<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OKEZONE STORY: Misteri Insiden Dyatlov Pass yang Tak Terpecahkan, Kisah 9 Pendaki Gunung di Uni Soviet yang Tewas dalam Semalam</title><description>Insiden mengerikan layaknya kisah film horor menimpa sekelompok pendaki asal Uni Soviet; mereka tewas secara bersamaan dalam semalam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/01/18/1786405/okezone-story-misteri-insiden-dyatlov-pass-yang-tak-terpecahkan-kisah-9-pendaki-gunung-di-uni-soviet-yang-tewas-dalam-semalam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/01/18/1786405/okezone-story-misteri-insiden-dyatlov-pass-yang-tak-terpecahkan-kisah-9-pendaki-gunung-di-uni-soviet-yang-tewas-dalam-semalam"/><item><title>OKEZONE STORY: Misteri Insiden Dyatlov Pass yang Tak Terpecahkan, Kisah 9 Pendaki Gunung di Uni Soviet yang Tewas dalam Semalam</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/01/18/1786405/okezone-story-misteri-insiden-dyatlov-pass-yang-tak-terpecahkan-kisah-9-pendaki-gunung-di-uni-soviet-yang-tewas-dalam-semalam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/01/18/1786405/okezone-story-misteri-insiden-dyatlov-pass-yang-tak-terpecahkan-kisah-9-pendaki-gunung-di-uni-soviet-yang-tewas-dalam-semalam</guid><pubDate>Minggu 01 Oktober 2017 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/01/18/1786405/okezone-story-misteri-insiden-dyatlov-pass-yang-tak-terpecahkan-kisah-9-pendaki-gunung-di-uni-soviet-yang-tewas-dalam-semalam-Z5MB9tBdi8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Monumen yang dipersembahkan untuk para pendaki. (Foto: The Vintage News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/01/18/1786405/okezone-story-misteri-insiden-dyatlov-pass-yang-tak-terpecahkan-kisah-9-pendaki-gunung-di-uni-soviet-yang-tewas-dalam-semalam-Z5MB9tBdi8.jpg</image><title>Monumen yang dipersembahkan untuk para pendaki. (Foto: The Vintage News)</title></images><description>SEBUAH insiden mengerikan layaknya kisah film horor menimpa sekelompok pendaki asal Uni Soviet atau yang kini dikenal dengan Rusia. Insiden yang dialami oleh 9 orang tersebut tepatnya terjadi pada 1 dan 2 Februari 1959. Kesembilan pendaki itu diketahui tewas dengan tragis ketika mendaki di Pegunungan Ural.
Insiden yang hingga kini masih misterius dan belum terpecahkan ini disebut dengan &quot;Dyatlov Pass&quot;. Kasus ini membuat banyak orang berimajinasi dan berteori tentang apa yang sebenarnya terjadi terhadap kesembilan orang tersebut. Sebagian besar orang bertanya apa yang terjadi di malam 1 Februari 1959 hingga mereka bisa tewas secara bersaman.
Kesembilan pendaki itu diketahui merupakan pelajar dari Institut Politeknik Ural, yang berbasis di Sverdlovsk (sekarang Yekaterinburg). Mereka merupakan orang-orang yang memiliki antusiasme besar untuk bermain ski dan mendaki. Pada 27 Januari, kelompok tersebut yang terdiri dari 10 orang yaitu 8 pria dan 2 perempuan berangkat di bawah kepemimpinan Igor Dyatlov.

Daftar sembilan pendaki yang tewas secara misterius. (Foto: The Vintage News)
Mereka bersiap untuk menaklukkan Gunung Otorten, di bagian utara Pegunungan Ural. Wilayah ini dikenal dihuni oleh sebagian etnis minoritas orang atau Suku Mansi Otorten. Mansi sendiri memiliki arti kata yaitu &quot;Jangan Pergi ke Sana&quot;. Namun hal tersebut nampaknya tak menghalangi sekelompok orang yang memang mencintai alam tersebut meski menempuh medan yang sulit.
Kelompok ini berangkat dari Kota Ivdel dengan menggunakan truk dan tiba di desa kecil Vizhai yang merupakan pemukiman terakhir sebelum mereka masuk hutan. Saat tiba di Desa Vizhai, kelompok ini mendengar sebuah cerita kuno dan menyeramkan tentang pemburu Mansi yang dibunuh secara misterius ketika melewati wilayah yang dikenal dengan Gunung Mati.
Pada 28 Januari, Yuri Yud menjadi satu-satunya pendaki yang selamat dari kelompok tersebut. Ia diketahui menderita disentri sehingga terpaksa tinggal di Vizhai, sementara kesembilan sisanya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Para pendaki ini seharusnya menyelesaikan perjalanan pada 12 Februari.Tetapi cuaca saat itu memburuk dan semua orang mengira jika kelompok  tersebut harus menunda perjalanan dan terlambat turun gunung. Kala itu, tak ada  alarm darurat atau tanda-tanda jika mereka dalam bahaya. Hari demi hari  berlalu tanpa kabar dan hal ini membuat Yuri Yud merasa khawatir dengan  rekan-rekannya. Pada 20 Februari, keluarga para pendaki mulai bertanya  tentang keberadaan anak mereka ke pihak berwenang.
Pada awalnya, Institut Politeknik tempat para pendaki mengenyam  pendidikan mengirim tim sukarelawan untuk mencari mereka yang hilang.  Operasi pencarian kemudian juga melibatkan personel polisi dan militer.  Pesawat dan helikopter juga dikerahkan untuk mencari para pendaki karena  kelompok pendaki tersebut dipastikan telah melewati wilayah yang dilarang atau  berbahaya.
Pada 26 Februari kamp kelompok tersebut tinggal dalam kondisi yang  mencurigakan. Tenda tempat mereka tinggal terpotong di bagian belakang  seolah terdapat seseorang yang masuk secara paksa. Tenda-tenda tersebut  juga seolah-olah ditinggalkan dengan tergesa-gesa karena semua peralatan   termasuk peralatan ski, makanan, dan pakaian hangat, masih ada di  tenda. Separuh tenda dalam kondisi tertutup salju.

Kondisi tenda para pendaki. (Foto: The Vintage News)
Terdapat jejak kaki yang dibuat oleh delapan atau sembilan orang  ditemukan di dekat tenda. Jejak kaki ini mengindikasikan bahwa para  pendaki telah melarikan diri dari perkemahan mereka. Dan kemungkinan  besar mereka lari dengan bertelanjang kaki, atau hanya mengenakan kaus  kaki. Jejak kaki itu membentang sekira sepertiga mil dari perkemahan.
Pegunungan Ural utara terkenal karena kondisi cuaca dingin yang  sangat tak kenal ampun. Suhu saat itu adalah minus 22 derajat  Fahrenheit. Hipotermia adalah dugaan pertama penyebab tewasnya  kesembilan orang itu. Tapi masih ada potongan yang tidak sesuai dengan  teka-teki kematian mereka. Petugas terus menelusuri petunjuk yang ada  hingga akhirnya menemukan 2 mayat pertama.
Dua mayat dari kelompok pendaki ini ditemukan di tepi hutan dalam  kondisi membeku. Sebelum meninggal keduanya sempat menyalakan api kecil  dan membuat mereka bisa bertahan hidup dalam semalam. Kemudian 3 mayat  lainnya kembali ditemukan yakni 2 perempuan dan 1 laki-laki yang  diketahui sebagai Dyatlov sang pemimpin kelompok. Kelima orang tersebut  diyakini sedang berusaha untuk kembali ke perkemahan mereka.Petugas berwenang menyimpulkan kelimanya tewas akibat hipotermia.   Yang menjadi pertanyaan masyarakat adalah, mereka merupakan kelompok   pendaki profesional yang harusnya tahu betul cara untuk menangani   hipotermia. Selain itu, hal yang membuat mereka lari dari tendanya juga   menjadi misteri yang lain.
Mayat keempat pendaki lainnya yaitu 1 perempuan dan 3 pria kemudian   ditemukan 2 bulan kemudian atau pada Mei. Mayat mereka ditemukan dengan   luka fisik berat, namun mereka ditemukan dengan mengenakkan pakaian    yang lebih memadai untuk melawan dingin. Penyelidikan menyimpulkan bahwa   mereka pasti berada di luar saat dugaan penyerang misterius itu  muncul.
Terlepas dari semua pertanyaan yang belum terjawab, penyelidikan atas   kasus ini ditutup pada Mei 1959. &quot;Sebuah kondisi darurat yang tidak   dapat diatasi oleh para pejalan kaki&quot; adalah kesimpulan resmi   penyelidikan petugas berwenang. Wilayah tempat mereka tewas menjadi   terlarang untuk tiga tahun ke depan, dan kasus Dyatlov diberi label   rahasia.

Sungai yang dilewati para pendaki. (Foto: The Vintage News)
Kasus ini ditinjau kembali pada 1993, ketika sebuah longsoran teori   konspirasi pecah, masing-masing mengklaim beberapa skenario supranatural   atau sangat tidak ortodoks. Mengingat tidak ada yang benar-benar bisa   memberikan penjelasan yang tepat mengenai kejadian yang mencakup   sembilan kematian misterius, label rahasia, dan tingkat radioaktivitas   yang tidak normal.
Saat ini ada banyak situs, artikel, buku, film layar lebar, dan film   dokumenter yang membahas tentang insiden Dyatlov Pass. Namun tidak ada   bukti substansial dari penyebab kematian kesembilan pendaki tersebut.   Banyak teori atas kematian mereka. Ada yang menduga jika mereka adalah   korban eksperimen rahasia pemerintah. Ada lainnya yang menyebutkan   kematian mereka terkait dengan alien dan bahwa mereka korban Yeti   (manusia salju) yang disebut Menk.
Pemerintah memiliki tepri yang lebih masuk akal  seperti serangan   oleh seekor beruang liar, longsoran salju, atau bahwa mereka diserang   oleh perampok lokal Mansi. Namun pihak berwenang juga gagal memberikan   bukti yang cukup untuk mendukung penjelasan mereka. Mungkin kita tidak   akan pernah tahu apa yang terjadi malam itu, tapi itu tidak menghentikan   teori yang terus bermunculan.</description><content:encoded>SEBUAH insiden mengerikan layaknya kisah film horor menimpa sekelompok pendaki asal Uni Soviet atau yang kini dikenal dengan Rusia. Insiden yang dialami oleh 9 orang tersebut tepatnya terjadi pada 1 dan 2 Februari 1959. Kesembilan pendaki itu diketahui tewas dengan tragis ketika mendaki di Pegunungan Ural.
Insiden yang hingga kini masih misterius dan belum terpecahkan ini disebut dengan &quot;Dyatlov Pass&quot;. Kasus ini membuat banyak orang berimajinasi dan berteori tentang apa yang sebenarnya terjadi terhadap kesembilan orang tersebut. Sebagian besar orang bertanya apa yang terjadi di malam 1 Februari 1959 hingga mereka bisa tewas secara bersaman.
Kesembilan pendaki itu diketahui merupakan pelajar dari Institut Politeknik Ural, yang berbasis di Sverdlovsk (sekarang Yekaterinburg). Mereka merupakan orang-orang yang memiliki antusiasme besar untuk bermain ski dan mendaki. Pada 27 Januari, kelompok tersebut yang terdiri dari 10 orang yaitu 8 pria dan 2 perempuan berangkat di bawah kepemimpinan Igor Dyatlov.

Daftar sembilan pendaki yang tewas secara misterius. (Foto: The Vintage News)
Mereka bersiap untuk menaklukkan Gunung Otorten, di bagian utara Pegunungan Ural. Wilayah ini dikenal dihuni oleh sebagian etnis minoritas orang atau Suku Mansi Otorten. Mansi sendiri memiliki arti kata yaitu &quot;Jangan Pergi ke Sana&quot;. Namun hal tersebut nampaknya tak menghalangi sekelompok orang yang memang mencintai alam tersebut meski menempuh medan yang sulit.
Kelompok ini berangkat dari Kota Ivdel dengan menggunakan truk dan tiba di desa kecil Vizhai yang merupakan pemukiman terakhir sebelum mereka masuk hutan. Saat tiba di Desa Vizhai, kelompok ini mendengar sebuah cerita kuno dan menyeramkan tentang pemburu Mansi yang dibunuh secara misterius ketika melewati wilayah yang dikenal dengan Gunung Mati.
Pada 28 Januari, Yuri Yud menjadi satu-satunya pendaki yang selamat dari kelompok tersebut. Ia diketahui menderita disentri sehingga terpaksa tinggal di Vizhai, sementara kesembilan sisanya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Para pendaki ini seharusnya menyelesaikan perjalanan pada 12 Februari.Tetapi cuaca saat itu memburuk dan semua orang mengira jika kelompok  tersebut harus menunda perjalanan dan terlambat turun gunung. Kala itu, tak ada  alarm darurat atau tanda-tanda jika mereka dalam bahaya. Hari demi hari  berlalu tanpa kabar dan hal ini membuat Yuri Yud merasa khawatir dengan  rekan-rekannya. Pada 20 Februari, keluarga para pendaki mulai bertanya  tentang keberadaan anak mereka ke pihak berwenang.
Pada awalnya, Institut Politeknik tempat para pendaki mengenyam  pendidikan mengirim tim sukarelawan untuk mencari mereka yang hilang.  Operasi pencarian kemudian juga melibatkan personel polisi dan militer.  Pesawat dan helikopter juga dikerahkan untuk mencari para pendaki karena  kelompok pendaki tersebut dipastikan telah melewati wilayah yang dilarang atau  berbahaya.
Pada 26 Februari kamp kelompok tersebut tinggal dalam kondisi yang  mencurigakan. Tenda tempat mereka tinggal terpotong di bagian belakang  seolah terdapat seseorang yang masuk secara paksa. Tenda-tenda tersebut  juga seolah-olah ditinggalkan dengan tergesa-gesa karena semua peralatan   termasuk peralatan ski, makanan, dan pakaian hangat, masih ada di  tenda. Separuh tenda dalam kondisi tertutup salju.

Kondisi tenda para pendaki. (Foto: The Vintage News)
Terdapat jejak kaki yang dibuat oleh delapan atau sembilan orang  ditemukan di dekat tenda. Jejak kaki ini mengindikasikan bahwa para  pendaki telah melarikan diri dari perkemahan mereka. Dan kemungkinan  besar mereka lari dengan bertelanjang kaki, atau hanya mengenakan kaus  kaki. Jejak kaki itu membentang sekira sepertiga mil dari perkemahan.
Pegunungan Ural utara terkenal karena kondisi cuaca dingin yang  sangat tak kenal ampun. Suhu saat itu adalah minus 22 derajat  Fahrenheit. Hipotermia adalah dugaan pertama penyebab tewasnya  kesembilan orang itu. Tapi masih ada potongan yang tidak sesuai dengan  teka-teki kematian mereka. Petugas terus menelusuri petunjuk yang ada  hingga akhirnya menemukan 2 mayat pertama.
Dua mayat dari kelompok pendaki ini ditemukan di tepi hutan dalam  kondisi membeku. Sebelum meninggal keduanya sempat menyalakan api kecil  dan membuat mereka bisa bertahan hidup dalam semalam. Kemudian 3 mayat  lainnya kembali ditemukan yakni 2 perempuan dan 1 laki-laki yang  diketahui sebagai Dyatlov sang pemimpin kelompok. Kelima orang tersebut  diyakini sedang berusaha untuk kembali ke perkemahan mereka.Petugas berwenang menyimpulkan kelimanya tewas akibat hipotermia.   Yang menjadi pertanyaan masyarakat adalah, mereka merupakan kelompok   pendaki profesional yang harusnya tahu betul cara untuk menangani   hipotermia. Selain itu, hal yang membuat mereka lari dari tendanya juga   menjadi misteri yang lain.
Mayat keempat pendaki lainnya yaitu 1 perempuan dan 3 pria kemudian   ditemukan 2 bulan kemudian atau pada Mei. Mayat mereka ditemukan dengan   luka fisik berat, namun mereka ditemukan dengan mengenakkan pakaian    yang lebih memadai untuk melawan dingin. Penyelidikan menyimpulkan bahwa   mereka pasti berada di luar saat dugaan penyerang misterius itu  muncul.
Terlepas dari semua pertanyaan yang belum terjawab, penyelidikan atas   kasus ini ditutup pada Mei 1959. &quot;Sebuah kondisi darurat yang tidak   dapat diatasi oleh para pejalan kaki&quot; adalah kesimpulan resmi   penyelidikan petugas berwenang. Wilayah tempat mereka tewas menjadi   terlarang untuk tiga tahun ke depan, dan kasus Dyatlov diberi label   rahasia.

Sungai yang dilewati para pendaki. (Foto: The Vintage News)
Kasus ini ditinjau kembali pada 1993, ketika sebuah longsoran teori   konspirasi pecah, masing-masing mengklaim beberapa skenario supranatural   atau sangat tidak ortodoks. Mengingat tidak ada yang benar-benar bisa   memberikan penjelasan yang tepat mengenai kejadian yang mencakup   sembilan kematian misterius, label rahasia, dan tingkat radioaktivitas   yang tidak normal.
Saat ini ada banyak situs, artikel, buku, film layar lebar, dan film   dokumenter yang membahas tentang insiden Dyatlov Pass. Namun tidak ada   bukti substansial dari penyebab kematian kesembilan pendaki tersebut.   Banyak teori atas kematian mereka. Ada yang menduga jika mereka adalah   korban eksperimen rahasia pemerintah. Ada lainnya yang menyebutkan   kematian mereka terkait dengan alien dan bahwa mereka korban Yeti   (manusia salju) yang disebut Menk.
Pemerintah memiliki tepri yang lebih masuk akal  seperti serangan   oleh seekor beruang liar, longsoran salju, atau bahwa mereka diserang   oleh perampok lokal Mansi. Namun pihak berwenang juga gagal memberikan   bukti yang cukup untuk mendukung penjelasan mereka. Mungkin kita tidak   akan pernah tahu apa yang terjadi malam itu, tapi itu tidak menghentikan   teori yang terus bermunculan.</content:encoded></item></channel></rss>
