<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Era Keterbukaan Informasi, Jokowi: Media Sosial Sangat Terbuka Bebas untuk Infiltrasi</title><description>Akibatnya, ideologi Pancasila yang mempersatukan pun terlupakan</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/27/337/1783441/era-keterbukaan-informasi-jokowi-media-sosial-sangat-terbuka-bebas-untuk-infiltrasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/27/337/1783441/era-keterbukaan-informasi-jokowi-media-sosial-sangat-terbuka-bebas-untuk-infiltrasi"/><item><title>Era Keterbukaan Informasi, Jokowi: Media Sosial Sangat Terbuka Bebas untuk Infiltrasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/27/337/1783441/era-keterbukaan-informasi-jokowi-media-sosial-sangat-terbuka-bebas-untuk-infiltrasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/27/337/1783441/era-keterbukaan-informasi-jokowi-media-sosial-sangat-terbuka-bebas-untuk-infiltrasi</guid><pubDate>Rabu 27 September 2017 05:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmy Fotaleno</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/26/337/1783441/era-keterbukaan-informasi-jokowi-media-sosial-sangat-terbuka-bebas-untuk-infiltrasi-0S1hoWbEXn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/26/337/1783441/era-keterbukaan-informasi-jokowi-media-sosial-sangat-terbuka-bebas-untuk-infiltrasi-0S1hoWbEXn.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (Foto: Okezone)</title></images><description>BALI - Di era keterbukaan informasi saat ini, patut diwaspadai upaya-upaya yang dapat memecah kesatuan bangsa.

Olehnya itu, Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada masyarakat untuk waspada karena keterbukaan tersebut bisa saja memberi celah upaya infiltrasi ideologi yang tidak disadari.

&quot;Sekarang ini telah terjadi infiltrasi ideologi yang ingin menggantikan Pancasila dan memecah belah kita,&quot; ujar Presiden Jokowi seperti dikutip dari siaran pers yang dikeluarkan Humas Kemensetneg.

Menurutnya, keterbukaan tidak bisa dihindari sehingga media sosial sangat terbuka bebas untuk infiltrasi yang tidak disadari infiltrasi tersebut dilakukan dengan beragam cara, salah satunya yang berkedok kebaikan berkemas kekinian.

&quot;Akibatnya, ideologi Pancasila yang mempersatukan pun terlupakan. Banyak dari kita yang terbuai oleh itu sehingga kita lupa telah memiliki Pancasila,&quot; ungkapnya.(fin)</description><content:encoded>BALI - Di era keterbukaan informasi saat ini, patut diwaspadai upaya-upaya yang dapat memecah kesatuan bangsa.

Olehnya itu, Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada masyarakat untuk waspada karena keterbukaan tersebut bisa saja memberi celah upaya infiltrasi ideologi yang tidak disadari.

&quot;Sekarang ini telah terjadi infiltrasi ideologi yang ingin menggantikan Pancasila dan memecah belah kita,&quot; ujar Presiden Jokowi seperti dikutip dari siaran pers yang dikeluarkan Humas Kemensetneg.

Menurutnya, keterbukaan tidak bisa dihindari sehingga media sosial sangat terbuka bebas untuk infiltrasi yang tidak disadari infiltrasi tersebut dilakukan dengan beragam cara, salah satunya yang berkedok kebaikan berkemas kekinian.

&quot;Akibatnya, ideologi Pancasila yang mempersatukan pun terlupakan. Banyak dari kita yang terbuai oleh itu sehingga kita lupa telah memiliki Pancasila,&quot; ungkapnya.(fin)</content:encoded></item></channel></rss>
