<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Astaga! Demonstran Myanmar Lempari Perahu Bantuan untuk Rohingya dengan Bom Molotov</title><description>Pengunjuk rasa yang beberapa di antaranya membawa tongkat dan jeruji  logam, melemparkan bom molotov ke arah kapal dan pekerja Palang Merah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/21/18/1780302/astaga-demonstran-myanmar-lempari-perahu-bantuan-untuk-rohingya-dengan-bom-molotov</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/21/18/1780302/astaga-demonstran-myanmar-lempari-perahu-bantuan-untuk-rohingya-dengan-bom-molotov"/><item><title>Astaga! Demonstran Myanmar Lempari Perahu Bantuan untuk Rohingya dengan Bom Molotov</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/21/18/1780302/astaga-demonstran-myanmar-lempari-perahu-bantuan-untuk-rohingya-dengan-bom-molotov</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/21/18/1780302/astaga-demonstran-myanmar-lempari-perahu-bantuan-untuk-rohingya-dengan-bom-molotov</guid><pubDate>Kamis 21 September 2017 14:16 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/21/18/1780302/astaga-demonstran-myanmar-lempari-perahu-bantuan-untuk-rohingya-dengan-bom-molotov-xMaUvLSjYJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/21/18/1780302/astaga-demonstran-myanmar-lempari-perahu-bantuan-untuk-rohingya-dengan-bom-molotov-xMaUvLSjYJ.jpg</image><title>Foto: Reuters</title></images><description>SITTWE &amp;ndash; Demonstran dari warga Budha Myanmar melemparkan bom molotov, mencoba menghentikan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Provinsi Rakhine yang menjadi tempat terjadinya pembersihan etnis terhadap etnis minoritas Muslim Rohingya. Orang-orang terlibat dalam demonstrasi tersebut mencoba menghentikan para pekerja Palang Merah Internasional yang sedang mengisi sebuah perahu dengan bantuan kemanusiaan.
BACA JUGA: Buru Militan ARSA, Pemerintah Myanmar Berharap Warga Rakhine Kooperatif
Insiden yang terjadi pada Rabu, 20 September itu menunjukkan meningkatnya permusuhan komunal yang terjadi di Myanmar. Berdasarkan informasi dari kantor informasi pemerintahan di Ibu Kota Rakhine, Sittwe, beberapa ratus orang berusaha menghentikan sebuah perahu dimuat dengan bantuan kemanusiaan seberat 50 ton bagi etnis Rohingya.
&quot;Mereka mengira bantuan itu hanya untuk orang Benggali,&quot; kata Sekretaris Pemerintah Negara Bagian, Tin Maung Swe sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (21/9/2017). Dia menggunakan istilah Bengali yang bermakna merendahkan bagi etnis Rohingya.
Pengunjuk rasa yang beberapa di antaranya membawa tongkat dan jeruji logam, melemparkan bom molotov ke arah kapal dan pekerja Palang Merah. Seorang saksi mengatakan, sekira 200 polisi dipaksa untuk membubarkan mereka dengan tembakan ke udara.
BACA JUGA: Mantap! PBB Mulai Kumpulkan Kesaksian Pelanggaran HAM di Myanmar
Berdasarkan keterangan saksi mata itu, beberapa orang mengalami luka-luka sementara delapan orang pelaku telah ditahan. Juru Bicara Pelang Merah Internasional, Maria Cecilian Gonin mengatakan, tidak ada pekerja palang merah yang terluka dalam insiden tersebut &amp;nbsp;&amp;nbsp;
Tentara Myanmar telah melakukan tindakan pembersihan terhadap etnis Rohingya di Rakhine sejak penyerangan sebuah pos tentara oleh militan Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA) pada akhir Agustus lalu. Tindakan tentara Myanmar di Rakhine memaksa Ratusan Ribuwarga Rohingya yang berada di Rakhine untuk melarikan diri ke Bangladesh &amp;nbsp;</description><content:encoded>SITTWE &amp;ndash; Demonstran dari warga Budha Myanmar melemparkan bom molotov, mencoba menghentikan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Provinsi Rakhine yang menjadi tempat terjadinya pembersihan etnis terhadap etnis minoritas Muslim Rohingya. Orang-orang terlibat dalam demonstrasi tersebut mencoba menghentikan para pekerja Palang Merah Internasional yang sedang mengisi sebuah perahu dengan bantuan kemanusiaan.
BACA JUGA: Buru Militan ARSA, Pemerintah Myanmar Berharap Warga Rakhine Kooperatif
Insiden yang terjadi pada Rabu, 20 September itu menunjukkan meningkatnya permusuhan komunal yang terjadi di Myanmar. Berdasarkan informasi dari kantor informasi pemerintahan di Ibu Kota Rakhine, Sittwe, beberapa ratus orang berusaha menghentikan sebuah perahu dimuat dengan bantuan kemanusiaan seberat 50 ton bagi etnis Rohingya.
&quot;Mereka mengira bantuan itu hanya untuk orang Benggali,&quot; kata Sekretaris Pemerintah Negara Bagian, Tin Maung Swe sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (21/9/2017). Dia menggunakan istilah Bengali yang bermakna merendahkan bagi etnis Rohingya.
Pengunjuk rasa yang beberapa di antaranya membawa tongkat dan jeruji logam, melemparkan bom molotov ke arah kapal dan pekerja Palang Merah. Seorang saksi mengatakan, sekira 200 polisi dipaksa untuk membubarkan mereka dengan tembakan ke udara.
BACA JUGA: Mantap! PBB Mulai Kumpulkan Kesaksian Pelanggaran HAM di Myanmar
Berdasarkan keterangan saksi mata itu, beberapa orang mengalami luka-luka sementara delapan orang pelaku telah ditahan. Juru Bicara Pelang Merah Internasional, Maria Cecilian Gonin mengatakan, tidak ada pekerja palang merah yang terluka dalam insiden tersebut &amp;nbsp;&amp;nbsp;
Tentara Myanmar telah melakukan tindakan pembersihan terhadap etnis Rohingya di Rakhine sejak penyerangan sebuah pos tentara oleh militan Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA) pada akhir Agustus lalu. Tindakan tentara Myanmar di Rakhine memaksa Ratusan Ribuwarga Rohingya yang berada di Rakhine untuk melarikan diri ke Bangladesh &amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
