<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Makin Panas! Korut Mobilisasi Pesawat Tempur Setelah Pembom AS Bermanuver</title><description>Pada hari Sabtu, 23 September,  AS menerbangkan pesawat pembom B-1B Lancer dari Pangkalan Angkatan Udara  Anderson di Guam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/26/18/1783273/makin-panas-korut-mobilisasi-pesawat-tempur-setelah-pembom-as-bermanuver</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/26/18/1783273/makin-panas-korut-mobilisasi-pesawat-tempur-setelah-pembom-as-bermanuver"/><item><title>Makin Panas! Korut Mobilisasi Pesawat Tempur Setelah Pembom AS Bermanuver</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/26/18/1783273/makin-panas-korut-mobilisasi-pesawat-tempur-setelah-pembom-as-bermanuver</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/26/18/1783273/makin-panas-korut-mobilisasi-pesawat-tempur-setelah-pembom-as-bermanuver</guid><pubDate>Selasa 26 September 2017 15:03 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/26/18/1783273/makin-panas-korut-mobilisasi-pesawat-tempur-setelah-pembom-as-bermanuver-6EMNBmW5X6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembom AS bermanuver di Semenanjung Korea. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/26/18/1783273/makin-panas-korut-mobilisasi-pesawat-tempur-setelah-pembom-as-bermanuver-6EMNBmW5X6.jpg</image><title>Pembom AS bermanuver di Semenanjung Korea. (Foto: Reuters)</title></images><description>SEOUL - Korea Utara (Korut) memobilisasi rombongan  pesawat tempur dan memperkuat sistem pertahanan pesisirnya setelah pekan  lalu pesawat pembom B-1B Amerika Serikat (AS) bermanuver di Semenanjung  Korea. Aktivitas militer Pyongyang ini diungkap intelijen Korea Selatan  (AS) yang melakukan pemantauan.Pada hari Sabtu, 23 September,  AS menerbangkan pesawat pembom B-1B Lancer dari Pangkalan Angkatan Udara  Anderson di Guam. Pesawat pembom canggih ini dikawal oleh pesawat  tempur F-15 yang terbang dari pangkalan AS di Jepang.
(Baca juga: Ngeri! Jika Perang AS-Korut Pecah, 20 Ribu Orang di Korsel Terbunuh Setiap Harinya)Meski  manuver pesawat B-1B Pentagon itu berlangsung di sepanjang wilayah udara  internasional, namun lokasinya berada di dekat wilayah Korut. Pyongyang  sendiri memiliki sistem radar yang mampu mendeteksi pesawat asing dalam  kisaran 600 km, namun diragukan Korsel.Dinas Intelijen Nasional  Korea Selatan (NIS) dalam sebuah briefing di parlemen mengatakan bahwa  Pyongyang terlihat menyesuaikan kembali sistem persenjataannya.
(Baca juga: Korut Tuding AS Umumkan Perang, Ternyata Ini Penyebabnya)Lee  Cheol-woo, Kepala Komite Intelijen Parlemen Korsel, mengatakan  penyesuaian itu disebabkan oleh fakta bahwa Korea Utara tidak memiliki  sistem pendeteksi pesawat asing, termasuk penerbangan terbaru pesawat  pembom AS.&amp;rdquo;Kami (anggota parlemen) mendengar (dari NIS) bahwa  saat penerbangan mendekati tengah malam, Korut mungkin tidak  mengantisipasi hal itu sama sekali, atau Korut mungkin tidak dapat  mengambil tindakan karena tidak memiliki (kemampun) atau sistem yang  tidak dapat mendeteksi dengan jelas,&amp;rdquo; kata Lee, seperti dilansir IB Times,&amp;nbsp; Selasa (26/9/2017).Pengungkapan  intelijen tersebut terjadi di tengah ancaman Korut yang  akan menembak  jatuh pesawat pembom Washington. Menteri Luar Negeri  Korut Ri Yong-ho  kepada wartawan di New York pada hari Senin, mengklaim  bahwa AS telah  mengumumkan perang terhadap Pyongyang sehingga menjadi  hak negaranya  untuk menembak jatuh pesawat pembom Pentagon termasuk  jika tidak berada  di wilayah udara Korut.Namun, Gedung Putih  telah menolak klaim  diplomat Pyongyang itu. Juru bicara Gedung Putih  Sarah Sanders menyebut  klaim tersebut tidak masuk akal.&amp;ldquo;Tidaklah  pantas bagi sebuah  negara untuk menembak jatuh pesawat negara lain  saat melintasi (wilayah  udara) perairan internasional. Tujuan kami  masih sama. Kami terus  mencari denuklirisasi damai semenanjung Korea,&amp;rdquo;  ujar Sanders.</description><content:encoded>SEOUL - Korea Utara (Korut) memobilisasi rombongan  pesawat tempur dan memperkuat sistem pertahanan pesisirnya setelah pekan  lalu pesawat pembom B-1B Amerika Serikat (AS) bermanuver di Semenanjung  Korea. Aktivitas militer Pyongyang ini diungkap intelijen Korea Selatan  (AS) yang melakukan pemantauan.Pada hari Sabtu, 23 September,  AS menerbangkan pesawat pembom B-1B Lancer dari Pangkalan Angkatan Udara  Anderson di Guam. Pesawat pembom canggih ini dikawal oleh pesawat  tempur F-15 yang terbang dari pangkalan AS di Jepang.
(Baca juga: Ngeri! Jika Perang AS-Korut Pecah, 20 Ribu Orang di Korsel Terbunuh Setiap Harinya)Meski  manuver pesawat B-1B Pentagon itu berlangsung di sepanjang wilayah udara  internasional, namun lokasinya berada di dekat wilayah Korut. Pyongyang  sendiri memiliki sistem radar yang mampu mendeteksi pesawat asing dalam  kisaran 600 km, namun diragukan Korsel.Dinas Intelijen Nasional  Korea Selatan (NIS) dalam sebuah briefing di parlemen mengatakan bahwa  Pyongyang terlihat menyesuaikan kembali sistem persenjataannya.
(Baca juga: Korut Tuding AS Umumkan Perang, Ternyata Ini Penyebabnya)Lee  Cheol-woo, Kepala Komite Intelijen Parlemen Korsel, mengatakan  penyesuaian itu disebabkan oleh fakta bahwa Korea Utara tidak memiliki  sistem pendeteksi pesawat asing, termasuk penerbangan terbaru pesawat  pembom AS.&amp;rdquo;Kami (anggota parlemen) mendengar (dari NIS) bahwa  saat penerbangan mendekati tengah malam, Korut mungkin tidak  mengantisipasi hal itu sama sekali, atau Korut mungkin tidak dapat  mengambil tindakan karena tidak memiliki (kemampun) atau sistem yang  tidak dapat mendeteksi dengan jelas,&amp;rdquo; kata Lee, seperti dilansir IB Times,&amp;nbsp; Selasa (26/9/2017).Pengungkapan  intelijen tersebut terjadi di tengah ancaman Korut yang  akan menembak  jatuh pesawat pembom Washington. Menteri Luar Negeri  Korut Ri Yong-ho  kepada wartawan di New York pada hari Senin, mengklaim  bahwa AS telah  mengumumkan perang terhadap Pyongyang sehingga menjadi  hak negaranya  untuk menembak jatuh pesawat pembom Pentagon termasuk  jika tidak berada  di wilayah udara Korut.Namun, Gedung Putih  telah menolak klaim  diplomat Pyongyang itu. Juru bicara Gedung Putih  Sarah Sanders menyebut  klaim tersebut tidak masuk akal.&amp;ldquo;Tidaklah  pantas bagi sebuah  negara untuk menembak jatuh pesawat negara lain  saat melintasi (wilayah  udara) perairan internasional. Tujuan kami  masih sama. Kami terus  mencari denuklirisasi damai semenanjung Korea,&amp;rdquo;  ujar Sanders.</content:encoded></item></channel></rss>
