<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>FOTO: Mengintip Korea Utara, Negara Paling Tertutup di Dunia</title><description>Sebuah situs berita berkunjung ke Korea Utara untuk merekam  kehidupan sehari-hari warga negara yang dikenal tertutup itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/30/18/1786184/foto-mengintip-korea-utara-negara-paling-tertutup-di-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/30/18/1786184/foto-mengintip-korea-utara-negara-paling-tertutup-di-dunia"/><item><title>FOTO: Mengintip Korea Utara, Negara Paling Tertutup di Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/30/18/1786184/foto-mengintip-korea-utara-negara-paling-tertutup-di-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/30/18/1786184/foto-mengintip-korea-utara-negara-paling-tertutup-di-dunia</guid><pubDate>Sabtu 30 September 2017 14:59 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/30/18/1786184/foto-mengintip-korea-utara-negara-paling-tertutup-di-dunia-eTQbv27XWp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: NK News/BBC Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/30/18/1786184/foto-mengintip-korea-utara-negara-paling-tertutup-di-dunia-eTQbv27XWp.jpg</image><title>(Foto: NK News/BBC Indonesia)</title></images><description>SATU tim situs berita NK News berkunjung ke Korea Utara untuk merekam  kehidupan sehari-hari warga negara yang dikenai sanksi internasional  karena uji coba senjata nuklirnya.
Foto pertama: Sekelompok murid sekolah di kereta bawah tanah dalam perjalanan pulang  di ibu kota Pyongyang. Foto-foto oleh Tim NK News yang berkunjung ke  Korea Utara pada bulan September. Pengambilan foto harus mendapat  persetujuan dari pendamping pemerintah, yang selalu mengikuti tim.

Foto kedua: Acara piknik di kawasan air  terjun Ullim, tak jauh dari kota pelabuhan Wonsan, lengkap dengan bir  dan peralatan karaoke yang menjadi salah satu petunjuk bahwa sanksi  internasional tidak mempengaruhi semangat warga Korea Utara.


Foto ketiga: Para murid yang mengikuti acara perkemahan ini mengenakan pakaian  olahraga, sebagian merupakan merek internasional seperti Adidas dan  Nike. Bisa jadi merupakan produk tiruan dan kemungkinan mereka tidak  mengetahui merek-merek global itu mengingat ketertutupan Korea Utara  dari dunia internasional.

Foto keempat: Feri penumpang ini dulu menghubungkan Wonsan dengan kota pelabuhan  Jepang, Niigata, namun layanannya ditutup setelah sanksi tahun 2006  walau ternyata masih ada awak yang bertugas di feri yang kini hanya  merapat di Wonsan.

Foto kelima: Beberapa alat angkutan masih amat mendasar, seperti pengangkutan  kardus-kardus dengan kereta kerbau untuk dibawa ke pusat pendauran ulang  di kota Hamhung.

Foto keenam: Persepsi tentang ancaman dari luar selalu ada, antara lain dengan  pajangan spanduk anti-Amerika Serikat dan slogan patriotik, namun tetap  saja ada senyum lepas untuk warga asing.
Foto keenam:&amp;nbsp;


NK NSanksi internasional membuat  banyak stasiun pengisian bensin tutup dan terbatasnya aliran listrik  sehingga semakin banyak orang yang memasang panel tenaga surya di  jendela mereka, seperti di sebuah apartemen di kota Kaesong ini.

</description><content:encoded>SATU tim situs berita NK News berkunjung ke Korea Utara untuk merekam  kehidupan sehari-hari warga negara yang dikenai sanksi internasional  karena uji coba senjata nuklirnya.
Foto pertama: Sekelompok murid sekolah di kereta bawah tanah dalam perjalanan pulang  di ibu kota Pyongyang. Foto-foto oleh Tim NK News yang berkunjung ke  Korea Utara pada bulan September. Pengambilan foto harus mendapat  persetujuan dari pendamping pemerintah, yang selalu mengikuti tim.

Foto kedua: Acara piknik di kawasan air  terjun Ullim, tak jauh dari kota pelabuhan Wonsan, lengkap dengan bir  dan peralatan karaoke yang menjadi salah satu petunjuk bahwa sanksi  internasional tidak mempengaruhi semangat warga Korea Utara.


Foto ketiga: Para murid yang mengikuti acara perkemahan ini mengenakan pakaian  olahraga, sebagian merupakan merek internasional seperti Adidas dan  Nike. Bisa jadi merupakan produk tiruan dan kemungkinan mereka tidak  mengetahui merek-merek global itu mengingat ketertutupan Korea Utara  dari dunia internasional.

Foto keempat: Feri penumpang ini dulu menghubungkan Wonsan dengan kota pelabuhan  Jepang, Niigata, namun layanannya ditutup setelah sanksi tahun 2006  walau ternyata masih ada awak yang bertugas di feri yang kini hanya  merapat di Wonsan.

Foto kelima: Beberapa alat angkutan masih amat mendasar, seperti pengangkutan  kardus-kardus dengan kereta kerbau untuk dibawa ke pusat pendauran ulang  di kota Hamhung.

Foto keenam: Persepsi tentang ancaman dari luar selalu ada, antara lain dengan  pajangan spanduk anti-Amerika Serikat dan slogan patriotik, namun tetap  saja ada senyum lepas untuk warga asing.
Foto keenam:&amp;nbsp;


NK NSanksi internasional membuat  banyak stasiun pengisian bensin tutup dan terbatasnya aliran listrik  sehingga semakin banyak orang yang memasang panel tenaga surya di  jendela mereka, seperti di sebuah apartemen di kota Kaesong ini.

</content:encoded></item></channel></rss>
