<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Duterte Memuji AS, &quot;Mereka Adalah Sekutu Kita dan Mereka Membantu Kita&quot;</title><description>Duterte memuji  Amerika Serikat (AS), dan menyebutnya sebagai sekutu keamanan yang  penting.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/29/18/1785554/ketika-duterte-memuji-as-mereka-adalah-sekutu-kita-dan-mereka-membantu-kita</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/29/18/1785554/ketika-duterte-memuji-as-mereka-adalah-sekutu-kita-dan-mereka-membantu-kita"/><item><title>Ketika Duterte Memuji AS, &quot;Mereka Adalah Sekutu Kita dan Mereka Membantu Kita&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/29/18/1785554/ketika-duterte-memuji-as-mereka-adalah-sekutu-kita-dan-mereka-membantu-kita</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/29/18/1785554/ketika-duterte-memuji-as-mereka-adalah-sekutu-kita-dan-mereka-membantu-kita</guid><pubDate>Jum'at 29 September 2017 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/29/18/1785554/ketika-duterte-memuji-as-mereka-adalah-sekutu-kita-dan-mereka-membantu-kita-6d2z63Skhb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rodrigo Duterte. (Foto: Asian Correspondent)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/29/18/1785554/ketika-duterte-memuji-as-mereka-adalah-sekutu-kita-dan-mereka-membantu-kita-6d2z63Skhb.jpg</image><title>Rodrigo Duterte. (Foto: Asian Correspondent)</title></images><description>MANILA - Pemimpin Filipina Rodrigo Duterte memuji  Amerika Serikat (AS), dan menyebutnya sebagai sekutu keamanan yang  penting. Apa yang ditunjukkan oleh Duterte digambarkan sebagai  perputaran sikap yang epik di mana sebelumnya dikenal anti-AS.Duterte  telah melupakan pidatonya yang penuh emosi terhadap AS dalam sebuah  peringatan ke-116 pertempuran paling berdarah dalam perang  AS-Filipina. Ia menyebut, dirinya telah melupakan masa lalu kelan antara kedua negara.&quot;Saya mendapat nasehat dari Departemen  Luar Negeri, bahwa saya akan memperlancar bahasa saya dan menghindari  sikap mengutuk, yang cenderung saya lakukan jika saya menjadi  emosional,&quot; kata Duterte seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (29/9/2017).&quot;Saya  tidak akan mengatakan mereka adalah penyelamat kita, tapi mereka adalah  sekutu kita dan mereka membantu kita. Bahkan sampai hari ini, mereka  menyediakan peralatan penting untuk tentara kita di Marawi guna melawan  para teroris,&quot; tuturnya, merujuk pada kota di mana militan pro Negara  Islam (ISIS) telah bersembunyi selama empat bulan.
(Baca juga: Jika Memang Terlibat Perdagangan Narkoba, Pesan Duterte untuk Putranya: Kubunuh Kau!)Duterte mulai  menunjukkan sisi lembutnya terhadap AS pada bulan Agustus ketika dia  menyebut diinrya sebagai &quot;teman yang rendah hati&quot; Washington saat  bertemu dengan Sekretaris Negara Rex Tillerson.Baru tiga minggu sebelum perubahan hati Duterte, presiden tersebut menyebut AS &quot;payah&quot;.&quot;Tidak  akan pernah ada waktu di mana saya akan pergi ke Amerika di masa jabatan  saya, atau bahkan setelahnya. Saya telah melihat Amerika dan itu  buruk,&quot; kata Duterte pada akhir Juli lalu.
(Baca juga: Duh, Presiden Filipina Bersumpah Tidak Akan Pernah Kunjungi AS)Duterte  memproklamirkan diri sebagai seorang &quot;temperamen&quot; pada bulan September  2016, saat dia memberi label mantan Presiden AS Barack Obama sebagai  &quot;anak perempuan jalang&quot;. Hal itu setelah Obama menyatakan  keprihatinannya atas perang melawan narkoba pemimpin Filipina tersebut.Duterte  tampaknya memiliki hubungan yang lebih positif dengan Presiden Donald  Trump, memanggilnya &quot;orang dalam&quot; dan mengklaim bahwa dia tidak akan  menjadi miliarder jika dia &quot;bodoh&quot;.</description><content:encoded>MANILA - Pemimpin Filipina Rodrigo Duterte memuji  Amerika Serikat (AS), dan menyebutnya sebagai sekutu keamanan yang  penting. Apa yang ditunjukkan oleh Duterte digambarkan sebagai  perputaran sikap yang epik di mana sebelumnya dikenal anti-AS.Duterte  telah melupakan pidatonya yang penuh emosi terhadap AS dalam sebuah  peringatan ke-116 pertempuran paling berdarah dalam perang  AS-Filipina. Ia menyebut, dirinya telah melupakan masa lalu kelan antara kedua negara.&quot;Saya mendapat nasehat dari Departemen  Luar Negeri, bahwa saya akan memperlancar bahasa saya dan menghindari  sikap mengutuk, yang cenderung saya lakukan jika saya menjadi  emosional,&quot; kata Duterte seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (29/9/2017).&quot;Saya  tidak akan mengatakan mereka adalah penyelamat kita, tapi mereka adalah  sekutu kita dan mereka membantu kita. Bahkan sampai hari ini, mereka  menyediakan peralatan penting untuk tentara kita di Marawi guna melawan  para teroris,&quot; tuturnya, merujuk pada kota di mana militan pro Negara  Islam (ISIS) telah bersembunyi selama empat bulan.
(Baca juga: Jika Memang Terlibat Perdagangan Narkoba, Pesan Duterte untuk Putranya: Kubunuh Kau!)Duterte mulai  menunjukkan sisi lembutnya terhadap AS pada bulan Agustus ketika dia  menyebut diinrya sebagai &quot;teman yang rendah hati&quot; Washington saat  bertemu dengan Sekretaris Negara Rex Tillerson.Baru tiga minggu sebelum perubahan hati Duterte, presiden tersebut menyebut AS &quot;payah&quot;.&quot;Tidak  akan pernah ada waktu di mana saya akan pergi ke Amerika di masa jabatan  saya, atau bahkan setelahnya. Saya telah melihat Amerika dan itu  buruk,&quot; kata Duterte pada akhir Juli lalu.
(Baca juga: Duh, Presiden Filipina Bersumpah Tidak Akan Pernah Kunjungi AS)Duterte  memproklamirkan diri sebagai seorang &quot;temperamen&quot; pada bulan September  2016, saat dia memberi label mantan Presiden AS Barack Obama sebagai  &quot;anak perempuan jalang&quot;. Hal itu setelah Obama menyatakan  keprihatinannya atas perang melawan narkoba pemimpin Filipina tersebut.Duterte  tampaknya memiliki hubungan yang lebih positif dengan Presiden Donald  Trump, memanggilnya &quot;orang dalam&quot; dan mengklaim bahwa dia tidak akan  menjadi miliarder jika dia &quot;bodoh&quot;.</content:encoded></item></channel></rss>
