<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tegas! Turki Bakal Kerahkan Semua Upaya Antisipasi Ancaman Jika Kurdi Irak Merdeka</title><description>Turki tidak mengakui referendum tersebut dan akan  menganggap hasilnya tidak berlaku.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/25/18/1782581/tegas-turki-bakal-kerahkan-semua-upaya-antisipasi-ancaman-jika-kurdi-irak-merdeka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/25/18/1782581/tegas-turki-bakal-kerahkan-semua-upaya-antisipasi-ancaman-jika-kurdi-irak-merdeka"/><item><title>Tegas! Turki Bakal Kerahkan Semua Upaya Antisipasi Ancaman Jika Kurdi Irak Merdeka</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/25/18/1782581/tegas-turki-bakal-kerahkan-semua-upaya-antisipasi-ancaman-jika-kurdi-irak-merdeka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/25/18/1782581/tegas-turki-bakal-kerahkan-semua-upaya-antisipasi-ancaman-jika-kurdi-irak-merdeka</guid><pubDate>Senin 25 September 2017 15:41 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/25/18/1782581/keras-turki-bakal-kerahkan-semua-upaya-antisipasi-ancaman-jika-kurdi-irak-merdeka-r9m4oFzZf8.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Spanduk tentang referendum Kurdi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/25/18/1782581/keras-turki-bakal-kerahkan-semua-upaya-antisipasi-ancaman-jika-kurdi-irak-merdeka-r9m4oFzZf8.JPG</image><title>Spanduk tentang referendum Kurdi. (Foto: Reuters)</title></images><description>ANKARA - Turki mengultimatum akan mengerahkan semua upaya  yang sesuai dengan hukum internasional, jika referendum kemerdekaan  Kurdi Irak ternyata menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional  Turki. Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan  menuturkan, pihaknya tidak mengakui referendum tersebut dan akan  menganggap hasilnya tidak berlaku. Mereka juga menyebut pemerintah Kurdi  Irak atau KRG mengancam perdamaian dan stabilitas Irak, serta seluruh  wilayah dengan menggelar referendum itu.Kemlu Turki, dalam  pernyataanya juga memperingatkan kemungkinan adanya unsur radikal dan  teroris yang terlibat dalam tindakan yang menargetkan keamanan nasional  Turki setelah referendum tersebut.&quot;Kami menekankan lagi bahwa  kita akan mengambil semua tindakan yang perlu sesuai hukum internasional  dan otoritas Turki dalam menghadapi setiap ancaman terhadap keamanan  nasional kita, dan pada umumnya juga keamanan Irak,&quot; kata kementerian  itu, seperti dilansir Reuters, Senin (25/9).
(Baca juga: Walah! Referendum Kemerdekaan Kurdi Irak Dimulai di Tengah Ketegangan)Dalam sebuah  pernyataan terpisah, kementerian tersebut mengatakan, pihaknya sangat  menganjurkan agar warga Turki di provinsi Dzhuk, Erbil, dan Sulaimaniya  di Irak harus pergi sesegera mungkin dari wilayah itu, jika mereka tidak  berkewajiban untuk tinggal.Seperti diketahui, rakyat Kurdi Irak  mulai memberikan suaranya dalam referendum kemerdekaan hari ini.  Pemerintah di wilayah otonomi itu nekat menggelar referendum di tengah  ketegangan dan kecaman dari sejumlah negara.
(Baca juga: Nah! Wapres Irak Anggap Kemerdekaan Kurdi Akan Memunculkan Israel Kedua)Jajak pendapat  dibuka pukul 05.00 GMT atau sekitar pukul 12.00 WIB dan berlangsung di  daerah yang disengketakan antara Kota Erbil utara dan Ibu Kota Baghdad.  Referendum juga digelar di Provinsi Kirkuk yang kaya minyak dan  multietnis.</description><content:encoded>ANKARA - Turki mengultimatum akan mengerahkan semua upaya  yang sesuai dengan hukum internasional, jika referendum kemerdekaan  Kurdi Irak ternyata menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional  Turki. Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan  menuturkan, pihaknya tidak mengakui referendum tersebut dan akan  menganggap hasilnya tidak berlaku. Mereka juga menyebut pemerintah Kurdi  Irak atau KRG mengancam perdamaian dan stabilitas Irak, serta seluruh  wilayah dengan menggelar referendum itu.Kemlu Turki, dalam  pernyataanya juga memperingatkan kemungkinan adanya unsur radikal dan  teroris yang terlibat dalam tindakan yang menargetkan keamanan nasional  Turki setelah referendum tersebut.&quot;Kami menekankan lagi bahwa  kita akan mengambil semua tindakan yang perlu sesuai hukum internasional  dan otoritas Turki dalam menghadapi setiap ancaman terhadap keamanan  nasional kita, dan pada umumnya juga keamanan Irak,&quot; kata kementerian  itu, seperti dilansir Reuters, Senin (25/9).
(Baca juga: Walah! Referendum Kemerdekaan Kurdi Irak Dimulai di Tengah Ketegangan)Dalam sebuah  pernyataan terpisah, kementerian tersebut mengatakan, pihaknya sangat  menganjurkan agar warga Turki di provinsi Dzhuk, Erbil, dan Sulaimaniya  di Irak harus pergi sesegera mungkin dari wilayah itu, jika mereka tidak  berkewajiban untuk tinggal.Seperti diketahui, rakyat Kurdi Irak  mulai memberikan suaranya dalam referendum kemerdekaan hari ini.  Pemerintah di wilayah otonomi itu nekat menggelar referendum di tengah  ketegangan dan kecaman dari sejumlah negara.
(Baca juga: Nah! Wapres Irak Anggap Kemerdekaan Kurdi Akan Memunculkan Israel Kedua)Jajak pendapat  dibuka pukul 05.00 GMT atau sekitar pukul 12.00 WIB dan berlangsung di  daerah yang disengketakan antara Kota Erbil utara dan Ibu Kota Baghdad.  Referendum juga digelar di Provinsi Kirkuk yang kaya minyak dan  multietnis.</content:encoded></item></channel></rss>
