<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nah! AS Tolak Akui Hasil Referendum Kurdi Irak</title><description>AS menolak hasil  referendum kemerdekaan yang digelar oleh Pemerintah Kurdi Irak (KRG).</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/30/18/1786155/nah-as-tolak-akui-hasil-referendum-kurdi-irak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/30/18/1786155/nah-as-tolak-akui-hasil-referendum-kurdi-irak"/><item><title>Nah! AS Tolak Akui Hasil Referendum Kurdi Irak</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/30/18/1786155/nah-as-tolak-akui-hasil-referendum-kurdi-irak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/30/18/1786155/nah-as-tolak-akui-hasil-referendum-kurdi-irak</guid><pubDate>Sabtu 30 September 2017 13:44 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/30/18/1786155/nah-as-tolak-akui-hasil-referendum-kurdi-irak-3YBcgUc8wJ.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Para pendukung referendum Kurdi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/30/18/1786155/nah-as-tolak-akui-hasil-referendum-kurdi-irak-3YBcgUc8wJ.JPG</image><title>Para pendukung referendum Kurdi. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menolak hasil  referendum kemerdekaan yang digelar oleh Pemerintah Kurdi Irak (KRG).  Penolakan AS menambah panjang daftar negara yang menolak hasil  referendum itu.&quot;AS tidak mengakui referendum unilateral  Pemerintah Daerah Kurdistan yang diadakan pada hari Senin. Pemungutan  suara dan hasilnya kurang legitimasi dan kami terus mendukung Irak yang  bersatu, federal, demokratis dan sejahtera,&quot; kata Menteri Luar Negeri  AS, Rex Tillerson.&quot;Kami mendesak semua pihak untuk tenang dan  mengakhiri penyingkapan dan ancaman vokal dari tindakan timbal balik,&quot;  sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Sabtu  (30/9).
(Baca juga: Nah! Prihatin atas Referendum Kurdi Irak, Mesir Minta Semua Pihak Menahan Diri)Sebelumnya, Presiden Turki Tayyip Erdogan menyatakan,  Turki dan Rusia setuju referendum yang berlangsung awal pekan ini adalah  tidak sah.Erdogan, yang berbicara pasca melakukan pertemuan  dengan Presiden Rusia Vladimir Putin menuturkan, dia dan Putin sepakat  integritas Irak adalah hal yang utama, dan merupakan salah satu syarat  dari stabilitas di kawasan Timur Tengah.
(Baca juga: Liga Arab: Masih Mungkin Membendung Dampak Referendum Kurdi, Asalkan...)&quot;Referendum kemerdekaan  Kurdi Irak tidak memiliki legitimasi. Rusia dan Turki sepakat bahwa  integritas teritorial Irak dan Suriah harus dipertahankan. Pemerintah  Daerah Kurdi di Irak utara harus dicegah melakukan kesalahan lebih  besar,&quot; ungkap Erdogan.</description><content:encoded>WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menolak hasil  referendum kemerdekaan yang digelar oleh Pemerintah Kurdi Irak (KRG).  Penolakan AS menambah panjang daftar negara yang menolak hasil  referendum itu.&quot;AS tidak mengakui referendum unilateral  Pemerintah Daerah Kurdistan yang diadakan pada hari Senin. Pemungutan  suara dan hasilnya kurang legitimasi dan kami terus mendukung Irak yang  bersatu, federal, demokratis dan sejahtera,&quot; kata Menteri Luar Negeri  AS, Rex Tillerson.&quot;Kami mendesak semua pihak untuk tenang dan  mengakhiri penyingkapan dan ancaman vokal dari tindakan timbal balik,&quot;  sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Sabtu  (30/9).
(Baca juga: Nah! Prihatin atas Referendum Kurdi Irak, Mesir Minta Semua Pihak Menahan Diri)Sebelumnya, Presiden Turki Tayyip Erdogan menyatakan,  Turki dan Rusia setuju referendum yang berlangsung awal pekan ini adalah  tidak sah.Erdogan, yang berbicara pasca melakukan pertemuan  dengan Presiden Rusia Vladimir Putin menuturkan, dia dan Putin sepakat  integritas Irak adalah hal yang utama, dan merupakan salah satu syarat  dari stabilitas di kawasan Timur Tengah.
(Baca juga: Liga Arab: Masih Mungkin Membendung Dampak Referendum Kurdi, Asalkan...)&quot;Referendum kemerdekaan  Kurdi Irak tidak memiliki legitimasi. Rusia dan Turki sepakat bahwa  integritas teritorial Irak dan Suriah harus dipertahankan. Pemerintah  Daerah Kurdi di Irak utara harus dicegah melakukan kesalahan lebih  besar,&quot; ungkap Erdogan.</content:encoded></item></channel></rss>
