<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tegas! PBB Tolak Petisi Permohonan Kemerdekaan Papua Barat</title><description>&quot;Salah  satu prinsip gerakan kita adalah mempertahankan kedaulatan dan  integritas penuh dari wilayah anggota kita,&quot; ujarnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/30/18/1786112/tegas-pbb-tolak-petisi-permohonan-kemerdekaan-papua-barat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/30/18/1786112/tegas-pbb-tolak-petisi-permohonan-kemerdekaan-papua-barat"/><item><title>Tegas! PBB Tolak Petisi Permohonan Kemerdekaan Papua Barat</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/30/18/1786112/tegas-pbb-tolak-petisi-permohonan-kemerdekaan-papua-barat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/30/18/1786112/tegas-pbb-tolak-petisi-permohonan-kemerdekaan-papua-barat</guid><pubDate>Sabtu 30 September 2017 11:29 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/30/18/1786112/tegas-pbb-tolak-petisi-permohonan-kemerdekaan-papua-barat-Z0uCpuQayn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PBB. (Foto: Ist/Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/30/18/1786112/tegas-pbb-tolak-petisi-permohonan-kemerdekaan-papua-barat-Z0uCpuQayn.jpg</image><title>PBB. (Foto: Ist/Sindonews)</title></images><description>NEW YORK - Komite dekolonisasi PBB tidak akan menerima  sebuah petisi yang ditandatangani oleh 1,8 juta orang Papua Barat yang  menyuarakan kemerdekaan. Komite mengatakan hal itu berada di luar mandat  komite tersebut.Sebelumnya, pemimpin Papua Barat yang  diasingkan, Benny Wenda mempresentasikan petisi tersebut kepada komite  dekolonisasi PBB, yang dikenal sebagai C24 dan bertanggung jawab untuk  memantau kemajuan bekas koloni menuju kemerdekaan.Petisi  tersebut meminta PBB untuk menunjuk seorang perwakilan khusus untuk  menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia di provinsi tersebut. Mereka  juga meminta untuk menempatkan kembali Papua Barat pada agenda komite  dekolonisasi dan memastikan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri  dihormati dengan mengadakan pemungutan suara yang diawasi secara  internasional.Namun pada hari Kamis ketua komite dekolonisasi,  Rafael Ramirez, mengatakan bahwa petisi untuk Papua Barat tidak dapat  diterima karena mandat komite tersebut hanya berlaku untuk 17 negara  yang diidentifikasi oleh PBB sebagai &quot;wilayah yang tidak memiliki  pemerintahan sendiri&quot;.
(Baca juga: Isu Soal Papua Barat Sampaikan Referendum ke PBB, Wiranto: Jangan Mengingkari Kesetiaan Kita Terhadap NKRI)&quot;Saya Ketua C24 dan isu Papua Barat bukan  masalah bagi C24. Kami hanya bekerja di negara bagian yang merupakan  bagian dari daftar wilayah nonpemerintahan sendiri. Daftar itu  dikeluarkan oleh majelis umum,&quot; kata Ramirez seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (30/9/2017).&quot;Salah  satu prinsip gerakan kita adalah mempertahankan kedaulatan dan  integritas penuh dari wilayah anggota kita. Kami tidak akan melakukan  apapun terhadap Indonesia sebagai C24,&quot; tegasnya.Ramirez,  perwakilan Venezuela untuk PBB, mengatakan bahwa kantornya  &quot;dimanipulasi&quot; untuk kepentingan politik. Ramirez tidak mengatakan bahwa  permohonan tersebut tidak diajukan ke panitia, hanya saja hal itu tidak  dapat menerimanya.&quot;Sebagai Ketua C24, tidak ada dokumen resmi, tidak ada apa-apa,&quot; katanya.Ketika  ditanya apakah dia memiliki komunikasi dengan Benny Wenda, atau gerakan  kemerdekaan Papua Barat, Ramirez menjawab: &quot;Sebagai Ketua C24, itu  tidak mungkin dilakukan. Kita seharusnya hanya menerima pemohon yang  dikeluarkan dalam agenda.&quot;Dalam sebuah pernyataan, Ramirez  mengatakan bahwa dia mendukung posisi Indonesia bahwa Papua Barat  merupakan bagian integral dari wilayahnya.&quot;Panitia khusus  tentang dekolonisasi belum menerima dan tidak dapat menerima permintaan  atau dokumen apapun yang berkaitan dengan situasi Papua Barat, wilayah  yang merupakan bagian integral dari Republik Indonesia,&quot; ujar Ramirez.Perwakilan Indonesia untuk PBB, Dian Triansyah Djani, adalah wakil ketua komite dekolonisasi.Juru  bicara Kedutaan Besar Indonesia di Canberra Sade Bimantara mengatakan  bahwa Provinsi Papua dan Papua Barat adalah wilayah yang berdaulat di  Indonesia. &quot;Fakta ini tidak dapat dibantah dan diakui secara  internasional. Pada tahun 1969 PBB menegaskan kembali kedaulatan  Indonesia atas Papua Barat,&quot; tegasnya.Koordinator kampanye  kemerdekaan Wenda, yang diberi suaka politik di Inggris pada Tahun 2003,  mengatakan kepada Guardian bahwa rakyatnya telah ditolak hak dasarnya  untuk menentukan nasib sendiri selama beberapa dekade dan bahwa petisi  tersebut adalah ungkapan sebenarnya dari keinginan orang Papua untuk  kebebasan.&quot;Dalam petisi orang Papua Barat, kami menyerahkan  tulang-tulang rakyat Papua Barat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan  dunia,&quot; katanya. &quot;Setelah puluhan tahun menderita, puluhan tahun  genosida, berpuluh-puluh tahun pendudukan, kami membuka suara  orang-orang Papua Barat yang tinggal di dalam petisi ini. Rakyat saya  ingin bebas,&quot; klaimnya.</description><content:encoded>NEW YORK - Komite dekolonisasi PBB tidak akan menerima  sebuah petisi yang ditandatangani oleh 1,8 juta orang Papua Barat yang  menyuarakan kemerdekaan. Komite mengatakan hal itu berada di luar mandat  komite tersebut.Sebelumnya, pemimpin Papua Barat yang  diasingkan, Benny Wenda mempresentasikan petisi tersebut kepada komite  dekolonisasi PBB, yang dikenal sebagai C24 dan bertanggung jawab untuk  memantau kemajuan bekas koloni menuju kemerdekaan.Petisi  tersebut meminta PBB untuk menunjuk seorang perwakilan khusus untuk  menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia di provinsi tersebut. Mereka  juga meminta untuk menempatkan kembali Papua Barat pada agenda komite  dekolonisasi dan memastikan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri  dihormati dengan mengadakan pemungutan suara yang diawasi secara  internasional.Namun pada hari Kamis ketua komite dekolonisasi,  Rafael Ramirez, mengatakan bahwa petisi untuk Papua Barat tidak dapat  diterima karena mandat komite tersebut hanya berlaku untuk 17 negara  yang diidentifikasi oleh PBB sebagai &quot;wilayah yang tidak memiliki  pemerintahan sendiri&quot;.
(Baca juga: Isu Soal Papua Barat Sampaikan Referendum ke PBB, Wiranto: Jangan Mengingkari Kesetiaan Kita Terhadap NKRI)&quot;Saya Ketua C24 dan isu Papua Barat bukan  masalah bagi C24. Kami hanya bekerja di negara bagian yang merupakan  bagian dari daftar wilayah nonpemerintahan sendiri. Daftar itu  dikeluarkan oleh majelis umum,&quot; kata Ramirez seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (30/9/2017).&quot;Salah  satu prinsip gerakan kita adalah mempertahankan kedaulatan dan  integritas penuh dari wilayah anggota kita. Kami tidak akan melakukan  apapun terhadap Indonesia sebagai C24,&quot; tegasnya.Ramirez,  perwakilan Venezuela untuk PBB, mengatakan bahwa kantornya  &quot;dimanipulasi&quot; untuk kepentingan politik. Ramirez tidak mengatakan bahwa  permohonan tersebut tidak diajukan ke panitia, hanya saja hal itu tidak  dapat menerimanya.&quot;Sebagai Ketua C24, tidak ada dokumen resmi, tidak ada apa-apa,&quot; katanya.Ketika  ditanya apakah dia memiliki komunikasi dengan Benny Wenda, atau gerakan  kemerdekaan Papua Barat, Ramirez menjawab: &quot;Sebagai Ketua C24, itu  tidak mungkin dilakukan. Kita seharusnya hanya menerima pemohon yang  dikeluarkan dalam agenda.&quot;Dalam sebuah pernyataan, Ramirez  mengatakan bahwa dia mendukung posisi Indonesia bahwa Papua Barat  merupakan bagian integral dari wilayahnya.&quot;Panitia khusus  tentang dekolonisasi belum menerima dan tidak dapat menerima permintaan  atau dokumen apapun yang berkaitan dengan situasi Papua Barat, wilayah  yang merupakan bagian integral dari Republik Indonesia,&quot; ujar Ramirez.Perwakilan Indonesia untuk PBB, Dian Triansyah Djani, adalah wakil ketua komite dekolonisasi.Juru  bicara Kedutaan Besar Indonesia di Canberra Sade Bimantara mengatakan  bahwa Provinsi Papua dan Papua Barat adalah wilayah yang berdaulat di  Indonesia. &quot;Fakta ini tidak dapat dibantah dan diakui secara  internasional. Pada tahun 1969 PBB menegaskan kembali kedaulatan  Indonesia atas Papua Barat,&quot; tegasnya.Koordinator kampanye  kemerdekaan Wenda, yang diberi suaka politik di Inggris pada Tahun 2003,  mengatakan kepada Guardian bahwa rakyatnya telah ditolak hak dasarnya  untuk menentukan nasib sendiri selama beberapa dekade dan bahwa petisi  tersebut adalah ungkapan sebenarnya dari keinginan orang Papua untuk  kebebasan.&quot;Dalam petisi orang Papua Barat, kami menyerahkan  tulang-tulang rakyat Papua Barat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan  dunia,&quot; katanya. &quot;Setelah puluhan tahun menderita, puluhan tahun  genosida, berpuluh-puluh tahun pendudukan, kami membuka suara  orang-orang Papua Barat yang tinggal di dalam petisi ini. Rakyat saya  ingin bebas,&quot; klaimnya.</content:encoded></item></channel></rss>
