<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PBB: Dunia Harus Membantu Pengungsi Rohingya yang Trauma dan Dalam Kondisi Sulit!</title><description>Kondisi pengungsi Rohingnya di Bangladesh kian memburuk, kecuali jika bantuan ditingkatkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/26/18/1783251/pbb-dunia-harus-membantu-pengungsi-rohingya-yang-trauma-dan-dalam-kondisi-sulit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/26/18/1783251/pbb-dunia-harus-membantu-pengungsi-rohingya-yang-trauma-dan-dalam-kondisi-sulit"/><item><title>PBB: Dunia Harus Membantu Pengungsi Rohingya yang Trauma dan Dalam Kondisi Sulit!</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/26/18/1783251/pbb-dunia-harus-membantu-pengungsi-rohingya-yang-trauma-dan-dalam-kondisi-sulit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/26/18/1783251/pbb-dunia-harus-membantu-pengungsi-rohingya-yang-trauma-dan-dalam-kondisi-sulit</guid><pubDate>Selasa 26 September 2017 14:38 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/26/18/1783251/pbb-dunia-harus-membantu-pengungsi-rohingya-yang-trauma-dan-dalam-kondisi-sulit-HnfXVSJmwC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengungsi Rohingya. (Foto: STR/AFP/Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/26/18/1783251/pbb-dunia-harus-membantu-pengungsi-rohingya-yang-trauma-dan-dalam-kondisi-sulit-HnfXVSJmwC.jpg</image><title>Pengungsi Rohingya. (Foto: STR/AFP/Getty Images)</title></images><description>DHAKA - Kondisi pengungsi Rohingnya di Bangladesh kian memburuk, kecuali jika bantuan ditingkatkan. Peringatan itu diungkapkan Komisioner Tinggi  Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) Filippo Grandi saat  konferensi pers di Bangladesh kemarin.   Kekerasan di Myanmar telah memaksa 436.000 muslim Rohingnya melarikan  diri ke Bangladesh. Kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar dan  eksodus pengungsi itu merupakan krisis terbesar dalam pemerintahan yang  dipimpin peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi sejak dia berkuasa  tahun lalu.
Situasi di Myanmar juga mengancam kekompakan Asosiasi  Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) karena Malaysia menolak pernyataan  tentang situasi Myanmar dari Ketua ASEAN yang kini dipegang oleh  Filipina. Menurut Malaysia, pernyataan ASEAN itu salah menunjukkan  kenyataan di Myanmar.  &amp;ldquo;Solusi bagi krisis ini terletak pada Myanmar. Tapi, hingga itu terjadi  dunia harus membantu para pengungsi yang sangat trauma itu menghadapi  kondisi sulit,&amp;rdquo; ungkap Grandi, dikutip kantor berita Reuters.
(Baca: Sssstt... Myanmar Tersinggung Dicap Lakukan Genosida Etnis Rohingya)
Dia telah mengunjungi kamp-kamp pengungsi di bagian tenggara Bangladesh  tersebut. &amp;ldquo;Mereka telah melihat desa-desa dibakar, anggota keluarga  ditembak atau dibunuh, perempuan dan gadis mengalami perlakuan brutal,&amp;rdquo;  kata Grandi.
Dia menyerukan bantuan segera ditingkatkan. Grandi juga  berterima kasih pada Bangladesh yang tetap membuka perbatasannya.
Myanmar yang mayoritas Buddha menilai muslim Rohingnya sebagai imigran  ilegal dari Bangladesh. Pertempuran antara militan dan pasukan  pemerintah juga sudah terjadi selama beberapa dekade terakhir.   Kekerasan terbaru terjadi pada 25 Agustus saat para militan dari  kelompok Arakan Rohingnya Salvation Army (ARSA) menyerang sekitar 30 pos  polisi dan satu kamp militer.
(Baca juga: Ya Ampun! Tentara Myanmar Diduga Memperkosa Wanita Rohingya, Ini Keterangan Dokter PBB)
PBB menilai operasi militer itu sebagai  pembersihan etnik. Para pengungsi dan kelompok hak asasi manusia (HAM)  juga menuduh pasukan Myanmar dan warga memicu kekerasan dan pembakaran  untuk memaksa Rohingnya pergi dari wilayah tersebut. Amerika Serikat  (AS) menyatakan, aksi Myanmar sangat berlebihan dan mendesak agar  kekerasan segera dihentikan.   Myanmar menolak tuduhan pembersihan etnik tersebut. Adapun minoritas  Hindu di Myanmar terjebak dalam konflik tersebut. Beberapa dari mereka  juga melarikan diri ke Bangladesh dan mengeluhkan kekerasan terhadap  mereka oleh para tentara atau warga Myanmar garis keras. Beberapa  minoritas Hindu juga mengaku diserang militan karena dianggap sebagai  mata-mata pemerintah Myanmar. Otoritas Myanmar me-nemukan jasad 45 warga  Hindu yang dikubur di luar desa di utara Rakhine. ARSA dituduh sebagai  pelaku pembunuhan.Meski demikian, ARSA menyangkal tuduhan tersebut. Menurut ARSA, kelompok   nasionalis Buddha ingin memecah belah antara warga Hindu dan muslim.   &amp;ldquo;ARSA telah berjanji pada dunia internasional untuk tidak menarget warga   sipil dan itu tetap tidak berubah, apa pun sebabnya,&amp;rdquo; ungkap juru   bicara ARSA. Juru bicara pemerintah, Zaw Htay, menyatakan, Myanmar telah   meminta Bangladesh mengirim para pengungsi Hindu itu kembali ke   Myanmar. Suu Kyi menyatakan, para pengungsi yang diverifikasi dari   Myanmar dapat kembali sesuai kesepakatan dengan Bangladesh pada 1993.   Reporter Reuters di Bangladesh menyatakan, pengungsi Rohingnya masih   tiba di sana, sekitar 50 orang kemarin. Myanmar merupakan anggota ASEAN.   Malaysia menyatakan tak terkait dengan pernyataan yang dikeluarkan   ASEAN karena dianggap tidak mewakili situasi sebenarnya dan tidak   menyebut Rohingnya sebagai salah satu komunitas yang terkena dampak.   Myanmar keberatan dengan istilah Rohingnya. Menurut mereka, muslim   Rakhine bukan kelompok etnis berbeda. Bulan ini Malaysia memanggil duta   besar Myanmar untuk menyatakan keberatan atas kekerasan yang terjadi di   Rakhine.</description><content:encoded>DHAKA - Kondisi pengungsi Rohingnya di Bangladesh kian memburuk, kecuali jika bantuan ditingkatkan. Peringatan itu diungkapkan Komisioner Tinggi  Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) Filippo Grandi saat  konferensi pers di Bangladesh kemarin.   Kekerasan di Myanmar telah memaksa 436.000 muslim Rohingnya melarikan  diri ke Bangladesh. Kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar dan  eksodus pengungsi itu merupakan krisis terbesar dalam pemerintahan yang  dipimpin peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi sejak dia berkuasa  tahun lalu.
Situasi di Myanmar juga mengancam kekompakan Asosiasi  Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) karena Malaysia menolak pernyataan  tentang situasi Myanmar dari Ketua ASEAN yang kini dipegang oleh  Filipina. Menurut Malaysia, pernyataan ASEAN itu salah menunjukkan  kenyataan di Myanmar.  &amp;ldquo;Solusi bagi krisis ini terletak pada Myanmar. Tapi, hingga itu terjadi  dunia harus membantu para pengungsi yang sangat trauma itu menghadapi  kondisi sulit,&amp;rdquo; ungkap Grandi, dikutip kantor berita Reuters.
(Baca: Sssstt... Myanmar Tersinggung Dicap Lakukan Genosida Etnis Rohingya)
Dia telah mengunjungi kamp-kamp pengungsi di bagian tenggara Bangladesh  tersebut. &amp;ldquo;Mereka telah melihat desa-desa dibakar, anggota keluarga  ditembak atau dibunuh, perempuan dan gadis mengalami perlakuan brutal,&amp;rdquo;  kata Grandi.
Dia menyerukan bantuan segera ditingkatkan. Grandi juga  berterima kasih pada Bangladesh yang tetap membuka perbatasannya.
Myanmar yang mayoritas Buddha menilai muslim Rohingnya sebagai imigran  ilegal dari Bangladesh. Pertempuran antara militan dan pasukan  pemerintah juga sudah terjadi selama beberapa dekade terakhir.   Kekerasan terbaru terjadi pada 25 Agustus saat para militan dari  kelompok Arakan Rohingnya Salvation Army (ARSA) menyerang sekitar 30 pos  polisi dan satu kamp militer.
(Baca juga: Ya Ampun! Tentara Myanmar Diduga Memperkosa Wanita Rohingya, Ini Keterangan Dokter PBB)
PBB menilai operasi militer itu sebagai  pembersihan etnik. Para pengungsi dan kelompok hak asasi manusia (HAM)  juga menuduh pasukan Myanmar dan warga memicu kekerasan dan pembakaran  untuk memaksa Rohingnya pergi dari wilayah tersebut. Amerika Serikat  (AS) menyatakan, aksi Myanmar sangat berlebihan dan mendesak agar  kekerasan segera dihentikan.   Myanmar menolak tuduhan pembersihan etnik tersebut. Adapun minoritas  Hindu di Myanmar terjebak dalam konflik tersebut. Beberapa dari mereka  juga melarikan diri ke Bangladesh dan mengeluhkan kekerasan terhadap  mereka oleh para tentara atau warga Myanmar garis keras. Beberapa  minoritas Hindu juga mengaku diserang militan karena dianggap sebagai  mata-mata pemerintah Myanmar. Otoritas Myanmar me-nemukan jasad 45 warga  Hindu yang dikubur di luar desa di utara Rakhine. ARSA dituduh sebagai  pelaku pembunuhan.Meski demikian, ARSA menyangkal tuduhan tersebut. Menurut ARSA, kelompok   nasionalis Buddha ingin memecah belah antara warga Hindu dan muslim.   &amp;ldquo;ARSA telah berjanji pada dunia internasional untuk tidak menarget warga   sipil dan itu tetap tidak berubah, apa pun sebabnya,&amp;rdquo; ungkap juru   bicara ARSA. Juru bicara pemerintah, Zaw Htay, menyatakan, Myanmar telah   meminta Bangladesh mengirim para pengungsi Hindu itu kembali ke   Myanmar. Suu Kyi menyatakan, para pengungsi yang diverifikasi dari   Myanmar dapat kembali sesuai kesepakatan dengan Bangladesh pada 1993.   Reporter Reuters di Bangladesh menyatakan, pengungsi Rohingnya masih   tiba di sana, sekitar 50 orang kemarin. Myanmar merupakan anggota ASEAN.   Malaysia menyatakan tak terkait dengan pernyataan yang dikeluarkan   ASEAN karena dianggap tidak mewakili situasi sebenarnya dan tidak   menyebut Rohingnya sebagai salah satu komunitas yang terkena dampak.   Myanmar keberatan dengan istilah Rohingnya. Menurut mereka, muslim   Rakhine bukan kelompok etnis berbeda. Bulan ini Malaysia memanggil duta   besar Myanmar untuk menyatakan keberatan atas kekerasan yang terjadi di   Rakhine.</content:encoded></item></channel></rss>
