<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Punya Biaya untuk Bayar Ambulans, Seorang Ibu di Lampung Naik Angkot Sambil Bawa Jenazah Bayi</title><description>&amp;ldquo;BPJS tidak menanggung biaya ambulans, kami keluarga tidak mampu jadi tidak bisa menyewa ambulans,&amp;rdquo;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/21/340/1780496/tak-punya-biaya-untuk-bayar-ambulans-seorang-ibu-di-lampung-naik-angkot-sambil-bawa-jenazah-bayi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/21/340/1780496/tak-punya-biaya-untuk-bayar-ambulans-seorang-ibu-di-lampung-naik-angkot-sambil-bawa-jenazah-bayi"/><item><title>Tak Punya Biaya untuk Bayar Ambulans, Seorang Ibu di Lampung Naik Angkot Sambil Bawa Jenazah Bayi</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/21/340/1780496/tak-punya-biaya-untuk-bayar-ambulans-seorang-ibu-di-lampung-naik-angkot-sambil-bawa-jenazah-bayi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/21/340/1780496/tak-punya-biaya-untuk-bayar-ambulans-seorang-ibu-di-lampung-naik-angkot-sambil-bawa-jenazah-bayi</guid><pubDate>Kamis 21 September 2017 22:53 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Purna Jaya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/21/340/1780496/tak-punya-biaya-untuk-bayar-ambulans-seorang-ibu-di-lampung-naik-angkot-sambil-bawa-jenazah-bayi-T6d2FFWzSe.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/21/340/1780496/tak-punya-biaya-untuk-bayar-ambulans-seorang-ibu-di-lampung-naik-angkot-sambil-bawa-jenazah-bayi-T6d2FFWzSe.jpg</image><title></title></images><description>BANDAR LAMPUNG &amp;ndash; Sempat terlantung-lantung bersama jenazah bayinya di angkutan umum, Delvasari yang kisahnya menjadi viral di media sosial bisa kembali ke kampung halamannya menggunakan jasa ambulans gratis. Salah seorang warganet menghubungi ambulans gratis untuk mengantarkan Delvasari dan jenazah bayinya ke Lampung Utara.
Jefri, supir ambulans gratis yang disediakan Pemkot Bandar Lampung membenarkan dia mengantar Delvasari dan jenazah bayinya itu ke Desa Labuhan Dalam, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara pada Rabu 20 September 2017, sore.
Menurut Jefri, call center ambulans gratis yang ada di Tugu Adipura mendapat telefon bahwa ada seorang ibu membutuhkan ambulans karena sedang membawa jenazah bayi. Jefri pun menjemput Delvasari di Bundaran Tugu Radin Intan, tak jauh dari Terminal Rajabasa.
&amp;ldquo;Sampai di sana (Bundaran Tugu Radin Intan), saya langsung memindahkan ibu itu dan jenazah bayinya ke dalam ambulans dan meluncur ke rumah duka,&amp;rdquo; terang Jefri, Kamis (21/9/2017).
Sementara Aang, adik sepupu Delvasari membenarkan kakaknya itu sempat naik angkutan umum sambil membawa jenazah bayi berusia satu bulan 10 hari. Hal itu dilakukan sebelum dijemput ambulans gratis.
&amp;ldquo;Berlin (bayi Delvasari) operasi di kelenjar kepala pada 31 Agustus kemarin. Dua hari yang lalu check up sekalian melepas jahitan, tapi terrnyata malah kritis sampai akhirnya meninggal dunia,&amp;rdquo; terang Aang.
Delvasari sempat bercerita kepadanya, bahwa dia bingung untuk membawa jenazah Berlin. Alasannya karena tidak mampu dan biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan.
&amp;ldquo;BPJS tidak menanggung biaya ambulans, kami keluarga tidak mampu jadi tidak bisa menyewa ambulans,&amp;rdquo; tandasnya. (sym)
</description><content:encoded>BANDAR LAMPUNG &amp;ndash; Sempat terlantung-lantung bersama jenazah bayinya di angkutan umum, Delvasari yang kisahnya menjadi viral di media sosial bisa kembali ke kampung halamannya menggunakan jasa ambulans gratis. Salah seorang warganet menghubungi ambulans gratis untuk mengantarkan Delvasari dan jenazah bayinya ke Lampung Utara.
Jefri, supir ambulans gratis yang disediakan Pemkot Bandar Lampung membenarkan dia mengantar Delvasari dan jenazah bayinya itu ke Desa Labuhan Dalam, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara pada Rabu 20 September 2017, sore.
Menurut Jefri, call center ambulans gratis yang ada di Tugu Adipura mendapat telefon bahwa ada seorang ibu membutuhkan ambulans karena sedang membawa jenazah bayi. Jefri pun menjemput Delvasari di Bundaran Tugu Radin Intan, tak jauh dari Terminal Rajabasa.
&amp;ldquo;Sampai di sana (Bundaran Tugu Radin Intan), saya langsung memindahkan ibu itu dan jenazah bayinya ke dalam ambulans dan meluncur ke rumah duka,&amp;rdquo; terang Jefri, Kamis (21/9/2017).
Sementara Aang, adik sepupu Delvasari membenarkan kakaknya itu sempat naik angkutan umum sambil membawa jenazah bayi berusia satu bulan 10 hari. Hal itu dilakukan sebelum dijemput ambulans gratis.
&amp;ldquo;Berlin (bayi Delvasari) operasi di kelenjar kepala pada 31 Agustus kemarin. Dua hari yang lalu check up sekalian melepas jahitan, tapi terrnyata malah kritis sampai akhirnya meninggal dunia,&amp;rdquo; terang Aang.
Delvasari sempat bercerita kepadanya, bahwa dia bingung untuk membawa jenazah Berlin. Alasannya karena tidak mampu dan biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan.
&amp;ldquo;BPJS tidak menanggung biaya ambulans, kami keluarga tidak mampu jadi tidak bisa menyewa ambulans,&amp;rdquo; tandasnya. (sym)
</content:encoded></item></channel></rss>
