<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Iran, Irak, dan Turki Memanas Jelang Referendum Kemerdekaan Suku Kurdi </title><description>Iran dan Turki melancarkan aksi masing-masing di dekat perbatasan dengan Kurdistan Irak jelang referendum kemerdekaan.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/24/18/1782153/iran-irak-dan-turki-memanas-jelang-referendum-kemerdekaan-suku-kurdi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/24/18/1782153/iran-irak-dan-turki-memanas-jelang-referendum-kemerdekaan-suku-kurdi"/><item><title>Iran, Irak, dan Turki Memanas Jelang Referendum Kemerdekaan Suku Kurdi </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/24/18/1782153/iran-irak-dan-turki-memanas-jelang-referendum-kemerdekaan-suku-kurdi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/24/18/1782153/iran-irak-dan-turki-memanas-jelang-referendum-kemerdekaan-suku-kurdi</guid><pubDate>Minggu 24 September 2017 21:04 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/24/18/1782153/iran-irak-dan-turki-memanas-jelang-referendum-kemerdekaan-suku-kurdi-haMs34dsdl.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Dua polisi wilayah otonomi regional Kurdistan berjaga-jaga jelang referendum kemerdekaan Senin 25 September (Foto: Alaa al Marjani/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/24/18/1782153/iran-irak-dan-turki-memanas-jelang-referendum-kemerdekaan-suku-kurdi-haMs34dsdl.JPG</image><title>Dua polisi wilayah otonomi regional Kurdistan berjaga-jaga jelang referendum kemerdekaan Senin 25 September (Foto: Alaa al Marjani/Reuters)</title></images><description>ARBIL &amp;ndash; Isu referendum tidak hanya milik Catalunya dengan Spanyol saja, tetapi juga suku Kurdi dengan Irak. Kurdistan Irak bahkan dengan berani akan menggelar referendum kemerdekaan seperti yang dijanjikan Presiden Massoud Barzani beberapa waktu lalu untuk menentukan nasib mereka.
BACA JUGA: Kurdistan Irak Umumkan Rencana Menggelar Referendum Kemerdekaan&amp;nbsp;
Tak pelak, keputusan itu membuat tensi meningkat di wilayah Timur Tengah. Iran, tetangga Irak, menggelar simulasi perang di area dekat perbatasan dengan wilayah otonomi Kurdistan Irak. Simulasi digelar jelang rencana referendum kemerdekaan pada Senin 25 September.
Diwartakan Reuters, Minggu (24/9/2017), Turki juga turut memanaskan situasi. Sebuah pesawat tempur milik militer Turki diketahui menggempur wilayah Gara di Irak yang diduduki oleh kelompok militan sayap dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Serangan dilancarkan setelah mendapat bocoran militan PKK mencoba menggempur pos penjagaan militer Turki di perbatasan.
BACA JUGA: Nah! Wapres Irak Anggap Kemerdekaan Kurdi akan Memunculkan Israel Kedua
Iran dan Turki diketahui menentang keras upaya referendum kemerdekaan suku Kurdi. Teheran dan Ankara menganggap referendum itu dapat memicu upaya separatisme dari suku Kurdi di wilayah masing-masing. Pemerintah Otonomi Kurdistan sendiri menolak seruan PBB, Amerika Serikat (AS), dan Inggris itu menunda referendum yang dinilai dapat menggoyahkan stabilitas kawasan.
Referendum rencananya akan digelar di wilayah sengketa Kirkuk, serta tiga area yang diklaim Pemerintah Irak, yaitu Makhmour, Sinjar, dan Khanaqin. Wilayah Otonomi Regional Kurdistan (KRG) sendiri berpusat di Arbil.
BACA JUGA: Erdogan Minta Irak Cegah Referendum Kemerdekaan Suku Kurdi&amp;nbsp;
Perdana Menteri (PM) Irak Haider al Abadi sudah menasihati agar KRG tidak memisahkan diri pada 2016. Namun, Massoud Barzani meyakini Irak harus dibagi secara adil kepada tiga kaum utama yaitu, kaum Syiah, Sunni, dan Kurdi demi mencegah pertumpahan darah akibat konflik sektarian berkepanjangan.</description><content:encoded>ARBIL &amp;ndash; Isu referendum tidak hanya milik Catalunya dengan Spanyol saja, tetapi juga suku Kurdi dengan Irak. Kurdistan Irak bahkan dengan berani akan menggelar referendum kemerdekaan seperti yang dijanjikan Presiden Massoud Barzani beberapa waktu lalu untuk menentukan nasib mereka.
BACA JUGA: Kurdistan Irak Umumkan Rencana Menggelar Referendum Kemerdekaan&amp;nbsp;
Tak pelak, keputusan itu membuat tensi meningkat di wilayah Timur Tengah. Iran, tetangga Irak, menggelar simulasi perang di area dekat perbatasan dengan wilayah otonomi Kurdistan Irak. Simulasi digelar jelang rencana referendum kemerdekaan pada Senin 25 September.
Diwartakan Reuters, Minggu (24/9/2017), Turki juga turut memanaskan situasi. Sebuah pesawat tempur milik militer Turki diketahui menggempur wilayah Gara di Irak yang diduduki oleh kelompok militan sayap dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Serangan dilancarkan setelah mendapat bocoran militan PKK mencoba menggempur pos penjagaan militer Turki di perbatasan.
BACA JUGA: Nah! Wapres Irak Anggap Kemerdekaan Kurdi akan Memunculkan Israel Kedua
Iran dan Turki diketahui menentang keras upaya referendum kemerdekaan suku Kurdi. Teheran dan Ankara menganggap referendum itu dapat memicu upaya separatisme dari suku Kurdi di wilayah masing-masing. Pemerintah Otonomi Kurdistan sendiri menolak seruan PBB, Amerika Serikat (AS), dan Inggris itu menunda referendum yang dinilai dapat menggoyahkan stabilitas kawasan.
Referendum rencananya akan digelar di wilayah sengketa Kirkuk, serta tiga area yang diklaim Pemerintah Irak, yaitu Makhmour, Sinjar, dan Khanaqin. Wilayah Otonomi Regional Kurdistan (KRG) sendiri berpusat di Arbil.
BACA JUGA: Erdogan Minta Irak Cegah Referendum Kemerdekaan Suku Kurdi&amp;nbsp;
Perdana Menteri (PM) Irak Haider al Abadi sudah menasihati agar KRG tidak memisahkan diri pada 2016. Namun, Massoud Barzani meyakini Irak harus dibagi secara adil kepada tiga kaum utama yaitu, kaum Syiah, Sunni, dan Kurdi demi mencegah pertumpahan darah akibat konflik sektarian berkepanjangan.</content:encoded></item></channel></rss>
