<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perjalanan Karir Militer Letkol Untung Hingga Upayanya Melarikan Diri</title><description>Sebelum ditarik ke Resimen Cakrabirawa, Untung pernah menjadi Komandan Batalyon 454/ Banteng Raiders&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/30/337/1785754/perjalanan-karir-militer-letkol-untung-hingga-upayanya-melarikan-diri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/30/337/1785754/perjalanan-karir-militer-letkol-untung-hingga-upayanya-melarikan-diri"/><item><title>Perjalanan Karir Militer Letkol Untung Hingga Upayanya Melarikan Diri</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/30/337/1785754/perjalanan-karir-militer-letkol-untung-hingga-upayanya-melarikan-diri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/30/337/1785754/perjalanan-karir-militer-letkol-untung-hingga-upayanya-melarikan-diri</guid><pubDate>Sabtu 30 September 2017 07:02 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Sahroji</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/29/337/1785754/perjalanan-karir-militer-letkol-untung-hingga-upayanya-melarikan-diri-GY5iTqJb8N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Letkol Untung saat ditangkap usai mencoba melarikan diri (Foto: Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/29/337/1785754/perjalanan-karir-militer-letkol-untung-hingga-upayanya-melarikan-diri-GY5iTqJb8N.jpg</image><title>Letkol Untung saat ditangkap usai mencoba melarikan diri (Foto: Youtube)</title></images><description>JAKARTA - Satu persatu aktor peristiwa kelam G30S/ PKI diadili pemerintah pada saat itu. Mulai dari dipenjara, dihukum mati, hingga dibuang sebagai eksil ke negara lain.

Salah satu orang yang disebut-sebut sebagai dalang pembunuhan tujuh pahlawan revolosi adalah Letkol Untung Syamsuri. Semasa perang kemerdekaan untung bergabung dengan Batalyon Sudigdo yang berada di Wonogiri, Solo.

Selanjutnya Gubernur Militer Kolonel Gatot Soebroto memerintahkan agar Batalyon Sudigdo dipindahkan ke Cepogo, di lereng gunung Merbabu. Kemudian Kusman pergi ke Madiun dan bergabung dengan teman-temannya. Setelah peristiwa Madiun, Kusman berganti nama menjadi Untung Sutopo dan masuk TNI melalui Akademi Militer di Semarang.

Siapa yang mengira jika tokoh kunci Gerakan 30 September 1965 adalah salah satu lulusan terbaik Akademi Militer. Pada masa pendidikan ia bersaing dengan Benny Moerdani, perwira muda yang sangat menonjol dalam lingkup RPKAD. Mereka berdua sama-sama bertugas dalam operasi perebutan Irian Barat dan Untung merupakan salah satu anak buah Soeharto yang dipercaya menjadi Panglima Mandala.

Untung dan Benny tidak lebih satu bulan berada di Irian Barat karena Soeharto telah memerintah gencatan senjata pada tahun 1962.

Sebelum ditarik ke Resimen Cakrabirawa, Untung pernah menjadi Komandan Batalyon 454/ Banteng Raiders yang berbasis di Srondol, Semarang. Batalyon ini memiliki kualitas dan tingkat legenda yang setara dengan Yonif Linud 330/Kujang dan Yonif Linud 328/Kujang II.

Kelak dalam peristiwa G30S/PKI ini, Banteng Raiders akan berhadapan dengan pasukan elite RPKAD di bawah komando Sarwo Edhie Wibowo.

Setelah G30S meletus dan gagal dalam operasinya, Untung melarikan diri dan menghilang beberapa bulan lamanya sebelum kemudian ia tertangkap secara tidak sengaja oleh dua orang anggota Armed di Brebes, Jawa Tengah. Ketika tertangkap, ia tidak mengaku bernama Untung.

Anggota Armed yang menangkapnya pun tidak menyangka bahwa tangkapannya adalah mantan Komando Operasional G30S. Setelah mengalami pemeriksaan di markas CPM Tegal, barulah diketahui bahwa yang bersangkutan bernama Untung.

Setelah melalui sidang Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmillub) yang kilat, Untung pun dijatuhi hukaman mati dan dieksekusi di Cimahi, Jawa Barat pada tahun 1966, setahun setelah G30S/PKI meletus.(fin)</description><content:encoded>JAKARTA - Satu persatu aktor peristiwa kelam G30S/ PKI diadili pemerintah pada saat itu. Mulai dari dipenjara, dihukum mati, hingga dibuang sebagai eksil ke negara lain.

Salah satu orang yang disebut-sebut sebagai dalang pembunuhan tujuh pahlawan revolosi adalah Letkol Untung Syamsuri. Semasa perang kemerdekaan untung bergabung dengan Batalyon Sudigdo yang berada di Wonogiri, Solo.

Selanjutnya Gubernur Militer Kolonel Gatot Soebroto memerintahkan agar Batalyon Sudigdo dipindahkan ke Cepogo, di lereng gunung Merbabu. Kemudian Kusman pergi ke Madiun dan bergabung dengan teman-temannya. Setelah peristiwa Madiun, Kusman berganti nama menjadi Untung Sutopo dan masuk TNI melalui Akademi Militer di Semarang.

Siapa yang mengira jika tokoh kunci Gerakan 30 September 1965 adalah salah satu lulusan terbaik Akademi Militer. Pada masa pendidikan ia bersaing dengan Benny Moerdani, perwira muda yang sangat menonjol dalam lingkup RPKAD. Mereka berdua sama-sama bertugas dalam operasi perebutan Irian Barat dan Untung merupakan salah satu anak buah Soeharto yang dipercaya menjadi Panglima Mandala.

Untung dan Benny tidak lebih satu bulan berada di Irian Barat karena Soeharto telah memerintah gencatan senjata pada tahun 1962.

Sebelum ditarik ke Resimen Cakrabirawa, Untung pernah menjadi Komandan Batalyon 454/ Banteng Raiders yang berbasis di Srondol, Semarang. Batalyon ini memiliki kualitas dan tingkat legenda yang setara dengan Yonif Linud 330/Kujang dan Yonif Linud 328/Kujang II.

Kelak dalam peristiwa G30S/PKI ini, Banteng Raiders akan berhadapan dengan pasukan elite RPKAD di bawah komando Sarwo Edhie Wibowo.

Setelah G30S meletus dan gagal dalam operasinya, Untung melarikan diri dan menghilang beberapa bulan lamanya sebelum kemudian ia tertangkap secara tidak sengaja oleh dua orang anggota Armed di Brebes, Jawa Tengah. Ketika tertangkap, ia tidak mengaku bernama Untung.

Anggota Armed yang menangkapnya pun tidak menyangka bahwa tangkapannya adalah mantan Komando Operasional G30S. Setelah mengalami pemeriksaan di markas CPM Tegal, barulah diketahui bahwa yang bersangkutan bernama Untung.

Setelah melalui sidang Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmillub) yang kilat, Untung pun dijatuhi hukaman mati dan dieksekusi di Cimahi, Jawa Barat pada tahun 1966, setahun setelah G30S/PKI meletus.(fin)</content:encoded></item></channel></rss>
