<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Wilayah Idlib Suriah, Ada Apa Ya?</title><description>Turki akan mengerahkan pasukan di wilayah utara Idlib di Suriah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/22/18/1780826/turki-bakal-kerahkan-pasukan-ke-wilayah-idlib-suriah-ada-apa-ya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/22/18/1780826/turki-bakal-kerahkan-pasukan-ke-wilayah-idlib-suriah-ada-apa-ya"/><item><title>Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Wilayah Idlib Suriah, Ada Apa Ya?</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/22/18/1780826/turki-bakal-kerahkan-pasukan-ke-wilayah-idlib-suriah-ada-apa-ya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/22/18/1780826/turki-bakal-kerahkan-pasukan-ke-wilayah-idlib-suriah-ada-apa-ya</guid><pubDate>Jum'at 22 September 2017 13:55 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/22/18/1780826/turki-bakal-kerahkan-pasukan-ke-wilayah-idlib-suriah-ada-apa-ya-TAmyktfB70.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tentara Turki. (Foto: Ist/Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/22/18/1780826/turki-bakal-kerahkan-pasukan-ke-wilayah-idlib-suriah-ada-apa-ya-TAmyktfB70.jpg</image><title>Tentara Turki. (Foto: Ist/Sindonews)</title></images><description>NEW YORK - Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan, Turki akan mengerahkan pasukan di wilayah utara Idlib di Suriah. Hal itu  sebagai bagian dari apa yang disebut perjanjian deeskalasi yang  ditengahi oleh Rusia bulan lalu.Erdogan mengatakan zona  &quot;deeskalasi&quot;, yang disepakati oleh Turki, Rusia dan Iran, akan dibahas  lebih lanjut dalam pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin  dalam perjalanannya ke Ankara minggu depan.&quot;Berdasarkan  kesepakatan tersebut, Rusia menjaga keamanan di luar Idlib dan Turki  akan menjaga keamanan di wilayah Idlib,&quot; terang Erdogan seperti dikutip  dari Reuters, Jumat (22/9/2017).&quot;Tugasnya tidak mudah.  Dengan Putin kita akan membahas langkah-langkah tambahan yang perlu  diambil untuk memberantas teroris sekali dan selamanya untuk memulihkan  perdamaian,&quot; imbuhnya.Pasukan Turki juga melakukan latihan  militer di dekat perbatasan dan Erdogan mengatakan bahwa resolusi  mengenai penempatan pasukan di luar negeri akan diajukan ke parlemen  untuk pemungutan suara.
(Baca juga: Kompak! Turki, Irak dan Iran Siap &quot;Lawan&quot; Referendum Kurdi)Erdogan juga mengatakan bahwa Turki  mempertimbangkan tindakan balasan, termasuk menjatuhkan sanksi, terhadap  kelompok Kurdi di Irak utara atas rencana referendumnya.Otoritas  Kurdi Irak telah menentang tekanan internasional untuk membatalkan  referendum kemerdekaan. Tetangga Irak khawatir akan memicu kerusuhan di  antara populasi Kurdi dan sekutu Barat mereka sendiri, hal itu dapat  mengurangi perang melawan negara Islam.
(Baca juga:&amp;nbsp;Wah! Akui Punya Kepentingan, Israel Dukung Kurdi Merdeka dari Irak)Erdogan mengungkapkan  bahwa Turki telah mengajukan sebuah rapat kabinet dan sesi dewan  keamanan nasional sampai Jumat mengenai referendum. Dia mengatakan bahwa  parlemen juga akan mengadakan pertemuan luar biasa pada hari Sabtu.&quot;Tanpa  penundaan lebih lanjut, kita akan membahas sanksi seperti apa yang  harus diberlakukan dan kapan sanksi akan diberlakukan,&quot; katanya tanpa  merinci sanksi apa yang akan diberikan.</description><content:encoded>NEW YORK - Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan, Turki akan mengerahkan pasukan di wilayah utara Idlib di Suriah. Hal itu  sebagai bagian dari apa yang disebut perjanjian deeskalasi yang  ditengahi oleh Rusia bulan lalu.Erdogan mengatakan zona  &quot;deeskalasi&quot;, yang disepakati oleh Turki, Rusia dan Iran, akan dibahas  lebih lanjut dalam pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin  dalam perjalanannya ke Ankara minggu depan.&quot;Berdasarkan  kesepakatan tersebut, Rusia menjaga keamanan di luar Idlib dan Turki  akan menjaga keamanan di wilayah Idlib,&quot; terang Erdogan seperti dikutip  dari Reuters, Jumat (22/9/2017).&quot;Tugasnya tidak mudah.  Dengan Putin kita akan membahas langkah-langkah tambahan yang perlu  diambil untuk memberantas teroris sekali dan selamanya untuk memulihkan  perdamaian,&quot; imbuhnya.Pasukan Turki juga melakukan latihan  militer di dekat perbatasan dan Erdogan mengatakan bahwa resolusi  mengenai penempatan pasukan di luar negeri akan diajukan ke parlemen  untuk pemungutan suara.
(Baca juga: Kompak! Turki, Irak dan Iran Siap &quot;Lawan&quot; Referendum Kurdi)Erdogan juga mengatakan bahwa Turki  mempertimbangkan tindakan balasan, termasuk menjatuhkan sanksi, terhadap  kelompok Kurdi di Irak utara atas rencana referendumnya.Otoritas  Kurdi Irak telah menentang tekanan internasional untuk membatalkan  referendum kemerdekaan. Tetangga Irak khawatir akan memicu kerusuhan di  antara populasi Kurdi dan sekutu Barat mereka sendiri, hal itu dapat  mengurangi perang melawan negara Islam.
(Baca juga:&amp;nbsp;Wah! Akui Punya Kepentingan, Israel Dukung Kurdi Merdeka dari Irak)Erdogan mengungkapkan  bahwa Turki telah mengajukan sebuah rapat kabinet dan sesi dewan  keamanan nasional sampai Jumat mengenai referendum. Dia mengatakan bahwa  parlemen juga akan mengadakan pertemuan luar biasa pada hari Sabtu.&quot;Tanpa  penundaan lebih lanjut, kita akan membahas sanksi seperti apa yang  harus diberlakukan dan kapan sanksi akan diberlakukan,&quot; katanya tanpa  merinci sanksi apa yang akan diberikan.</content:encoded></item></channel></rss>
