<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hati-Hati! Ada Situs Menyerupai Koran SINDO dan Sindonews.com   </title><description>Ada oknum yang  tidak bertanggung jawab membuat situs berita dengan nama media yang  sama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/21/337/1780457/hati-hati-ada-situs-menyerupai-koran-sindo-dan-sindonews-com</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/21/337/1780457/hati-hati-ada-situs-menyerupai-koran-sindo-dan-sindonews-com"/><item><title>Hati-Hati! Ada Situs Menyerupai Koran SINDO dan Sindonews.com   </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/21/337/1780457/hati-hati-ada-situs-menyerupai-koran-sindo-dan-sindonews-com</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/21/337/1780457/hati-hati-ada-situs-menyerupai-koran-sindo-dan-sindonews-com</guid><pubDate>Kamis 21 September 2017 19:43 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/21/337/1780457/hati-hati-ada-situs-menyerupai-koran-sindo-dan-sindonews-com-ahXDTeMT4z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/21/337/1780457/hati-hati-ada-situs-menyerupai-koran-sindo-dan-sindonews-com-ahXDTeMT4z.jpg</image><title>Foto: Istimewa</title></images><description>JAKARTA - Di tengah gencarnya teknologi digital dan informasi, ada oknum yang tidak bertanggung jawab membuat situs berita dengan nama media yang sama. Hal itu terjadi kepada Koran SINDO dan SINDOnews, diketahui media cetak dan media online itu sudah besar di Indonesia.
Dalam penuturan Okezone, ada sebuah situs berita menyerupai tampilan milik Seputar Indonesia, situs tersebut menyajikan berita politik, agama, ormas, tergnology, dan Internasional dan yang lebih parahnya ada logo Rajawali di dalam lingkaran menyerupai logo Koran SINDO dan tayangan berita di RCTI.
Perlu diketahui, sebelum berubah nama menjadi Koran SINDO, media ini dulunya bernama Harian Seputar Indonesia.
Menanggapi hal itu, Redaktur Pelaksana SINDOnews Puguh Hariyanto sangat menyayangkan adanya media online dengan memakai nama seolah-olah media tersebut satu grup dengan SINDOnews dan Koran SINDO.
&quot;Tindakan ini jelas merugikan kami,&quot; tegas Puguh.
Puguh pun yakin masyarakat dan pembaca setia SINDOnews dan Koran SINDO tidak tertipu dengan media online tersebut karena isinya tidak bisa dipertanggungjawabkan.
&quot;Kami yakin masyarakat sudah cerdas dan bisa menilai mana media yang asli dan palsu,&quot; sambungnya.
Saat ini, kata Puguh, situs resmi yang dimiliki oleh Koran SINDO adalah www.koran-sindo.com dan www.sindonews.com.
&quot;Keberadaan situs www.seputar-indonesia.top ini jelas merugikan SINDOnews dan Koran SINDO karena bisa membuat masyarakat terkecoh,&quot; pungkasnya. (wal)</description><content:encoded>JAKARTA - Di tengah gencarnya teknologi digital dan informasi, ada oknum yang tidak bertanggung jawab membuat situs berita dengan nama media yang sama. Hal itu terjadi kepada Koran SINDO dan SINDOnews, diketahui media cetak dan media online itu sudah besar di Indonesia.
Dalam penuturan Okezone, ada sebuah situs berita menyerupai tampilan milik Seputar Indonesia, situs tersebut menyajikan berita politik, agama, ormas, tergnology, dan Internasional dan yang lebih parahnya ada logo Rajawali di dalam lingkaran menyerupai logo Koran SINDO dan tayangan berita di RCTI.
Perlu diketahui, sebelum berubah nama menjadi Koran SINDO, media ini dulunya bernama Harian Seputar Indonesia.
Menanggapi hal itu, Redaktur Pelaksana SINDOnews Puguh Hariyanto sangat menyayangkan adanya media online dengan memakai nama seolah-olah media tersebut satu grup dengan SINDOnews dan Koran SINDO.
&quot;Tindakan ini jelas merugikan kami,&quot; tegas Puguh.
Puguh pun yakin masyarakat dan pembaca setia SINDOnews dan Koran SINDO tidak tertipu dengan media online tersebut karena isinya tidak bisa dipertanggungjawabkan.
&quot;Kami yakin masyarakat sudah cerdas dan bisa menilai mana media yang asli dan palsu,&quot; sambungnya.
Saat ini, kata Puguh, situs resmi yang dimiliki oleh Koran SINDO adalah www.koran-sindo.com dan www.sindonews.com.
&quot;Keberadaan situs www.seputar-indonesia.top ini jelas merugikan SINDOnews dan Koran SINDO karena bisa membuat masyarakat terkecoh,&quot; pungkasnya. (wal)</content:encoded></item></channel></rss>
