<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nobar Film G30S/PKI di Masjid Sunda Kelapa, Pemeran Soeharto: Ini Bukan Film Sembarangan</title><description>&quot;Saya tidak bayangin gitu tapi film ini menampilkan sejarah kelam Indonesia, saya merasa ini bukan film sembarangan,&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/30/338/1786368/nobar-film-g30s-pki-di-masjid-sunda-kelapa-pemeran-soeharto-ini-bukan-film-sembarangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/30/338/1786368/nobar-film-g30s-pki-di-masjid-sunda-kelapa-pemeran-soeharto-ini-bukan-film-sembarangan"/><item><title>Nobar Film G30S/PKI di Masjid Sunda Kelapa, Pemeran Soeharto: Ini Bukan Film Sembarangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/30/338/1786368/nobar-film-g30s-pki-di-masjid-sunda-kelapa-pemeran-soeharto-ini-bukan-film-sembarangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/30/338/1786368/nobar-film-g30s-pki-di-masjid-sunda-kelapa-pemeran-soeharto-ini-bukan-film-sembarangan</guid><pubDate>Sabtu 30 September 2017 22:35 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/30/338/1786368/nobar-film-g30s-pki-di-masjid-sunda-kelapa-pemeran-soeharto-ini-bukan-film-sembarangan-FYcXzsW2L6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemeran Soeharto. (Achmad F/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/30/338/1786368/nobar-film-g30s-pki-di-masjid-sunda-kelapa-pemeran-soeharto-ini-bukan-film-sembarangan-FYcXzsW2L6.jpg</image><title>Pemeran Soeharto. (Achmad F/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ratusan masyarakat beramai-ramai menyambangi Mesjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka ingin menghadiri acara nonton bareng film pengkhianatan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30SPKI).
Berdasarkan pantauan Okezone, warga nampak antusias menyaksikan film tersebut. Terlebih panitia akan membedah film itu dengan menghadirkan saksi sejarah.
Ketua Panitia Penyelenggaraan nobar film G30SPKI, Tony Rosyid mengatakan selain pemutaran film ini akan diisi juga dengan diskusi untuk membedah sejarah kelam yang menimpa bangsa Indonesia.
&quot;Selain nobar Insyaallah akan ada diskusi yang akan dihadiri beberapa narasumber baik dari saksi sejarah maupun para tokoh,&quot; katanya kepada wartawan di Mesjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/9/2017).
Tony mengatakan dalam agenda tersebut akan dihadiri seperti K.H. Wahfiudin Sakam perwakilan dari Pengurus PBNU, Taufiq Ismail seorang penyair, pemeran Soeharto di Film Film G30S PKI, Amoroso Katamsi, MayJen (Purn) Kivlan Zein,  Arukat Jaswadi sejarawan dan beberapa saksi sejarah seperti putra dari MayJend Anumerta M.T Haryono, Rianto Nurhadi, Kordinator Pengangkatan Janazah Pahlawan Revolusi, Ven Kandaw dan Sugimin.
Semntara pemeran Mayjen TNI Soeharto dalam film Pengkhianatan G30SPKI, Amoroso Katamso mengaku tidak menyangka film tersebut akan menjadi kontroversial.
&quot;Saya tidak bayangin gitu tapi film ini menampilkan sejarah kelam Indonesia, saya merasa ini bukan film sembarangan,&quot; katanya dihadapan masyarakat usai menonton Film G30SPKI di Mesjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/9/2017).
Katamso meyakini bahwa film yang menjadi kontroversial ini dipastikan tidak meleset dari sejarah dan memang benar-benar terjadi.
&quot;Oh tidak diakan melakukan kerja seni kalo saya tidak yakin tidak akan dikerjakan,  tidak ada film ini tidak bertolak dari buku dan literatur yang ada. Dan ditambah riset untuk adegan yang ada,&quot; ujarnya.
Katamso menegaskan dalam pembuatan film garapan sutradara Arifin C Noer ini tidak diintervensi rezim saat itu.
&quot;Tidak ada. Arifin tidak bbisa diintervensi dalam berkarya,&quot; tutupnya. (sym)


</description><content:encoded>JAKARTA - Ratusan masyarakat beramai-ramai menyambangi Mesjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka ingin menghadiri acara nonton bareng film pengkhianatan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30SPKI).
Berdasarkan pantauan Okezone, warga nampak antusias menyaksikan film tersebut. Terlebih panitia akan membedah film itu dengan menghadirkan saksi sejarah.
Ketua Panitia Penyelenggaraan nobar film G30SPKI, Tony Rosyid mengatakan selain pemutaran film ini akan diisi juga dengan diskusi untuk membedah sejarah kelam yang menimpa bangsa Indonesia.
&quot;Selain nobar Insyaallah akan ada diskusi yang akan dihadiri beberapa narasumber baik dari saksi sejarah maupun para tokoh,&quot; katanya kepada wartawan di Mesjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/9/2017).
Tony mengatakan dalam agenda tersebut akan dihadiri seperti K.H. Wahfiudin Sakam perwakilan dari Pengurus PBNU, Taufiq Ismail seorang penyair, pemeran Soeharto di Film Film G30S PKI, Amoroso Katamsi, MayJen (Purn) Kivlan Zein,  Arukat Jaswadi sejarawan dan beberapa saksi sejarah seperti putra dari MayJend Anumerta M.T Haryono, Rianto Nurhadi, Kordinator Pengangkatan Janazah Pahlawan Revolusi, Ven Kandaw dan Sugimin.
Semntara pemeran Mayjen TNI Soeharto dalam film Pengkhianatan G30SPKI, Amoroso Katamso mengaku tidak menyangka film tersebut akan menjadi kontroversial.
&quot;Saya tidak bayangin gitu tapi film ini menampilkan sejarah kelam Indonesia, saya merasa ini bukan film sembarangan,&quot; katanya dihadapan masyarakat usai menonton Film G30SPKI di Mesjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/9/2017).
Katamso meyakini bahwa film yang menjadi kontroversial ini dipastikan tidak meleset dari sejarah dan memang benar-benar terjadi.
&quot;Oh tidak diakan melakukan kerja seni kalo saya tidak yakin tidak akan dikerjakan,  tidak ada film ini tidak bertolak dari buku dan literatur yang ada. Dan ditambah riset untuk adegan yang ada,&quot; ujarnya.
Katamso menegaskan dalam pembuatan film garapan sutradara Arifin C Noer ini tidak diintervensi rezim saat itu.
&quot;Tidak ada. Arifin tidak bbisa diintervensi dalam berkarya,&quot; tutupnya. (sym)


</content:encoded></item></channel></rss>
