<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Peserta Nobar Film G30S PKI Geger, Suara Ceramah Keluar dari Dalam Kubur</title><description>Kontan  saja semua yang hadir terkaget-kaget dan larut dalam doa-doanya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/29/512/1785633/ketika-peserta-nobar-film-g30s-pki-geger-suara-ceramah-keluar-dari-dalam-kubur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/29/512/1785633/ketika-peserta-nobar-film-g30s-pki-geger-suara-ceramah-keluar-dari-dalam-kubur"/><item><title>Ketika Peserta Nobar Film G30S PKI Geger, Suara Ceramah Keluar dari Dalam Kubur</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/29/512/1785633/ketika-peserta-nobar-film-g30s-pki-geger-suara-ceramah-keluar-dari-dalam-kubur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/29/512/1785633/ketika-peserta-nobar-film-g30s-pki-geger-suara-ceramah-keluar-dari-dalam-kubur</guid><pubDate>Jum'at 29 September 2017 16:46 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/29/512/1785633/ketika-peserta-nobar-film-g30s-pki-geger-suara-ceramah-keluar-dari-dalam-kubur-I8j8Fj6UGL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/29/512/1785633/ketika-peserta-nobar-film-g30s-pki-geger-suara-ceramah-keluar-dari-dalam-kubur-I8j8Fj6UGL.jpg</image><title>(Foto: Sindonews)</title></images><description>SEMARANG - Ada yang unik saat perhelatan acara nonton  bareng (nobar) film Pengkhianatan G30S/PKI di Lapangan Kridasana Kandri,  Kecamatan Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Kamis 28 September 2017 malam.  Sekitar 15.000 warga yang kebanyakan jamaah pengajian yang sedang  menyaksikan film bergenre sejarah itu dikejutkan aksi seorang mubaligh  asal Bengkulu.
Adalah M Muzammil MZ yang tiba-tiba beraksi nyeleneh dengan  menyampaikan dakwah pengajian dan mengingatkan warga masyarakat akan  bahaya laten komunis dari dalam kubur. Gus Muz, begitu dia akrab disapa,  sebelum berdakwah meminta kepada belasan ribu orang untuk mendoakan dan  mengikhlaskan dirinya apabila Allah SWT berkehendak 'memanggilnya'.Kontan  saja semua yang hadir terkaget-kaget dan larut dalam doa-doanya. Saat  menjalankan aksinya, Gus Muz tampak tidur terlentang dan dibalut kain  kafan layaknya jenazah. Beberapa jamaahnya pun melaksanakan  tatanan sebagaimana mengurus jenasah. Setelah dikafani, Gus Muz kemudian  diazani dan dimasukkan ke dalam keranda dan diusung ke liang lahat  yang telah disiapkan.
(Baca juga: KPAI: Siswa SD dan SMP Diimbau Tidak Nonton Film G30S PKI)Tak lama tubuh yang telah dibungkus kafan  tersebut dihadapkan kiblat, ditutup papan dan kemudian diurug serta  dipasang kayu nisan bertuliskan USKUB (Ustad Kubur) M Muzzamil MZ  lengkap dengan tanggal mengisyaratkan tanggal kematian 28-9-2017. Hanya  ada celah kecil tempat lewat kabel microphone yang menghubungkan  amplifier dengan liang lahat tempat Guz Muz bermukim.Tak lama  berselang suara Gus Muz belum juga terdengar. Hanya suara nafas yang  tersendat dan ada sedikit sengal. Suara salam lirih kemudian terdengar  dan disambut lega para jamaah. Dari dalam kubur, Gus Muz mendoakan  bangsa Indonesia agar selamat dari gangguan yang ingin memecah belah  bangsa.
Kemudian dia berdoa agar Allah SWT selalu  melindungi semua pemimpin dan dihindarkan dari sikap saling membenci dan  mudah diadu domba. Tak lupa juga mendoakan dua kekuatan besar, TNI dan  Polri agar selalu rukun dan bersatu menjaga kedaulatan NKRI.&quot;Kami  tidak ingin ada pihak-pihak yang ingin mengobok-obok negeri kami Ya  Allah, hindarkan kami dari perpecahan. Lindungi kami dari bahaya laten  komunis yang ingin memorak porandakan negeri ini dengan cara menebar  fitnah, kebencian dan mengadu domba. Sadarkanlah mereka agar kembali di  jalan yang benar, agar selalu mengingat ajaran MU untuk saling  mengasihi dan menyayangi. Lindungilah TNI dan Polri kami ya Allah, agar  selalu dicintai dan bisa mengayomi masyarakat. Bersatu dan kompak  menjunjung kedaulatan NKRI,&amp;rdquo; ucap Gus Muz dalam doanya.Setelah  hampir dua jam berdahwah dan memimpin pengajian dari dalam liang lahat,  gundukan tanah tersebut akhirnya digali kembali. Tubuh Gus Muz  masih terbelit kain kafan. Tubuhnya lalu diangkat oleh beberapa orang  dari liang lahat dan disemayamkan di panggung. Tak lama tubuhnya  bergerak-gerak dan terduduk sambil mengucap hamdallah.Menurut Gus Muz, dakwah dari dalam kubur sudah dilakukannya hampir 200 kali dan keliling ke seluruh Indonesia. Kali  ini dakwah dilakukan di Desa Kandri bertepatan dengan peringatan Tahun  Baru Hijriah 1439 H dan Nobar Film Pengkhianatan G30S/PKI yang digelar  Koramil Gunungpati Semarang.&quot;Kami dalam berdakwah selalu  mengedepankan komitmen kebangsaan, mengusung tema Nasionalis Religius.  Kebetulan di Gunungpati ada nonton bareng maka kami kolaborasi dan  Alhamdulillah bisa mengedukasi sekitar 15 ribu hadirin dari Semarang dan  beberapa kota seperti Jepara, Demak, Kudus. Grobogan serta Kabupaten  Semarang dan Kendal,&amp;rdquo; ungkapnya.Komandan Kodim 0733/BS Semarang  Letkol Inf M Taufiq Zega  mengapresiasi kegiatan pengajian Gus Muz, dan  mengucapkan terima kasih  kepada jajaran Polrestabes Semarang, utamanya  Polsek Gunungpati yang  telah ikut mengamankan jalannya pengajian dan  nonton bareng.Sementara,  Wakil Danramil Gunungpati, Kapten Inf  Susanto mengaku surprise ketika  ada seorang mubaligh mendukung kegiatan  nonton bareng film Penghiatanan  G30S/PKI dengan melakukan dakwah di dari  dalam kubur.
&quot;Awalnya  kami khawatir bila terjadi hal-hal yang akan mengganggu  keselamatannya.  Namun karena beliau (Gus Muz) sudah terbiasa maka kami  persilahkan.  Ternyata cara tersebut justru dapat menghadirkan belasan  ribu jamaah  pengajian,&quot; aku Kapten Inf Susanto.</description><content:encoded>SEMARANG - Ada yang unik saat perhelatan acara nonton  bareng (nobar) film Pengkhianatan G30S/PKI di Lapangan Kridasana Kandri,  Kecamatan Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Kamis 28 September 2017 malam.  Sekitar 15.000 warga yang kebanyakan jamaah pengajian yang sedang  menyaksikan film bergenre sejarah itu dikejutkan aksi seorang mubaligh  asal Bengkulu.
Adalah M Muzammil MZ yang tiba-tiba beraksi nyeleneh dengan  menyampaikan dakwah pengajian dan mengingatkan warga masyarakat akan  bahaya laten komunis dari dalam kubur. Gus Muz, begitu dia akrab disapa,  sebelum berdakwah meminta kepada belasan ribu orang untuk mendoakan dan  mengikhlaskan dirinya apabila Allah SWT berkehendak 'memanggilnya'.Kontan  saja semua yang hadir terkaget-kaget dan larut dalam doa-doanya. Saat  menjalankan aksinya, Gus Muz tampak tidur terlentang dan dibalut kain  kafan layaknya jenazah. Beberapa jamaahnya pun melaksanakan  tatanan sebagaimana mengurus jenasah. Setelah dikafani, Gus Muz kemudian  diazani dan dimasukkan ke dalam keranda dan diusung ke liang lahat  yang telah disiapkan.
(Baca juga: KPAI: Siswa SD dan SMP Diimbau Tidak Nonton Film G30S PKI)Tak lama tubuh yang telah dibungkus kafan  tersebut dihadapkan kiblat, ditutup papan dan kemudian diurug serta  dipasang kayu nisan bertuliskan USKUB (Ustad Kubur) M Muzzamil MZ  lengkap dengan tanggal mengisyaratkan tanggal kematian 28-9-2017. Hanya  ada celah kecil tempat lewat kabel microphone yang menghubungkan  amplifier dengan liang lahat tempat Guz Muz bermukim.Tak lama  berselang suara Gus Muz belum juga terdengar. Hanya suara nafas yang  tersendat dan ada sedikit sengal. Suara salam lirih kemudian terdengar  dan disambut lega para jamaah. Dari dalam kubur, Gus Muz mendoakan  bangsa Indonesia agar selamat dari gangguan yang ingin memecah belah  bangsa.
Kemudian dia berdoa agar Allah SWT selalu  melindungi semua pemimpin dan dihindarkan dari sikap saling membenci dan  mudah diadu domba. Tak lupa juga mendoakan dua kekuatan besar, TNI dan  Polri agar selalu rukun dan bersatu menjaga kedaulatan NKRI.&quot;Kami  tidak ingin ada pihak-pihak yang ingin mengobok-obok negeri kami Ya  Allah, hindarkan kami dari perpecahan. Lindungi kami dari bahaya laten  komunis yang ingin memorak porandakan negeri ini dengan cara menebar  fitnah, kebencian dan mengadu domba. Sadarkanlah mereka agar kembali di  jalan yang benar, agar selalu mengingat ajaran MU untuk saling  mengasihi dan menyayangi. Lindungilah TNI dan Polri kami ya Allah, agar  selalu dicintai dan bisa mengayomi masyarakat. Bersatu dan kompak  menjunjung kedaulatan NKRI,&amp;rdquo; ucap Gus Muz dalam doanya.Setelah  hampir dua jam berdahwah dan memimpin pengajian dari dalam liang lahat,  gundukan tanah tersebut akhirnya digali kembali. Tubuh Gus Muz  masih terbelit kain kafan. Tubuhnya lalu diangkat oleh beberapa orang  dari liang lahat dan disemayamkan di panggung. Tak lama tubuhnya  bergerak-gerak dan terduduk sambil mengucap hamdallah.Menurut Gus Muz, dakwah dari dalam kubur sudah dilakukannya hampir 200 kali dan keliling ke seluruh Indonesia. Kali  ini dakwah dilakukan di Desa Kandri bertepatan dengan peringatan Tahun  Baru Hijriah 1439 H dan Nobar Film Pengkhianatan G30S/PKI yang digelar  Koramil Gunungpati Semarang.&quot;Kami dalam berdakwah selalu  mengedepankan komitmen kebangsaan, mengusung tema Nasionalis Religius.  Kebetulan di Gunungpati ada nonton bareng maka kami kolaborasi dan  Alhamdulillah bisa mengedukasi sekitar 15 ribu hadirin dari Semarang dan  beberapa kota seperti Jepara, Demak, Kudus. Grobogan serta Kabupaten  Semarang dan Kendal,&amp;rdquo; ungkapnya.Komandan Kodim 0733/BS Semarang  Letkol Inf M Taufiq Zega  mengapresiasi kegiatan pengajian Gus Muz, dan  mengucapkan terima kasih  kepada jajaran Polrestabes Semarang, utamanya  Polsek Gunungpati yang  telah ikut mengamankan jalannya pengajian dan  nonton bareng.Sementara,  Wakil Danramil Gunungpati, Kapten Inf  Susanto mengaku surprise ketika  ada seorang mubaligh mendukung kegiatan  nonton bareng film Penghiatanan  G30S/PKI dengan melakukan dakwah di dari  dalam kubur.
&quot;Awalnya  kami khawatir bila terjadi hal-hal yang akan mengganggu  keselamatannya.  Namun karena beliau (Gus Muz) sudah terbiasa maka kami  persilahkan.  Ternyata cara tersebut justru dapat menghadirkan belasan  ribu jamaah  pengajian,&quot; aku Kapten Inf Susanto.</content:encoded></item></channel></rss>
