persediaan makanan habis akibat kekeringan, puluhan kawanan babi hutan masuk ke perkebunan dan merusak tanaman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/20/512/1779428/ngeri-gara-gara-kekeringan-kawanan-babi-hutan-turun-gunung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/20/512/1779428/ngeri-gara-gara-kekeringan-kawanan-babi-hutan-turun-gunung"/><item><title>Ngeri! Gara-Gara Kekeringan, Kawanan Babi Hutan Turun Gunung   </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/20/512/1779428/ngeri-gara-gara-kekeringan-kawanan-babi-hutan-turun-gunung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/20/512/1779428/ngeri-gara-gara-kekeringan-kawanan-babi-hutan-turun-gunung</guid><pubDate>Rabu 20 September 2017 09:40 WIB</pubDate><dc:creator>Elis Novit</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/20/512/1779428/ngeri-gara-gara-kekeringan-kawanan-babi-hutan-turun-gunung-sbu7kXkD0E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Babi Hutan (foto: Global Look Press/Russia Today)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/20/512/1779428/ngeri-gara-gara-kekeringan-kawanan-babi-hutan-turun-gunung-sbu7kXkD0E.jpg</image><title>Babi Hutan (foto: Global Look Press/Russia Today)</title></images><description>

BANJARNEGARA - Diduga persediaan makanan habis akibat kekeringan, puluhan kawanan babi hutan masuk ke perkebunan dan merusak tanaman salak siap panen warga di Banjarnegara, Jawa tengah.

Kondisi tanaman salak di salah satu perkebunan salak milik warga desa Jlegong Karangkobar menunjukan salak usia siap panen rontok dan rusak akibat serangan babi hutan atau celeng.

Kawanan celeng yang berjumlah puluhan ini diduga turun gunung untuk mencari makan, akibat persediaan makanan di hutan habis karena kekeringan, serangan ini biasanya terjadi pada sore dan malam hari.

Berdasarkan laporan warga, saat ini babi hutan sudah menyerang lahan hingga luasan 2 hektar yang terdiri dari lahan perkebunan salak jagung dan singkong milik warga.

&quot;Babi hutan menyerang dengan cara bergerombol, biasanya mereka menyerang pada sore dan malam, bahkan ada yang menyerang manusia, kami kini selalu berjaga-jaga dan ronda serta membuat jebakan celeng,&quot; ujar Sartin warga Jlegong kepada Okezone, Rabu (20/9/2017).

Mengantisipasi serangan terus meluas, warga bersama TNI berjaga-jaga di lokasi dan membuat perangkap babi hutan. Babi hutan bagi warga Desa Jlegong Karang Kobar menjadi hama, karena perkembangannya yang cukup pesat dan sering merusak tanaman warga.

Selain merusak tanaman, babi hutan juga bisa melukai warga atau petani yang bertemu dengan kawanan saat mengamuk. warga menghalau babi dengan berteriak dan memukul-mukul kentongan di tengah area kebun.</description><content:encoded>

BANJARNEGARA - Diduga persediaan makanan habis akibat kekeringan, puluhan kawanan babi hutan masuk ke perkebunan dan merusak tanaman salak siap panen warga di Banjarnegara, Jawa tengah.

Kondisi tanaman salak di salah satu perkebunan salak milik warga desa Jlegong Karangkobar menunjukan salak usia siap panen rontok dan rusak akibat serangan babi hutan atau celeng.

Kawanan celeng yang berjumlah puluhan ini diduga turun gunung untuk mencari makan, akibat persediaan makanan di hutan habis karena kekeringan, serangan ini biasanya terjadi pada sore dan malam hari.

Berdasarkan laporan warga, saat ini babi hutan sudah menyerang lahan hingga luasan 2 hektar yang terdiri dari lahan perkebunan salak jagung dan singkong milik warga.

&quot;Babi hutan menyerang dengan cara bergerombol, biasanya mereka menyerang pada sore dan malam, bahkan ada yang menyerang manusia, kami kini selalu berjaga-jaga dan ronda serta membuat jebakan celeng,&quot; ujar Sartin warga Jlegong kepada Okezone, Rabu (20/9/2017).

Mengantisipasi serangan terus meluas, warga bersama TNI berjaga-jaga di lokasi dan membuat perangkap babi hutan. Babi hutan bagi warga Desa Jlegong Karang Kobar menjadi hama, karena perkembangannya yang cukup pesat dan sering merusak tanaman warga.

Selain merusak tanaman, babi hutan juga bisa melukai warga atau petani yang bertemu dengan kawanan saat mengamuk. warga menghalau babi dengan berteriak dan memukul-mukul kentongan di tengah area kebun.</content:encoded></item></channel></rss>
