<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berharap Gunung Agung Tak Meletus, Ratusan Pedanda dan Ribuan Umat Hindu Berdoa Bersama</title><description>&quot;Kami memohon pengampunan atas dosa umat dan leluhur yang terjadi baik sengaja atau tidak hingga mengusik keseimbangan alam ini&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/01/340/1786753/berharap-gunung-agung-tak-meletus-ratusan-pedanda-dan-ribuan-umat-hindu-berdoa-bersama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/01/340/1786753/berharap-gunung-agung-tak-meletus-ratusan-pedanda-dan-ribuan-umat-hindu-berdoa-bersama"/><item><title>Berharap Gunung Agung Tak Meletus, Ratusan Pedanda dan Ribuan Umat Hindu Berdoa Bersama</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/01/340/1786753/berharap-gunung-agung-tak-meletus-ratusan-pedanda-dan-ribuan-umat-hindu-berdoa-bersama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/01/340/1786753/berharap-gunung-agung-tak-meletus-ratusan-pedanda-dan-ribuan-umat-hindu-berdoa-bersama</guid><pubDate>Minggu 01 Oktober 2017 23:09 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Hikmah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/01/340/1786753/berharap-gunung-agung-tak-meletus-ratusan-pedanda-dan-ribuan-umat-hindu-berdoa-bersama-HaF0TohwBa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pedanda sedang memanjatkan doa (Foto: Nurul Hikmah/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/01/340/1786753/berharap-gunung-agung-tak-meletus-ratusan-pedanda-dan-ribuan-umat-hindu-berdoa-bersama-HaF0TohwBa.jpg</image><title>Pedanda sedang memanjatkan doa (Foto: Nurul Hikmah/Okezone)</title></images><description>GIANYAR - Ratusan  Pedanda Ciwa-Budha atau pemimpin upacara persambahyangan bagi umat Hindu di Bali menggelar puja (doa) bersama di Pura Er Jeruk, Sukawati, Gianyar, Minggu (1/10/2017).

Menggala Karya, Ida Bagus Putu Wirawan mengatakan, melalui puja yang dipimpin Sulinggih atau pendeta  bersama ribuan umat, mereka memohon keselamatan dan kehidupan pasca ditetapkannya Gunung Agung berstatus awas.

Dia menjelaskan, ritual itu disebut Puja Bhasmangkuram Bajra Wakyam. &quot;Pada intinya kami memohon pengampunan atas dosa umat dan leluhur yang terjadi baik sengaja atau tidak hingga mengusik keseimbangan alam ini,&quot; katanya.

Merespons ancaman bencana erupsi  Gunung Agung yang kini dalam kondisi kritis, pihaknya juga meyakini sebagai salah satu wujud peringatan alam akibat ulah manusia.

Atas pemujaan yang dilakukan oleh ratusan pedanda dan ribuan umat itu, pihaknya berharap agar Gunung Agung tidak meletus. &quot;Kami berharap dan berdoa agar Gunung Agung tidak meletus,&quot; harapnya.

Usai persembahyangan, ribuan umat melakukan penglukatan (pembersihan diri) secara massal dari air yang didoakan oleh 100  Sulinggih dan Peranda.

Dia menjelaskan, bahwa adanya  pengelukatan jasmani dan rohani umat diharapkan senantiasa bersih hingga dapat menhadapi peringatan alam tanpa adanya korban berjatuhan.

&quot;Kami mendoakan yang terbaik untuk semuanya,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>GIANYAR - Ratusan  Pedanda Ciwa-Budha atau pemimpin upacara persambahyangan bagi umat Hindu di Bali menggelar puja (doa) bersama di Pura Er Jeruk, Sukawati, Gianyar, Minggu (1/10/2017).

Menggala Karya, Ida Bagus Putu Wirawan mengatakan, melalui puja yang dipimpin Sulinggih atau pendeta  bersama ribuan umat, mereka memohon keselamatan dan kehidupan pasca ditetapkannya Gunung Agung berstatus awas.

Dia menjelaskan, ritual itu disebut Puja Bhasmangkuram Bajra Wakyam. &quot;Pada intinya kami memohon pengampunan atas dosa umat dan leluhur yang terjadi baik sengaja atau tidak hingga mengusik keseimbangan alam ini,&quot; katanya.

Merespons ancaman bencana erupsi  Gunung Agung yang kini dalam kondisi kritis, pihaknya juga meyakini sebagai salah satu wujud peringatan alam akibat ulah manusia.

Atas pemujaan yang dilakukan oleh ratusan pedanda dan ribuan umat itu, pihaknya berharap agar Gunung Agung tidak meletus. &quot;Kami berharap dan berdoa agar Gunung Agung tidak meletus,&quot; harapnya.

Usai persembahyangan, ribuan umat melakukan penglukatan (pembersihan diri) secara massal dari air yang didoakan oleh 100  Sulinggih dan Peranda.

Dia menjelaskan, bahwa adanya  pengelukatan jasmani dan rohani umat diharapkan senantiasa bersih hingga dapat menhadapi peringatan alam tanpa adanya korban berjatuhan.

&quot;Kami mendoakan yang terbaik untuk semuanya,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
