<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setelah Bangladesh, Kini Giliran Arab Saudi Kecam Myanmar Terkait Rohingya di Sidang Umum Majelis PBB</title><description>Dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, Arab Saudi mengecam kebijakan represif Myanmar terhadap  warga Rohingya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/24/18/1781921/setelah-bangladesh-kini-giliran-arab-saudi-kecam-myanmar-terkait-rohingya-di-sidang-umum-majelis-pbb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/24/18/1781921/setelah-bangladesh-kini-giliran-arab-saudi-kecam-myanmar-terkait-rohingya-di-sidang-umum-majelis-pbb"/><item><title>Setelah Bangladesh, Kini Giliran Arab Saudi Kecam Myanmar Terkait Rohingya di Sidang Umum Majelis PBB</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/24/18/1781921/setelah-bangladesh-kini-giliran-arab-saudi-kecam-myanmar-terkait-rohingya-di-sidang-umum-majelis-pbb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/24/18/1781921/setelah-bangladesh-kini-giliran-arab-saudi-kecam-myanmar-terkait-rohingya-di-sidang-umum-majelis-pbb</guid><pubDate>Minggu 24 September 2017 10:47 WIB</pubDate><dc:creator>Djanti Virantika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/24/18/1781921/setelah-bangladesh-kini-giliran-arab-saudi-kecam-myanmar-terkait-rohingya-di-sidang-umum-majelis-pbb-PxYDOo7VRq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Ahmed Al-Jubeir, di Sidang Umum Majelis Ke-72 PBB. (Foto: un.org)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/24/18/1781921/setelah-bangladesh-kini-giliran-arab-saudi-kecam-myanmar-terkait-rohingya-di-sidang-umum-majelis-pbb-PxYDOo7VRq.jpg</image><title>Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Ahmed Al-Jubeir, di Sidang Umum Majelis Ke-72 PBB. (Foto: un.org)</title></images><description>RIYADH &amp;ndash; Krisis yang terjadi di Myanmar telah menyedot perhatian dari seluruh dunia, tak terkecuali Arab Saudi. Dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Sabtu 23 September, Arab Saudi mengecam kebijakan represif Myanmar terhadap warga minoritas Muslim Rohingya.
&quot;Negara saya benar-benar prihatin dan mengecam kebijakan penindasan serta penelantaran yang dilakukan Pemerintah Myanmar terhadap warga minoritas Rohingya,&quot; ujar Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Ahmed Al-Jubeir, sebagaimana diberitakan Reuters, Minggu (24/9/2017).
Saat ini, Bangladesh dan sejumlah organisasi bantuan internasional memang tengah bergelut untuk menolong 422 ribu Muslim Rohingya. Mereka tiba di Bangladesh sejak 25 Agustus 2017, ketika serangan militer Rohingya memicu tindakan keras dari pihak militer Myanmar. PBB menyebut tindakan ini sebagai upaya pembersihan etnis.
BACA JUGA: Mantap! Raja Salman Perintahkan Alokasi Dana Rp199 M untuk Muslim Rohingya
Sebelumnya, jajaran menteri di kabinet Arab Saudi mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan terhadap Muslim di Myanmar. Para menteri menegaskan kembali perintah Raja Salman agar komunitas internasional bertindak cepat untuk menghentikan kekerasan serta memberikan hak-hak Muslim Rohingya di Myanmar.
Keprihatinan Arab Saudi terhadap krisis yang terjadi di Myanmar juga ditunjukkan dengan memberikan bantuan kepada warga Rohingya. Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz al Saud, mengalokasikan dana sebesar USD15 juta atau setara Rp199 miliar untuk Muslim Rohingya.
BACA JUGA: Indonesia Kirim Bantuan ke Rohingya, Jokowi Apresiasi Semua Pihak Termasuk Myanmar dan Bangladesh
Menurut Penasihat Pusat Bantuan Kemanusiaan King Salman Center, Abdullah bin Abdulaziz al Rabiah mengatakan, Arab Saudi akan mengirim tim ahli ke Bangladesh. Tim ahli itu ditugaskan untuk mencari tahu bantuan yang paling dibutuhkan pengungsi Rohingya saat ini.
&amp;ldquo;Mereka ditugaskan untuk mencari tahu bantuan yang paling dibutuhkan dan mendesak saat ini, serta untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Sesuai arahan Raja Salman, kami sudah melakukan sejumlah proyek yang beberapa sudah pada tahap implementasi,&amp;rdquo; kata Abdullah.
Pemerintah Arab Saudi sendiri sudah menawarkan bantuan sebesar USD50 juta (setara Rp663 miliar) untuk penduduk Rohingya yang tinggal di Rakhine. Sejak 1948, mereka juga telah menerima para pengungsi Rohingya dengan tangan terbuka.
BACA JUGA: Hadiri Sidang Umum Majelis PBB, Ini Permintaan Khusus PM Bangladesh Terkait Rohingya
Sebelumnya, kecaman juga diberikan oleh pemerintah Bangladesh di Sidang Majelis Umum PBB. Di hadapan para pemimpin dunia, Perdana Menteri (PM) Bangladesh, Sheikh Hasina, secara tegas mendesak Pemerintah Myanmar untuk menghentikan penyerangan di Rakhine.
Ia memberikan usul kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB untuk segera mengirim tim pencari fakta ke Myanmar agar tindakan yang diklaim sebagai pembersihan etnis itu segera berakhir. Hasina juga meminta PBB membuat zona aman di wilayah Myanmar. Menurutnya, perlindungan harus diberikan tanpa memandang agama atau etnis. (DJI)</description><content:encoded>RIYADH &amp;ndash; Krisis yang terjadi di Myanmar telah menyedot perhatian dari seluruh dunia, tak terkecuali Arab Saudi. Dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Sabtu 23 September, Arab Saudi mengecam kebijakan represif Myanmar terhadap warga minoritas Muslim Rohingya.
&quot;Negara saya benar-benar prihatin dan mengecam kebijakan penindasan serta penelantaran yang dilakukan Pemerintah Myanmar terhadap warga minoritas Rohingya,&quot; ujar Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Ahmed Al-Jubeir, sebagaimana diberitakan Reuters, Minggu (24/9/2017).
Saat ini, Bangladesh dan sejumlah organisasi bantuan internasional memang tengah bergelut untuk menolong 422 ribu Muslim Rohingya. Mereka tiba di Bangladesh sejak 25 Agustus 2017, ketika serangan militer Rohingya memicu tindakan keras dari pihak militer Myanmar. PBB menyebut tindakan ini sebagai upaya pembersihan etnis.
BACA JUGA: Mantap! Raja Salman Perintahkan Alokasi Dana Rp199 M untuk Muslim Rohingya
Sebelumnya, jajaran menteri di kabinet Arab Saudi mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan terhadap Muslim di Myanmar. Para menteri menegaskan kembali perintah Raja Salman agar komunitas internasional bertindak cepat untuk menghentikan kekerasan serta memberikan hak-hak Muslim Rohingya di Myanmar.
Keprihatinan Arab Saudi terhadap krisis yang terjadi di Myanmar juga ditunjukkan dengan memberikan bantuan kepada warga Rohingya. Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz al Saud, mengalokasikan dana sebesar USD15 juta atau setara Rp199 miliar untuk Muslim Rohingya.
BACA JUGA: Indonesia Kirim Bantuan ke Rohingya, Jokowi Apresiasi Semua Pihak Termasuk Myanmar dan Bangladesh
Menurut Penasihat Pusat Bantuan Kemanusiaan King Salman Center, Abdullah bin Abdulaziz al Rabiah mengatakan, Arab Saudi akan mengirim tim ahli ke Bangladesh. Tim ahli itu ditugaskan untuk mencari tahu bantuan yang paling dibutuhkan pengungsi Rohingya saat ini.
&amp;ldquo;Mereka ditugaskan untuk mencari tahu bantuan yang paling dibutuhkan dan mendesak saat ini, serta untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Sesuai arahan Raja Salman, kami sudah melakukan sejumlah proyek yang beberapa sudah pada tahap implementasi,&amp;rdquo; kata Abdullah.
Pemerintah Arab Saudi sendiri sudah menawarkan bantuan sebesar USD50 juta (setara Rp663 miliar) untuk penduduk Rohingya yang tinggal di Rakhine. Sejak 1948, mereka juga telah menerima para pengungsi Rohingya dengan tangan terbuka.
BACA JUGA: Hadiri Sidang Umum Majelis PBB, Ini Permintaan Khusus PM Bangladesh Terkait Rohingya
Sebelumnya, kecaman juga diberikan oleh pemerintah Bangladesh di Sidang Majelis Umum PBB. Di hadapan para pemimpin dunia, Perdana Menteri (PM) Bangladesh, Sheikh Hasina, secara tegas mendesak Pemerintah Myanmar untuk menghentikan penyerangan di Rakhine.
Ia memberikan usul kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB untuk segera mengirim tim pencari fakta ke Myanmar agar tindakan yang diklaim sebagai pembersihan etnis itu segera berakhir. Hasina juga meminta PBB membuat zona aman di wilayah Myanmar. Menurutnya, perlindungan harus diberikan tanpa memandang agama atau etnis. (DJI)</content:encoded></item></channel></rss>
