<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Awasi Aliran Dana ISIS di Indonesia, Ini Pesan PPATK pada Lembaga Dakwah Bila Terima Dana Besar  </title><description>Bahwa organisasi nirlaba bisa terseret ke dalam jaringan terorisme kalau tidak berhati-hati dalam menerima sumbangan dana.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/28/337/1784162/awasi-aliran-dana-isis-di-indonesia-ini-pesan-ppatk-pada-lembaga-dakwah-bila-terima-dana-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/28/337/1784162/awasi-aliran-dana-isis-di-indonesia-ini-pesan-ppatk-pada-lembaga-dakwah-bila-terima-dana-besar"/><item><title>Awasi Aliran Dana ISIS di Indonesia, Ini Pesan PPATK pada Lembaga Dakwah Bila Terima Dana Besar  </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/28/337/1784162/awasi-aliran-dana-isis-di-indonesia-ini-pesan-ppatk-pada-lembaga-dakwah-bila-terima-dana-besar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/28/337/1784162/awasi-aliran-dana-isis-di-indonesia-ini-pesan-ppatk-pada-lembaga-dakwah-bila-terima-dana-besar</guid><pubDate>Kamis 28 September 2017 05:54 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/27/337/1784162/awasi-aliran-dana-isis-di-indonesia-ini-pesan-ppatk-pada-lembaga-dakwah-bila-terima-dana-besar-oM1m22pBf4.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/27/337/1784162/awasi-aliran-dana-isis-di-indonesia-ini-pesan-ppatk-pada-lembaga-dakwah-bila-terima-dana-besar-oM1m22pBf4.jpg</image><title></title></images><description>
Awasi Aliran Dana ISIS di Indonesia, Ini Pesan PPATK pada Lembaga Dakwah Bila Terima Dana Besar &amp;nbsp;
JAKARTA - Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan lembaganya terus menelusuri aliran dana jaringan terorisme yang terafiliasi dengan ISIS, termasuk di antaranya yang berkedok sebagai lembaga dakwah.
&quot;Tidak semua lembaga dakwah seperti itu, tergantung motifnya. Oleh karena itu, Densus 88 Polri sangat hati-hati,&quot; katanya, saat peluncuran buku putih tentang pemetaan risiko pendanaan terorisme yang berafiliasi ISIS, di Jakarta, Rabu (27/9/2017) .
Ia menambahkan bahwa organisasi nirlaba bisa terseret ke dalam jaringan terorisme kalau tidak berhati-hati dalam menerima sumbangan dana.
&quot;Kalau ada lembaga dakwah yang mendapat sumbangan dana, jangan langsung diterima. Tetapi kenali dulu. Ini perlu kerja sama BNPT, BIN dan Densus 88 Polri,&quot; tuturnya.
Di tempat yang sama Kepala Badan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengungkapkan, kasus pendanaan terorisme yang terafiliasi dengan kelompok ISIS terus meningkat sejak 2014.
&quot;Meningkatnya jumlah penanganan perkara sejak 2014 menunjukkan ISIS masih menjadi ancaman, khususnya di Indonesia,&quot; tandasnya. &amp;nbsp;(feb)

JAKARTA - Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan lembaganya terus menelusuri aliran dana jaringan terorisme yang terafiliasi dengan ISIS, termasuk di antaranya yang berkedok sebagai lembaga dakwah.
&quot;Tidak semua lembaga dakwah seperti itu, tergantung motifnya. Oleh karena itu, Densus 88 Polri sangat hati-hati,&quot; katanya, saat peluncuran buku putih tentang pemetaan risiko pendanaan terorisme yang berafiliasi ISIS, di Jakarta, Rabu (27/9/2017) .
Ia menambahkan bahwa organisasi nirlaba bisa terseret ke dalam jaringan terorisme kalau tidak berhati-hati dalam menerima sumbangan dana.
&quot;Kalau ada lembaga dakwah yang mendapat sumbangan dana, jangan langsung diterima. Tetapi kenali dulu. Ini perlu kerja sama BNPT, BIN dan Densus 88 Polri,&quot; tuturnya.
Di tempat yang sama Kepala Badan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengungkapkan, kasus pendanaan terorisme yang terafiliasi dengan kelompok ISIS terus meningkat sejak 2014.
&quot;Meningkatnya jumlah penanganan perkara sejak 2014 menunjukkan ISIS masih menjadi ancaman, khususnya di Indonesia,&quot; tandasnya. (feb)</description><content:encoded>
Awasi Aliran Dana ISIS di Indonesia, Ini Pesan PPATK pada Lembaga Dakwah Bila Terima Dana Besar &amp;nbsp;
JAKARTA - Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan lembaganya terus menelusuri aliran dana jaringan terorisme yang terafiliasi dengan ISIS, termasuk di antaranya yang berkedok sebagai lembaga dakwah.
&quot;Tidak semua lembaga dakwah seperti itu, tergantung motifnya. Oleh karena itu, Densus 88 Polri sangat hati-hati,&quot; katanya, saat peluncuran buku putih tentang pemetaan risiko pendanaan terorisme yang berafiliasi ISIS, di Jakarta, Rabu (27/9/2017) .
Ia menambahkan bahwa organisasi nirlaba bisa terseret ke dalam jaringan terorisme kalau tidak berhati-hati dalam menerima sumbangan dana.
&quot;Kalau ada lembaga dakwah yang mendapat sumbangan dana, jangan langsung diterima. Tetapi kenali dulu. Ini perlu kerja sama BNPT, BIN dan Densus 88 Polri,&quot; tuturnya.
Di tempat yang sama Kepala Badan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengungkapkan, kasus pendanaan terorisme yang terafiliasi dengan kelompok ISIS terus meningkat sejak 2014.
&quot;Meningkatnya jumlah penanganan perkara sejak 2014 menunjukkan ISIS masih menjadi ancaman, khususnya di Indonesia,&quot; tandasnya. &amp;nbsp;(feb)

JAKARTA - Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan lembaganya terus menelusuri aliran dana jaringan terorisme yang terafiliasi dengan ISIS, termasuk di antaranya yang berkedok sebagai lembaga dakwah.
&quot;Tidak semua lembaga dakwah seperti itu, tergantung motifnya. Oleh karena itu, Densus 88 Polri sangat hati-hati,&quot; katanya, saat peluncuran buku putih tentang pemetaan risiko pendanaan terorisme yang berafiliasi ISIS, di Jakarta, Rabu (27/9/2017) .
Ia menambahkan bahwa organisasi nirlaba bisa terseret ke dalam jaringan terorisme kalau tidak berhati-hati dalam menerima sumbangan dana.
&quot;Kalau ada lembaga dakwah yang mendapat sumbangan dana, jangan langsung diterima. Tetapi kenali dulu. Ini perlu kerja sama BNPT, BIN dan Densus 88 Polri,&quot; tuturnya.
Di tempat yang sama Kepala Badan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengungkapkan, kasus pendanaan terorisme yang terafiliasi dengan kelompok ISIS terus meningkat sejak 2014.
&quot;Meningkatnya jumlah penanganan perkara sejak 2014 menunjukkan ISIS masih menjadi ancaman, khususnya di Indonesia,&quot; tandasnya. (feb)</content:encoded></item></channel></rss>
