<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh! Lembaga Pertahanan RUSI Anggap Perang AS-Korut Kemungkinan Jadi Kenyataan</title><description>RUSI mengatakan, kemungkinan perang  antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) sekarang jadi hal  nyata.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/29/18/1785515/duh-lembaga-pertahanan-rusi-anggap-perang-as-korut-kemungkinan-jadi-kenyataan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/29/18/1785515/duh-lembaga-pertahanan-rusi-anggap-perang-as-korut-kemungkinan-jadi-kenyataan"/><item><title>Duh! Lembaga Pertahanan RUSI Anggap Perang AS-Korut Kemungkinan Jadi Kenyataan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/29/18/1785515/duh-lembaga-pertahanan-rusi-anggap-perang-as-korut-kemungkinan-jadi-kenyataan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/29/18/1785515/duh-lembaga-pertahanan-rusi-anggap-perang-as-korut-kemungkinan-jadi-kenyataan</guid><pubDate>Jum'at 29 September 2017 14:31 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/29/18/1785515/duh-lembaga-pertahanan-rusi-anggap-perang-as-korut-kemungkinan-jadi-kenyataan-qseYO0PA5k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Donald Trump dan Kim Jong-un. (Foto: Fox News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/29/18/1785515/duh-lembaga-pertahanan-rusi-anggap-perang-as-korut-kemungkinan-jadi-kenyataan-qseYO0PA5k.jpg</image><title>Donald Trump dan Kim Jong-un. (Foto: Fox News)</title></images><description>WASHINGTON - Lembaga think tank pertahanan  Royal United Services Institute (RUSI) mengatakan, kemungkinan perang  antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) sekarang jadi hal  nyata. Popularitas Presiden Donald Trump di AS akan meningkat jika dia  memerintahkan serangan terhadap Pyongyang.Menurut lembaga yang  berbasis di Inggris tersebut, Washington tidak dapat meluncurkan  serangan pencegahan terhadap kemampuan nuklir Pyongyang tanpa  memprovokasi perang yang lebih luas yang akan menyebabkan ratusan ribu  orang tewas.Dalam laporannya, RUSI memperingatkan soal krisis  yang didorong oleh kemajuan cepat dari teknologi rudal nuklir rezim Kim  Jong-un yang berkuasa di Korut. &amp;rdquo;Jika perang ini diluncurkan, maka tidak  akan (serangan) surgical atau singkat,&amp;rdquo; kata RUSI dalam laporannya, seperti dikutip dari The Time, Jumat (29/9/2017).
(Baca juga: Simak! Babak Baru Seteru AS-Korut, dari Saling Ancam hingga Deklarasi Perang)Kemungkinan  perang itu bisa terjadi karena salah satu pihak bisa memicu konflik.  Namun, ada indikasi pula bahwa administrasi Trump tidak rela rezim Kim  Jong-un yang dipersenjatai dengan rudal balistik antarbenua mampu  meluncurkan serangan yang menjangkau daratan AS.&amp;rdquo;Perang sekarang  kemungkinan nyata. Dengan Korea Utara yang membuat kemajuan pesat dalam  program rudal dan nuklirnya, waktunya tidak berada di pihak diplomasi,&amp;rdquo;  lanjut laporan RUSI. &amp;rdquo;Dengan adanya pilihan nyata ini, ada kemungkinan  nyata bahwa Trump akan memutuskan untuk menyelesaikan masalah Korea  Utara lebih cepat daripada nanti.&amp;rdquo;
(Baca juga: Ngeri! Jika Perang AS-Korut Pecah, 20 Ribu Orang di Korsel Terbunuh Setiap Harinya)Malcolm Chalmers, Wakil  Direktur Jenderal RUSI dan penulis laporan tersebut, mengemukakan  sejumlah cara berbeda di mana sebuah perang bisa dimulai. Salah satunya,  sebuah serangan yang dilakukan oleh Pyongyang jika mereka yakin bahwa  Washington merencanakan serangan mendadak atau pre-emptive. Serangan dari AS bisa terjadi jika rudal Pyongyang diuji tembak di dekat Guam atau California.Serangan  AS, sambung Chalmers, mungkin akan melibatkan serangan udara dan siber  skala besar yang diikuti oleh pembalasan besar-besaran dari Pyongyang di  Korea Selatan dan pangkalan AS di wilayah terdekat. &amp;rdquo;Korban dalam  konflik semacam itu kemungkinan akan mencapai ratusan ribu bahkan jika  tidak ada senjata nuklir yang digunakan,&amp;rdquo; tulis Chalmers.Jika  terjadi serangan mendadak, Inggris mungkin hanya memiliki beberapa  jam  untuk memutuskan bagaimana meresponsnya. Chalmers secara terbuka   mendesak Washington untuk mengesampingkan sebuah serangan preventif. &amp;ldquo;Keseimbangan   probabilitasnya adalah bahwa tidak akan ada perang, tapi ada bahaya   bahwa upaya Amerika untuk membuat ancamannya terdengar kredibel dapat   membuat Pyongyang menyerang,&amp;rdquo; lanjut Chalmers.Sebelumnya, Korea   Selatan mengatakan bahwa AS akan mengirim lebih banyak aset strategis   militernya ke Seoul. Deskripsi aset strategis militer itu kemungkinan   akan mencakup pesawat pembom B-52, pesawat jet tempur siluman, kapal   selam bertenaga nuklir dan kapal induk. Sedangkan Korut sendiri telah   memobilisasi pesawat tempurnya dan mengklaim merekrut 4,7 juta tentara   baru.</description><content:encoded>WASHINGTON - Lembaga think tank pertahanan  Royal United Services Institute (RUSI) mengatakan, kemungkinan perang  antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) sekarang jadi hal  nyata. Popularitas Presiden Donald Trump di AS akan meningkat jika dia  memerintahkan serangan terhadap Pyongyang.Menurut lembaga yang  berbasis di Inggris tersebut, Washington tidak dapat meluncurkan  serangan pencegahan terhadap kemampuan nuklir Pyongyang tanpa  memprovokasi perang yang lebih luas yang akan menyebabkan ratusan ribu  orang tewas.Dalam laporannya, RUSI memperingatkan soal krisis  yang didorong oleh kemajuan cepat dari teknologi rudal nuklir rezim Kim  Jong-un yang berkuasa di Korut. &amp;rdquo;Jika perang ini diluncurkan, maka tidak  akan (serangan) surgical atau singkat,&amp;rdquo; kata RUSI dalam laporannya, seperti dikutip dari The Time, Jumat (29/9/2017).
(Baca juga: Simak! Babak Baru Seteru AS-Korut, dari Saling Ancam hingga Deklarasi Perang)Kemungkinan  perang itu bisa terjadi karena salah satu pihak bisa memicu konflik.  Namun, ada indikasi pula bahwa administrasi Trump tidak rela rezim Kim  Jong-un yang dipersenjatai dengan rudal balistik antarbenua mampu  meluncurkan serangan yang menjangkau daratan AS.&amp;rdquo;Perang sekarang  kemungkinan nyata. Dengan Korea Utara yang membuat kemajuan pesat dalam  program rudal dan nuklirnya, waktunya tidak berada di pihak diplomasi,&amp;rdquo;  lanjut laporan RUSI. &amp;rdquo;Dengan adanya pilihan nyata ini, ada kemungkinan  nyata bahwa Trump akan memutuskan untuk menyelesaikan masalah Korea  Utara lebih cepat daripada nanti.&amp;rdquo;
(Baca juga: Ngeri! Jika Perang AS-Korut Pecah, 20 Ribu Orang di Korsel Terbunuh Setiap Harinya)Malcolm Chalmers, Wakil  Direktur Jenderal RUSI dan penulis laporan tersebut, mengemukakan  sejumlah cara berbeda di mana sebuah perang bisa dimulai. Salah satunya,  sebuah serangan yang dilakukan oleh Pyongyang jika mereka yakin bahwa  Washington merencanakan serangan mendadak atau pre-emptive. Serangan dari AS bisa terjadi jika rudal Pyongyang diuji tembak di dekat Guam atau California.Serangan  AS, sambung Chalmers, mungkin akan melibatkan serangan udara dan siber  skala besar yang diikuti oleh pembalasan besar-besaran dari Pyongyang di  Korea Selatan dan pangkalan AS di wilayah terdekat. &amp;rdquo;Korban dalam  konflik semacam itu kemungkinan akan mencapai ratusan ribu bahkan jika  tidak ada senjata nuklir yang digunakan,&amp;rdquo; tulis Chalmers.Jika  terjadi serangan mendadak, Inggris mungkin hanya memiliki beberapa  jam  untuk memutuskan bagaimana meresponsnya. Chalmers secara terbuka   mendesak Washington untuk mengesampingkan sebuah serangan preventif. &amp;ldquo;Keseimbangan   probabilitasnya adalah bahwa tidak akan ada perang, tapi ada bahaya   bahwa upaya Amerika untuk membuat ancamannya terdengar kredibel dapat   membuat Pyongyang menyerang,&amp;rdquo; lanjut Chalmers.Sebelumnya, Korea   Selatan mengatakan bahwa AS akan mengirim lebih banyak aset strategis   militernya ke Seoul. Deskripsi aset strategis militer itu kemungkinan   akan mencakup pesawat pembom B-52, pesawat jet tempur siluman, kapal   selam bertenaga nuklir dan kapal induk. Sedangkan Korut sendiri telah   memobilisasi pesawat tempurnya dan mengklaim merekrut 4,7 juta tentara   baru.</content:encoded></item></channel></rss>
