<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Walah! Referendum Kemerdekaan Kurdi Irak Dimulai di Tengah Ketegangan</title><description>Pemerintah di wilayah  otonomi itu nekat menggelar referendum di tengah ketegangan dan  penentangan dari sejumlah negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/25/18/1782506/walah-referendum-kemerdekaan-kurdi-irak-dimulai-di-tengah-ketegangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/25/18/1782506/walah-referendum-kemerdekaan-kurdi-irak-dimulai-di-tengah-ketegangan"/><item><title>Walah! Referendum Kemerdekaan Kurdi Irak Dimulai di Tengah Ketegangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/25/18/1782506/walah-referendum-kemerdekaan-kurdi-irak-dimulai-di-tengah-ketegangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/25/18/1782506/walah-referendum-kemerdekaan-kurdi-irak-dimulai-di-tengah-ketegangan</guid><pubDate>Senin 25 September 2017 14:09 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/25/18/1782506/walah-referendum-kemerdekaan-kurdi-irak-dimulai-di-tengah-ketegangan-aPkThQKHLY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Referendum Kurdi dimulai. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/25/18/1782506/walah-referendum-kemerdekaan-kurdi-irak-dimulai-di-tengah-ketegangan-aPkThQKHLY.jpg</image><title>Referendum Kurdi dimulai. (Foto: Reuters)</title></images><description>ERBIL - Rakyat Kurdi Irak mulai memberikan suaranya  dalam referendum kemerdekaan hari ini (25/9/2017). Pemerintah di wilayah  otonomi itu nekat menggelar referendum di tengah ketegangan dan  penentangan dari sejumlah negara.Jajak pendapat dibuka pukul  05.00 GMT atau sekitar pukul 12.00 WIB dan berlangsung di daerah yang  disengketakan antara Kota Erbil utara dan Ibu Kota Baghdad. Referendum  juga digelar di Provinsi Kirkuk yang kaya minyak, multietnis.Pemerintah  pusat di Baghdad&amp;mdash;yang sangat menentang referendum&amp;mdash;berusaha menguasai  pos perbatasan regional dan bandara sejak hari Minggu. Pemerintah Irak  juga telah meminta negara-negara asing untuk berhenti mengimpor minyak  dari wilayah Kurdi.Dalam sebuah pidato di televisi pada hari  Minggu, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi memperingatkan konsekuensi  mengerikan dari pemungutan suara tersebut. Dia bersumpah untuk tidak  akan menerima disintegrasi Irak.
(Baca juga: Nah! Wapres Irak Anggap Kemerdekaan Kurdi Akan Memunculkan Israel Kedua)&amp;rdquo;Ini adalah keputusan yang tidak  konstitusional terhadap struktur sosial warganya. Kami tidak akan  mengakui referendum, juga hasilnya,&amp;rdquo; kata Abadi.&amp;rdquo;Kami akan  mengambil langkah tindak lanjut untuk melindungi kesatuan negara dan  kepentingan setiap warga negara yang tinggal di Irak yang bersatu,&amp;rdquo;  lanjut Abadi. Sementara itu, Presiden Daerah Kurdistan (KRG) Irak,  Masoud Barzani, membela keputusan warganya untuk mengadakan referendum.&amp;rdquo;Apakah  sebuah kejahatan meminta orang-orang di Kurdistan untuk mengungkapkan  secara demokratis apa yang mereka inginkan untuk masa depan?,&amp;rdquo; tanya dia  dalam sebuah pidato.
(Baca juga: Tegas! Turki Ancam Sanksi Jika Kurdi Keukeuh Lakukan Referendum Kemerdekaan)Pemimpin Kurdi juga mengatakan bahwa dia  akan melakukan pembicaraan dengan pemerintah pusat Irak tentang  bagaimana menerapkan hasil pemungutan suara pada hari ini.&amp;rdquo;Jika  kita memiliki dialog yang konstruktif, maka kita bisa memberi lebih  banyak waktu lagi, untuk menjamin hubungan yang lebih baik antara orang  Kurdi dan Baghdad,&amp;rdquo; ujarnya.Sekitar 2.065 tempat pemungutan  suara (TPS) buka selama 10 jam. Menurut komisi pemilihan, sebanyak 5,6  juta orang berhak memilih di Kurdistan dan daerah-daerah yang dikuasai  etnis Kurdi lainnya di Irak utara.Dalam referendum ini, pemilih  akan ditanya; &amp;rdquo;Apakah Anda ingin wilayah Kurdistan dan daerah Kurdi di  luar wilayah tersebut menjadi negara merdeka?&amp;rdquo;.Hasil resmi referendum kemungkinan akan keluar pada hari Selasa besok.Sementara  itu, ketegangan menyelimuti susana sejak sehari sebelum referendum  digelar. Selain Irak, Iran, Turki dan Suriah khawatir referendum ini  akan berbuntut pada pisahnya wilayah Kurdistan dari Irak. Hanya Israel  yang terang-terangan mendukung referendum ini.Iran telah  menghentikan penerbangan ke dan dari bandara Kurdistan Irak atas  permintaan pemerintah pusat di Baghdad. Teheran juga telah menggelar  latihan perang secara masif di dekat perbatasan Irak.Sedangkan Turki telah memperingatkan bahwa referendum Kurdi bisa memicu sanksi kepada pemerintah otonom Kurdistan.Amerika  Serikat dan PBB juga telah mengecam referendum tersebut. PBB telah  memperingatkan efek destabilisasi jika referendum tetap digelar.  Sedangkan Washington khawatir referendum kemerdekaan Kurdi akan memicu  kerusuhan regional dan mengalihkan perhatian dari kampanye perang  melawan ISIS.</description><content:encoded>ERBIL - Rakyat Kurdi Irak mulai memberikan suaranya  dalam referendum kemerdekaan hari ini (25/9/2017). Pemerintah di wilayah  otonomi itu nekat menggelar referendum di tengah ketegangan dan  penentangan dari sejumlah negara.Jajak pendapat dibuka pukul  05.00 GMT atau sekitar pukul 12.00 WIB dan berlangsung di daerah yang  disengketakan antara Kota Erbil utara dan Ibu Kota Baghdad. Referendum  juga digelar di Provinsi Kirkuk yang kaya minyak, multietnis.Pemerintah  pusat di Baghdad&amp;mdash;yang sangat menentang referendum&amp;mdash;berusaha menguasai  pos perbatasan regional dan bandara sejak hari Minggu. Pemerintah Irak  juga telah meminta negara-negara asing untuk berhenti mengimpor minyak  dari wilayah Kurdi.Dalam sebuah pidato di televisi pada hari  Minggu, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi memperingatkan konsekuensi  mengerikan dari pemungutan suara tersebut. Dia bersumpah untuk tidak  akan menerima disintegrasi Irak.
(Baca juga: Nah! Wapres Irak Anggap Kemerdekaan Kurdi Akan Memunculkan Israel Kedua)&amp;rdquo;Ini adalah keputusan yang tidak  konstitusional terhadap struktur sosial warganya. Kami tidak akan  mengakui referendum, juga hasilnya,&amp;rdquo; kata Abadi.&amp;rdquo;Kami akan  mengambil langkah tindak lanjut untuk melindungi kesatuan negara dan  kepentingan setiap warga negara yang tinggal di Irak yang bersatu,&amp;rdquo;  lanjut Abadi. Sementara itu, Presiden Daerah Kurdistan (KRG) Irak,  Masoud Barzani, membela keputusan warganya untuk mengadakan referendum.&amp;rdquo;Apakah  sebuah kejahatan meminta orang-orang di Kurdistan untuk mengungkapkan  secara demokratis apa yang mereka inginkan untuk masa depan?,&amp;rdquo; tanya dia  dalam sebuah pidato.
(Baca juga: Tegas! Turki Ancam Sanksi Jika Kurdi Keukeuh Lakukan Referendum Kemerdekaan)Pemimpin Kurdi juga mengatakan bahwa dia  akan melakukan pembicaraan dengan pemerintah pusat Irak tentang  bagaimana menerapkan hasil pemungutan suara pada hari ini.&amp;rdquo;Jika  kita memiliki dialog yang konstruktif, maka kita bisa memberi lebih  banyak waktu lagi, untuk menjamin hubungan yang lebih baik antara orang  Kurdi dan Baghdad,&amp;rdquo; ujarnya.Sekitar 2.065 tempat pemungutan  suara (TPS) buka selama 10 jam. Menurut komisi pemilihan, sebanyak 5,6  juta orang berhak memilih di Kurdistan dan daerah-daerah yang dikuasai  etnis Kurdi lainnya di Irak utara.Dalam referendum ini, pemilih  akan ditanya; &amp;rdquo;Apakah Anda ingin wilayah Kurdistan dan daerah Kurdi di  luar wilayah tersebut menjadi negara merdeka?&amp;rdquo;.Hasil resmi referendum kemungkinan akan keluar pada hari Selasa besok.Sementara  itu, ketegangan menyelimuti susana sejak sehari sebelum referendum  digelar. Selain Irak, Iran, Turki dan Suriah khawatir referendum ini  akan berbuntut pada pisahnya wilayah Kurdistan dari Irak. Hanya Israel  yang terang-terangan mendukung referendum ini.Iran telah  menghentikan penerbangan ke dan dari bandara Kurdistan Irak atas  permintaan pemerintah pusat di Baghdad. Teheran juga telah menggelar  latihan perang secara masif di dekat perbatasan Irak.Sedangkan Turki telah memperingatkan bahwa referendum Kurdi bisa memicu sanksi kepada pemerintah otonom Kurdistan.Amerika  Serikat dan PBB juga telah mengecam referendum tersebut. PBB telah  memperingatkan efek destabilisasi jika referendum tetap digelar.  Sedangkan Washington khawatir referendum kemerdekaan Kurdi akan memicu  kerusuhan regional dan mengalihkan perhatian dari kampanye perang  melawan ISIS.</content:encoded></item></channel></rss>
