<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Liga Arab: Masih Mungkin Membendung Dampak Referendum Kurdi, Asalkan...</title><description>Liga Arab menyesalkan diadakannya  referendum kemerdekaan di wilayah Kurdi Irak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/27/18/1783949/liga-arab-masih-mungkin-membendung-dampak-referendum-kurdi-asalkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/27/18/1783949/liga-arab-masih-mungkin-membendung-dampak-referendum-kurdi-asalkan"/><item><title>Liga Arab: Masih Mungkin Membendung Dampak Referendum Kurdi, Asalkan...</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/27/18/1783949/liga-arab-masih-mungkin-membendung-dampak-referendum-kurdi-asalkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/27/18/1783949/liga-arab-masih-mungkin-membendung-dampak-referendum-kurdi-asalkan</guid><pubDate>Rabu 27 September 2017 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/27/18/1783949/liga-arab-masih-mungkin-membendung-dampak-referendum-kurdi-asalkan-wFCcfn44no.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Para pendukung referendum Kurdi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/27/18/1783949/liga-arab-masih-mungkin-membendung-dampak-referendum-kurdi-asalkan-wFCcfn44no.JPG</image><title>Para pendukung referendum Kurdi. (Foto: Reuters)</title></images><description>KAIRO - Liga Arab menyesalkan diadakannya  referendum kemerdekaan di wilayah Kurdi Irak. Liga Arab adalah salah  satu pihak yang menolak adanya referendum itu.Dalam sebuah  pernyataan, organisasi yang berbasis di Kairo menyerukan kepada  warga Irak untuk memperbaiki keretakan dan melakukan dialog di bawah  jaminan Liga Arab, dan dunia internasional untuk menyelesaikan masalah  yang ada.&quot;Masih mungkin untuk membendung dampak dari (referendum), asalkan pihak yang bersangkutan bertindak dengan kebijaksanaan dan  tanggung jawab,&quot; kata Sekretaris Jenderal Liga Ahmed Abul-Ghei.Seperti  dilansir Anadolu Agency pada Rabu (27/9), ja juga mengkritik upaya oleh  beberapa pihak untuk memicu perpecahan dan konflik di wilayah  tersebut.
(Baca juga: Waduh! Meski Ditentang, Jumlah Pemilih untuk Referendum Kemerdekaan Kurdi Capai 72%)&quot;Tujuan orang Kurdi di Irak hanya akan dicapai di Irak  bersatu, federal, demokratis berdasarkan penghormatan terhadap  konstitusi, kesetaraan dan kewarganegaraan,&quot; katanya.Pada hari  Senin, warga Irak di daerah yang berada di bawah kendali Pemerintah  Daerah Kurdistan (KRG) serta wilayah yang diperdebatkan antara Baghdad  dan Erbil mengikuti sebuah referendum mengenai apakah akan memisahkan  diri dari Irak.
(Baca juga: Nah! Wapres Irak Anggap Kemerdekaan Kurdi Akan Memunculkan Israel Kedua)Irak, Turki, Iran, Amerika Serikat (AS), dan PBB  telah berbicara menentang jajak pendapat tersebut, dengan mengatakan  bahwa hal itu hanya akan mengalihkan perhatian dalamm upaya melawan  ISIS, dan selanjutnya membuat kawasan tersebut tidak stabil.
Pemerintah  pusat Irak telah mengancam untuk melakukan intervensi secara militer  jika suara tersebut mengarah pada kekerasan. Presiden KRG Masoud Barzani  sendiri mengatakan, kemenangan dalam referendum itu tidak akan  menghasilkan deklarasi kemerdekaan secara otomatis, namun hanya akan  mengarah pada perundingan lebih lanjut dengan Baghdad.</description><content:encoded>KAIRO - Liga Arab menyesalkan diadakannya  referendum kemerdekaan di wilayah Kurdi Irak. Liga Arab adalah salah  satu pihak yang menolak adanya referendum itu.Dalam sebuah  pernyataan, organisasi yang berbasis di Kairo menyerukan kepada  warga Irak untuk memperbaiki keretakan dan melakukan dialog di bawah  jaminan Liga Arab, dan dunia internasional untuk menyelesaikan masalah  yang ada.&quot;Masih mungkin untuk membendung dampak dari (referendum), asalkan pihak yang bersangkutan bertindak dengan kebijaksanaan dan  tanggung jawab,&quot; kata Sekretaris Jenderal Liga Ahmed Abul-Ghei.Seperti  dilansir Anadolu Agency pada Rabu (27/9), ja juga mengkritik upaya oleh  beberapa pihak untuk memicu perpecahan dan konflik di wilayah  tersebut.
(Baca juga: Waduh! Meski Ditentang, Jumlah Pemilih untuk Referendum Kemerdekaan Kurdi Capai 72%)&quot;Tujuan orang Kurdi di Irak hanya akan dicapai di Irak  bersatu, federal, demokratis berdasarkan penghormatan terhadap  konstitusi, kesetaraan dan kewarganegaraan,&quot; katanya.Pada hari  Senin, warga Irak di daerah yang berada di bawah kendali Pemerintah  Daerah Kurdistan (KRG) serta wilayah yang diperdebatkan antara Baghdad  dan Erbil mengikuti sebuah referendum mengenai apakah akan memisahkan  diri dari Irak.
(Baca juga: Nah! Wapres Irak Anggap Kemerdekaan Kurdi Akan Memunculkan Israel Kedua)Irak, Turki, Iran, Amerika Serikat (AS), dan PBB  telah berbicara menentang jajak pendapat tersebut, dengan mengatakan  bahwa hal itu hanya akan mengalihkan perhatian dalamm upaya melawan  ISIS, dan selanjutnya membuat kawasan tersebut tidak stabil.
Pemerintah  pusat Irak telah mengancam untuk melakukan intervensi secara militer  jika suara tersebut mengarah pada kekerasan. Presiden KRG Masoud Barzani  sendiri mengatakan, kemenangan dalam referendum itu tidak akan  menghasilkan deklarasi kemerdekaan secara otomatis, namun hanya akan  mengarah pada perundingan lebih lanjut dengan Baghdad.</content:encoded></item></channel></rss>
