<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PM Bangladesh: Saya Melihat Rohingya yang Lapar, Tertekan dan Tanpa Harapan di Myanmar</title><description>Sheikh Hasina memberikan  penilaian yang tajam mengenai perlakuan Myanmar terhadap Muslim  Rohingya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/22/18/1781116/pm-bangladesh-saya-melihat-rohingya-yang-lapar-tertekan-dan-tanpa-harapan-di-myanmar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/22/18/1781116/pm-bangladesh-saya-melihat-rohingya-yang-lapar-tertekan-dan-tanpa-harapan-di-myanmar"/><item><title>PM Bangladesh: Saya Melihat Rohingya yang Lapar, Tertekan dan Tanpa Harapan di Myanmar</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/22/18/1781116/pm-bangladesh-saya-melihat-rohingya-yang-lapar-tertekan-dan-tanpa-harapan-di-myanmar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/22/18/1781116/pm-bangladesh-saya-melihat-rohingya-yang-lapar-tertekan-dan-tanpa-harapan-di-myanmar</guid><pubDate>Jum'at 22 September 2017 18:32 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/22/18/1781116/pm-bangladesh-saya-melihat-rohingya-yang-lapar-tertekan-dan-tanpa-harapan-di-myanmar-uPyrptbkUx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PM Bangladesh. (Foto: un.org)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/22/18/1781116/pm-bangladesh-saya-melihat-rohingya-yang-lapar-tertekan-dan-tanpa-harapan-di-myanmar-uPyrptbkUx.jpg</image><title>PM Bangladesh. (Foto: un.org)</title></images><description>NEW YORK - Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina memberikan  penilaian yang tajam mengenai perlakuan Myanmar terhadap Muslim  Rohingya. Pemimpin Bangladesh, Sheikh Hasina, mengatakan bahwa dia  melakukannya dengan &quot;hati yang berat&quot;&quot;Saya datang ke sini hanya  setelah melihat Rohingya yang lapar, tertekan, dan tanpa harapan dari  Myanmar. Kami saat ini melindungi lebih dari 800.000 orang Rohingya yang  dipindahkan dari Negara Rakhine di Myanmar,&quot; kata Hasina di sidang  Majelis Umum PBB seperti dikutip dari CNN, Jumat (22/9/2017).Lebih  dari 430.000 orang telah melarikan diri sejak 25 Agustus, kata Hasina,  mengutip sejumlah data dari International Organization for Migration  (IOM).
(Baca juga: Pidato Suu Kyi Dianggap &quot;Menggabungkan Kebohongan dengan Menyalahkan Etnis Rohingya&quot;)Lebih dari separuh dari mereka adalah anak-anak yang telah  menempuh perjalanan yang sulit melintasi Sungai Naf sebelum tiba di  kamp berlumpur yang padat di sekitar Cox's Bazar di Bangladesh.Rohingya  telah membawa serta cerita tentang kematian dan penghancuran, termasuk  banyak perkosaan dan pembunuhan anak-anak. Foto satelit dari Human  Rights Watch menunjukkan seluruh desa dilempar ke tanah.Hasina  menggunakan peristiwa tersebut untuk menyerukan pembentukan zona aman  yang dapat diciptakan di dalam Myanmar di bawah pengawasan PBB untuk  melindungi Rohingya.
(Baca juga: Pengungsi Rohingya: Suu Kyi adalah Pengkhianat, Kami Tak Bisa Mengandalkan Kata-katanya!)&quot;Orang-orang ini harus bisa kembali ke tanah air mereka dengan aman, selamat dan bermartabat,&quot; katanya.Hasina  mengatakan bahwa pemerintah pemenang hadiah Nobel Perdamaian Aung San  Suu Kyi secara aktif berusaha mencegah Rohingya agar tidak melewati  perbatasan. Sebagai Penasihat Negara, Suu Kyi memiliki kekuasaan  terbatas, karena Konstitusi memberikan pengawasan tertinggi mengenai  masalah pertahanan kepada militer Myanmar.&quot;Kami merasa ngeri  melihat bahwa pemerintah Myanmar meletakkan ranjau darat di sepanjang  perbatasan mereka,&quot; kata Hasina, meminta pemerintah negara tetangganya  untuk mengizinkan orang Rohingya dipulangkan tanpa rasa takut akan  penganiayaan.</description><content:encoded>NEW YORK - Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina memberikan  penilaian yang tajam mengenai perlakuan Myanmar terhadap Muslim  Rohingya. Pemimpin Bangladesh, Sheikh Hasina, mengatakan bahwa dia  melakukannya dengan &quot;hati yang berat&quot;&quot;Saya datang ke sini hanya  setelah melihat Rohingya yang lapar, tertekan, dan tanpa harapan dari  Myanmar. Kami saat ini melindungi lebih dari 800.000 orang Rohingya yang  dipindahkan dari Negara Rakhine di Myanmar,&quot; kata Hasina di sidang  Majelis Umum PBB seperti dikutip dari CNN, Jumat (22/9/2017).Lebih  dari 430.000 orang telah melarikan diri sejak 25 Agustus, kata Hasina,  mengutip sejumlah data dari International Organization for Migration  (IOM).
(Baca juga: Pidato Suu Kyi Dianggap &quot;Menggabungkan Kebohongan dengan Menyalahkan Etnis Rohingya&quot;)Lebih dari separuh dari mereka adalah anak-anak yang telah  menempuh perjalanan yang sulit melintasi Sungai Naf sebelum tiba di  kamp berlumpur yang padat di sekitar Cox's Bazar di Bangladesh.Rohingya  telah membawa serta cerita tentang kematian dan penghancuran, termasuk  banyak perkosaan dan pembunuhan anak-anak. Foto satelit dari Human  Rights Watch menunjukkan seluruh desa dilempar ke tanah.Hasina  menggunakan peristiwa tersebut untuk menyerukan pembentukan zona aman  yang dapat diciptakan di dalam Myanmar di bawah pengawasan PBB untuk  melindungi Rohingya.
(Baca juga: Pengungsi Rohingya: Suu Kyi adalah Pengkhianat, Kami Tak Bisa Mengandalkan Kata-katanya!)&quot;Orang-orang ini harus bisa kembali ke tanah air mereka dengan aman, selamat dan bermartabat,&quot; katanya.Hasina  mengatakan bahwa pemerintah pemenang hadiah Nobel Perdamaian Aung San  Suu Kyi secara aktif berusaha mencegah Rohingya agar tidak melewati  perbatasan. Sebagai Penasihat Negara, Suu Kyi memiliki kekuasaan  terbatas, karena Konstitusi memberikan pengawasan tertinggi mengenai  masalah pertahanan kepada militer Myanmar.&quot;Kami merasa ngeri  melihat bahwa pemerintah Myanmar meletakkan ranjau darat di sepanjang  perbatasan mereka,&quot; kata Hasina, meminta pemerintah negara tetangganya  untuk mengizinkan orang Rohingya dipulangkan tanpa rasa takut akan  penganiayaan.</content:encoded></item></channel></rss>
