<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wah! Tak Hanya Kurangi Staf Kedubes, AS Juga Larang Warganya ke Kuba</title><description>Amerika Serikat (AS) mengurangi kehadiran  diplomatiknya di Havana lebih dari setengah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/30/18/1786166/wah-tak-hanya-kurangi-staf-kedubes-as-juga-larang-warganya-ke-kuba</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/30/18/1786166/wah-tak-hanya-kurangi-staf-kedubes-as-juga-larang-warganya-ke-kuba"/><item><title>Wah! Tak Hanya Kurangi Staf Kedubes, AS Juga Larang Warganya ke Kuba</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/30/18/1786166/wah-tak-hanya-kurangi-staf-kedubes-as-juga-larang-warganya-ke-kuba</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/30/18/1786166/wah-tak-hanya-kurangi-staf-kedubes-as-juga-larang-warganya-ke-kuba</guid><pubDate>Sabtu 30 September 2017 14:14 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/30/18/1786166/wah-tak-hanya-kurangi-staf-kedubes-as-juga-larang-warganya-ke-kuba-ZxYqB4wWwF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">AS dan Kuba. (Foto: CNN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/30/18/1786166/wah-tak-hanya-kurangi-staf-kedubes-as-juga-larang-warganya-ke-kuba-ZxYqB4wWwF.jpg</image><title>AS dan Kuba. (Foto: CNN)</title></images><description>WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengurangi kehadiran  diplomatiknya di Havana lebih dari setengah dan akan memperingatkan  warganya untuk tidak mengunjungi Kuba. Kebijakan ini sebagai efek dari  serangan yang ditargetkan dan melukai setidaknya 21 personel Kedubes AS.&quot;Sampai  pemerintah Kuba dapat meyakinkan Amerika Serikat akan keamanan personel  pemerintah AS di Kuba, kedutaan kami akan dikurangi menjadi petugas  darurat sehingga dapat meminimalkan jumlah personel pemerintah AS yang  berisiko terkena paparan,&quot; ujar pejabat senior Departemen Luar Negeri  AS.&quot;Operasi visa rutin ditangguhkan tanpa batas waktu,&quot; kata  pejabat tersebut, yang seperti orang lain dalam sebuah konferensi  telepon dengan wartawan yang berbicara tanpa menyebut nama. Dia  juga mengatakan bahwa staf kedutaan yang tidak penting akan ditarik dan  juga semua anggota keluarga seperti dikutip dari Reuters, Sabtu  (30/9/2017).
(Baca juga: Dapat Serangan Sonik Misterius, AS Tarik Separuh Diplomatnya di Kuba)Perwira AS dan kongres mengatakan bahwa Washington  menyusun sebuah rencana untuk menarik staf dari kedutaan Havana.  Kebijakan itu sebagai tanggapan atas insiden misterius yang telah  merugikan kesehatan beberapa diplomat AS di negara itu.Pemerintah  Kuba telah membantah turut berperan dalam serangan itu dan melakukan  investigasi. Tapi sejauh ini dikatakan tidak dapat menentukan  penyebabnya.Pejabat  senior Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa baik pemerintah AS  maupun Kuba tidak dapat mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab  atas serangan tersebut. &quot;Pemerintah Kuba bertanggung jawab untuk  mengambil semua langkah yang tepat untuk mencegah serangan terhadap  personel diplomatik kami di Kuba,&quot; tegasnya.
(Baca juga: Duh! 16 Diplomat AS Alami Gangguan Pendengaran di Kuba)Evakuasi ini digambarkan sebagai tindakan pengamanan, dapat mengirimkan  pesan ketidaksenangan AS atas penanganan Kuba terkait masalah tersebut.  Efek lain adalah memberikan pukulan terhadap kebijakan mantan Presiden  AS Barack Obama yang terlibat dengan perang dingin melawan Kuba.Meskipun  Washington tidak menyalahkan langsung pihak berwenang Kuba, Sekretaris  Negara Rex Tillerson mengingatkan Menteri Luar Negeri Kuba Bruno  Rodriguez di Washington tentang kewajiban Kuba untuk melindungi diplomat  dan keluarga mereka.&quot;Gejala dari 21 personel kedutaan AS yang  terluka termasuk gangguan pendengaran, pusing, tinnitus, masalah  keseimbangan, keluhan penglihatan, sakit kepala, kelelahan, masalah  kognitif dan sulit tidur,&quot; pejabat senior Departemen Luar Negeri  tersebut mengatakan.</description><content:encoded>WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengurangi kehadiran  diplomatiknya di Havana lebih dari setengah dan akan memperingatkan  warganya untuk tidak mengunjungi Kuba. Kebijakan ini sebagai efek dari  serangan yang ditargetkan dan melukai setidaknya 21 personel Kedubes AS.&quot;Sampai  pemerintah Kuba dapat meyakinkan Amerika Serikat akan keamanan personel  pemerintah AS di Kuba, kedutaan kami akan dikurangi menjadi petugas  darurat sehingga dapat meminimalkan jumlah personel pemerintah AS yang  berisiko terkena paparan,&quot; ujar pejabat senior Departemen Luar Negeri  AS.&quot;Operasi visa rutin ditangguhkan tanpa batas waktu,&quot; kata  pejabat tersebut, yang seperti orang lain dalam sebuah konferensi  telepon dengan wartawan yang berbicara tanpa menyebut nama. Dia  juga mengatakan bahwa staf kedutaan yang tidak penting akan ditarik dan  juga semua anggota keluarga seperti dikutip dari Reuters, Sabtu  (30/9/2017).
(Baca juga: Dapat Serangan Sonik Misterius, AS Tarik Separuh Diplomatnya di Kuba)Perwira AS dan kongres mengatakan bahwa Washington  menyusun sebuah rencana untuk menarik staf dari kedutaan Havana.  Kebijakan itu sebagai tanggapan atas insiden misterius yang telah  merugikan kesehatan beberapa diplomat AS di negara itu.Pemerintah  Kuba telah membantah turut berperan dalam serangan itu dan melakukan  investigasi. Tapi sejauh ini dikatakan tidak dapat menentukan  penyebabnya.Pejabat  senior Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa baik pemerintah AS  maupun Kuba tidak dapat mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab  atas serangan tersebut. &quot;Pemerintah Kuba bertanggung jawab untuk  mengambil semua langkah yang tepat untuk mencegah serangan terhadap  personel diplomatik kami di Kuba,&quot; tegasnya.
(Baca juga: Duh! 16 Diplomat AS Alami Gangguan Pendengaran di Kuba)Evakuasi ini digambarkan sebagai tindakan pengamanan, dapat mengirimkan  pesan ketidaksenangan AS atas penanganan Kuba terkait masalah tersebut.  Efek lain adalah memberikan pukulan terhadap kebijakan mantan Presiden  AS Barack Obama yang terlibat dengan perang dingin melawan Kuba.Meskipun  Washington tidak menyalahkan langsung pihak berwenang Kuba, Sekretaris  Negara Rex Tillerson mengingatkan Menteri Luar Negeri Kuba Bruno  Rodriguez di Washington tentang kewajiban Kuba untuk melindungi diplomat  dan keluarga mereka.&quot;Gejala dari 21 personel kedutaan AS yang  terluka termasuk gangguan pendengaran, pusing, tinnitus, masalah  keseimbangan, keluhan penglihatan, sakit kepala, kelelahan, masalah  kognitif dan sulit tidur,&quot; pejabat senior Departemen Luar Negeri  tersebut mengatakan.</content:encoded></item></channel></rss>
