<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ya Ampun! Tentara Myanmar Diduga Memperkosa Wanita Rohingya, Ini Keterangan Dokter PBB</title><description>Para dokter Perserikatan Bangsa-Bangsa  (PBB) mengungkapkan, para  pengungsi perempuan Rohingya menjadi korban  pemerkosaan massal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/25/18/1782427/ya-ampun-tentara-myanmar-diduga-memperkosa-wanita-rohingya-ini-keterangan-dokter-pbb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/25/18/1782427/ya-ampun-tentara-myanmar-diduga-memperkosa-wanita-rohingya-ini-keterangan-dokter-pbb"/><item><title>Ya Ampun! Tentara Myanmar Diduga Memperkosa Wanita Rohingya, Ini Keterangan Dokter PBB</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/25/18/1782427/ya-ampun-tentara-myanmar-diduga-memperkosa-wanita-rohingya-ini-keterangan-dokter-pbb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/25/18/1782427/ya-ampun-tentara-myanmar-diduga-memperkosa-wanita-rohingya-ini-keterangan-dokter-pbb</guid><pubDate>Senin 25 September 2017 12:14 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/25/18/1782427/ya-ampun-tentara-myanmar-diduga-memperkosa-wanita-rohingya-ini-keterangan-dokter-pbb-QIggPCvNSz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wanita Rohingya. (Foto: Amnesty)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/25/18/1782427/ya-ampun-tentara-myanmar-diduga-memperkosa-wanita-rohingya-ini-keterangan-dokter-pbb-QIggPCvNSz.jpg</image><title>Wanita Rohingya. (Foto: Amnesty)</title></images><description>COX'S BAZAR - Para dokter Perserikatan Bangsa-Bangsa  (PBB) mengungkapkan, para pengungsi perempuan Rohingya menjadi korban  pemerkosaan massal yang dilakukan tentara Myanmar. Pemerkosaan ini  dilakukan secara sistematis yang bertujuan mengusir warga etnis  Rohingya. Reuters berbicara dengan delapan pekerja kesehatan di  Cox&amp;rsquo;s Bazar, Bangladesh, yang merawat lebih dari 25 perempuan korban  pemerkosaan sejak Agustus lalu. Mereka mengungkapkan para korban  pemerkosaan juga menceritakan kalau tentara Myanmar bertindak kejam  memerkosa para perempuan Rohingya.Kemudian, para dokter di klinik  yang dikelola Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) di Leda,  Bangladesh, juga merawat ratusan perempuan Rohingya korban pemerkosaan.  &quot;Tentara Myanmar sepertinya melakukan tindakan agresif terhadap terhadap  perempuan,&quot; ujar Niranta Kumar, koordinator kesehatan klinik di Leda,  Bangladesh.
(Baca juga: 28 Jasad Warga Hindu Dikubur Massal, Tentara Myanmar Tuduh Militan Rohingya Pelakunya)Para dokter di Leda menunjukkan dokumen medis kepada Reuters tentang  seorang perempuan berusia 20 tahun yang diperkosa tentara di Myanmar.  Perempuan itu dirawat sejak 10 September lalu. &quot;Tentara menarik  rambutnya dan menggunakan senapan untuk memukulnya sebelum akhirnya  diperkosa,&quot; demikian bunyi laporan medis tersebut.Dokter juga  menemukan banyak luka di bagian organ intim korban pemerkosaan. &quot;Itu  menunjukkan kalau perempuan Rohingya dipaksa dan diperlakukan tidak  manusiawi,&quot; ujar petugas medis IOM Tasnuba Nourin.Kemudian, 5 perempuan pengungsi Rohingya yang baru datang juga melaporkan diri  sebagai korban pemerkosaan. Mereka mengalami luka fisik yang dialami  banyak korban lainnya.
(Baca juga: PM Bangladesh: Saya Melihat Rohingya yang Lapar, Tertekan dan Tanpa Harapan di Myanmar)Di klinik milik Pemerintah Bangladesh yang  didukung lembaga PBB di Ukhia juga merawat 19 perempuan korban  pemerkosaan. &quot;Bukti pemerkosaan adalah luka gigitan, luka di organ  intim, dan pengakuan pengungsi,&quot; ujar Misbah Uddin Ahmed, dokter yang  bertugas di klinik. Dia menuding kalau pelaku pemerkosaan adalah tentara  Myanmar.Sementara itu, Myanmar membantah tudingan tersebut.  Mereka menganggap tuduhan tersebut sebagai upaya untuk memojokkan.  Juru bicara pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi mengungkapkan,  otoritas akan menginvestigasi tuduhan tersebut. &quot;Korban pemerkosaan  seharusnya datang ke kita,&quot; ucapnya. Dia akan menjamin keamanan para  korban. &quot;Kita akan menyelidiki dan kita akan bertindak,&quot; janjinya.Suu  Kyi sendiri tidak berkomentar mengenai sejumlah tuduhan pemerkosaan  yang dilakukan prajurit terhadap perempuan Rohingya. Kekerasan seksual  menjadi ancaman perempuan Rohingya menyusul kekerasan yang berlangsung  sejak 25 Agustus lalu. Itu juga menjadi penyebab warga Rohingya memilih  untuk mengungsi untuk menghindari tindakan keji tersebut.Sementara  itu, kepala badan pengungsi PBB Filippo Grandi mengaku terkejut dengan  &quot;kekerasan yang mengerikan&quot; terhadap pengungsi Rohingya. Dia  mengungkapkan penderitaan pengungsi semakih parah ketika kebutuhan hidup  mereka juga tidak terpenuhi.&quot;Saya begitu terkejut dengan  ketakutan yang dialami para pengungsi,&quot; ungkap Grandi, Ketua Komisioner  Tinggi PBB untuk Pengungsi. Dia menemui pengungsi di kamp pengungsi  Kutapalong, Bangladesh. &quot;Orang tua terbunuh, keluarga terpisah, banyak  korban terluka, trauma perempuan yang diperkosa,&quot; ungkap Grandi. Dia  mengungkapkan banyak cerita kekerasan yang telah terjadi. &quot;Butuh waktu  lama untuk menyembuhkan luka dibandingkan memenuhi kebutuhan hidup  mereka,&quot; ujarnya.Banyaknya jumlah pengungsi menyebabkan ratusan ribu pengungsi Rohingya  harus tinggal di kamp pengungsian yang sangat memprihatinkan. Lembaga  kemanusiaan juga harus berjuang keras untuk memberikan bantuan makanan  dan membangun tenda pengungsian. Para pekerja kesehatan juga harus  mencegah penyebaran penyakit.Pejabat senior PBB memperkirakan  dibutuhkan dana senilai USD200 juta untuk para pengungsi Rohongya selama  enam bulan ke depan. Para pekerja kemanusiaan mengkhawatirkan krisis  kemanusiaan yang lebih parah akan terjadi di Rakhine. Pasalnya, Myanmar  membatasi akses kemanusiaan ke wilayah konflik tersebut.Rohingya  merupakan etnis minoritas di Myanmar yang tidak mendapatkan status  kewarganegaraan. Ketegangan yang terjadi selama beberapa dekade  menyebabkan mereka semakin terpinggirkan. Konflik kekerasan yang semakin  parah menyebabkan mereka memilih mengungsi ke wilayah perbatasan  Bangladesh.Pemimpin nasional Myanmar Aung San Suu Kyi dikritik  dunia internasional karena tidak melindungi etnis Rohingya. Dia dianggap  tidak memiliki kekuasaan untuk menekan militer. Grandi sebelumnya  pernah menyerukan kepada Myanmar agar memberikan status kewarganegaraan  terhadap warga Rohingya. Namun, upaya itu diabaikan Myanmar dan para  pengungsi. Menurut para pengungsi, meski mendapatkan status  kewarganegaraan, kekerasan tetap berlanjut.</description><content:encoded>COX'S BAZAR - Para dokter Perserikatan Bangsa-Bangsa  (PBB) mengungkapkan, para pengungsi perempuan Rohingya menjadi korban  pemerkosaan massal yang dilakukan tentara Myanmar. Pemerkosaan ini  dilakukan secara sistematis yang bertujuan mengusir warga etnis  Rohingya. Reuters berbicara dengan delapan pekerja kesehatan di  Cox&amp;rsquo;s Bazar, Bangladesh, yang merawat lebih dari 25 perempuan korban  pemerkosaan sejak Agustus lalu. Mereka mengungkapkan para korban  pemerkosaan juga menceritakan kalau tentara Myanmar bertindak kejam  memerkosa para perempuan Rohingya.Kemudian, para dokter di klinik  yang dikelola Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) di Leda,  Bangladesh, juga merawat ratusan perempuan Rohingya korban pemerkosaan.  &quot;Tentara Myanmar sepertinya melakukan tindakan agresif terhadap terhadap  perempuan,&quot; ujar Niranta Kumar, koordinator kesehatan klinik di Leda,  Bangladesh.
(Baca juga: 28 Jasad Warga Hindu Dikubur Massal, Tentara Myanmar Tuduh Militan Rohingya Pelakunya)Para dokter di Leda menunjukkan dokumen medis kepada Reuters tentang  seorang perempuan berusia 20 tahun yang diperkosa tentara di Myanmar.  Perempuan itu dirawat sejak 10 September lalu. &quot;Tentara menarik  rambutnya dan menggunakan senapan untuk memukulnya sebelum akhirnya  diperkosa,&quot; demikian bunyi laporan medis tersebut.Dokter juga  menemukan banyak luka di bagian organ intim korban pemerkosaan. &quot;Itu  menunjukkan kalau perempuan Rohingya dipaksa dan diperlakukan tidak  manusiawi,&quot; ujar petugas medis IOM Tasnuba Nourin.Kemudian, 5 perempuan pengungsi Rohingya yang baru datang juga melaporkan diri  sebagai korban pemerkosaan. Mereka mengalami luka fisik yang dialami  banyak korban lainnya.
(Baca juga: PM Bangladesh: Saya Melihat Rohingya yang Lapar, Tertekan dan Tanpa Harapan di Myanmar)Di klinik milik Pemerintah Bangladesh yang  didukung lembaga PBB di Ukhia juga merawat 19 perempuan korban  pemerkosaan. &quot;Bukti pemerkosaan adalah luka gigitan, luka di organ  intim, dan pengakuan pengungsi,&quot; ujar Misbah Uddin Ahmed, dokter yang  bertugas di klinik. Dia menuding kalau pelaku pemerkosaan adalah tentara  Myanmar.Sementara itu, Myanmar membantah tudingan tersebut.  Mereka menganggap tuduhan tersebut sebagai upaya untuk memojokkan.  Juru bicara pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi mengungkapkan,  otoritas akan menginvestigasi tuduhan tersebut. &quot;Korban pemerkosaan  seharusnya datang ke kita,&quot; ucapnya. Dia akan menjamin keamanan para  korban. &quot;Kita akan menyelidiki dan kita akan bertindak,&quot; janjinya.Suu  Kyi sendiri tidak berkomentar mengenai sejumlah tuduhan pemerkosaan  yang dilakukan prajurit terhadap perempuan Rohingya. Kekerasan seksual  menjadi ancaman perempuan Rohingya menyusul kekerasan yang berlangsung  sejak 25 Agustus lalu. Itu juga menjadi penyebab warga Rohingya memilih  untuk mengungsi untuk menghindari tindakan keji tersebut.Sementara  itu, kepala badan pengungsi PBB Filippo Grandi mengaku terkejut dengan  &quot;kekerasan yang mengerikan&quot; terhadap pengungsi Rohingya. Dia  mengungkapkan penderitaan pengungsi semakih parah ketika kebutuhan hidup  mereka juga tidak terpenuhi.&quot;Saya begitu terkejut dengan  ketakutan yang dialami para pengungsi,&quot; ungkap Grandi, Ketua Komisioner  Tinggi PBB untuk Pengungsi. Dia menemui pengungsi di kamp pengungsi  Kutapalong, Bangladesh. &quot;Orang tua terbunuh, keluarga terpisah, banyak  korban terluka, trauma perempuan yang diperkosa,&quot; ungkap Grandi. Dia  mengungkapkan banyak cerita kekerasan yang telah terjadi. &quot;Butuh waktu  lama untuk menyembuhkan luka dibandingkan memenuhi kebutuhan hidup  mereka,&quot; ujarnya.Banyaknya jumlah pengungsi menyebabkan ratusan ribu pengungsi Rohingya  harus tinggal di kamp pengungsian yang sangat memprihatinkan. Lembaga  kemanusiaan juga harus berjuang keras untuk memberikan bantuan makanan  dan membangun tenda pengungsian. Para pekerja kesehatan juga harus  mencegah penyebaran penyakit.Pejabat senior PBB memperkirakan  dibutuhkan dana senilai USD200 juta untuk para pengungsi Rohongya selama  enam bulan ke depan. Para pekerja kemanusiaan mengkhawatirkan krisis  kemanusiaan yang lebih parah akan terjadi di Rakhine. Pasalnya, Myanmar  membatasi akses kemanusiaan ke wilayah konflik tersebut.Rohingya  merupakan etnis minoritas di Myanmar yang tidak mendapatkan status  kewarganegaraan. Ketegangan yang terjadi selama beberapa dekade  menyebabkan mereka semakin terpinggirkan. Konflik kekerasan yang semakin  parah menyebabkan mereka memilih mengungsi ke wilayah perbatasan  Bangladesh.Pemimpin nasional Myanmar Aung San Suu Kyi dikritik  dunia internasional karena tidak melindungi etnis Rohingya. Dia dianggap  tidak memiliki kekuasaan untuk menekan militer. Grandi sebelumnya  pernah menyerukan kepada Myanmar agar memberikan status kewarganegaraan  terhadap warga Rohingya. Namun, upaya itu diabaikan Myanmar dan para  pengungsi. Menurut para pengungsi, meski mendapatkan status  kewarganegaraan, kekerasan tetap berlanjut.</content:encoded></item></channel></rss>
