<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh! Catalunya Klaim 90% Pemilih saat Referendum Ingin Merdeka dari Spanyol</title><description>Pemerintah wilayah Catalunya mengumumkan  90,9 persen pemilih dalam  referendum kemerdekaan memilih &amp;ldquo;ya&amp;rdquo; untuk  merdeka dari Spanyol.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/02/18/1786915/duh-catalunya-klaim-90-pemilih-saat-referendum-ingin-merdeka-dari-spanyol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/02/18/1786915/duh-catalunya-klaim-90-pemilih-saat-referendum-ingin-merdeka-dari-spanyol"/><item><title>Duh! Catalunya Klaim 90% Pemilih saat Referendum Ingin Merdeka dari Spanyol</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/02/18/1786915/duh-catalunya-klaim-90-pemilih-saat-referendum-ingin-merdeka-dari-spanyol</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/02/18/1786915/duh-catalunya-klaim-90-pemilih-saat-referendum-ingin-merdeka-dari-spanyol</guid><pubDate>Senin 02 Oktober 2017 11:48 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/02/18/1786915/duh-catalunya-klaim-90-pemilih-saat-referendum-ingin-merdeka-dari-spanyol-d0HnYfXynZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ribuan warga Catalunya gelar demonstrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/02/18/1786915/duh-catalunya-klaim-90-pemilih-saat-referendum-ingin-merdeka-dari-spanyol-d0HnYfXynZ.jpg</image><title>Ribuan warga Catalunya gelar demonstrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>BARCELONA - Pemerintah wilayah Catalunya mengumumkan  90,9 persen pemilih dalam referendum kemerdekaan memilih &amp;ldquo;ya&amp;rdquo; untuk  merdeka dari Spanyol. Jajak pendapat yang diwarnai kerusuhan antara  pemilih dan polisi Spanyol ini mengakibatkan 844 orang terluka.Referendum  yang digelar pada hari Minggu kemarin ditentang keras oleh pemerintah  pusat di Madrid. Para polisi anti-huru-hara yang dikerahkan tak hanya  bentrok dengan para pemilih, tapi juga merebut surat dan kotak suara.Menurut  pemerintah Catalunya, sekitar 2,26 juta orang telah  memberikan suara dalam jajak pendapat. Dari jumlah itu, 90,9 persen  memilih untuk merdeka. Sedangkan yang memilih &amp;ldquo;tidak&amp;rdquo; hanya 7,87 persen  atau 176.565 pemilih. Awalnya, total jumlah pemilih terdata  sebanyak 5,34 juta. Namun, larangan keras dari otoritas pusat Madrid  membuat jumlah pemilih susut menjadi 2,26 juta.
(Baca juga: Mantap! Trump dan PM Spanyol Kompak Menentang Referendum Kemerdekaan Catalunya)&amp;ldquo;Dari 2.262.424  surat suara yang tidak disita, 2.020.144 adalah suara &amp;lsquo;Ya&amp;rsquo;, 176.566  memberikan suara &amp;lsquo;Tidak&amp;rsquo;, 45.586 kosong dan 20.129 suara nol,&amp;rdquo; bunyi  pengumumann pemerintah Catalonia di Twitter melalui akun @catalangov, yang dikutip Senin (2/10/2017).Wakil  Presiden Catalonia dari kubu sayap kiri, Oriol Junqueras, mengecam  tindakan keras aparat pemerintah pusat Madrid. &amp;rdquo;Demokrasi macam apa yang  mencuri kotak suara?,&amp;rdquo; tanya dia yang berdiri di samping perwakilan  pemerintah Catalan, Raul Romeva dan Jordi Turull.&amp;rdquo;Kami akan  konsisten dengan amanat demokrasi yang diberikan warga negara saat ini,&amp;rdquo;  ujar dia.&amp;rdquo;Catalunya telah memenangkan haknya sebagai Republik baru,  jika ini yang diputuskan oleh Parlemen,&amp;rdquo; imbuh dia.
(Baca juga: Jelang Referendum, Otoritas Spanyol Tangkapi Pejabat Tinggi Catalunya)Romeva  mencatat bahwa selama kejadian hari Minggu, di mana kekerasan membuat  pemerintah pusat Spanyol harus malu. Sebaliknya, kata dia, rakyat  Catalan memiliki demokrasi dan martabat.&amp;rdquo;Semua represi  benar-benar berada di pihak pemerintah (Perdana Menteri Mariano) Rajoy  dan pasukan polisi yang dibawa untuk tujuan ini,&amp;rdquo; kata Romeva, yang  dilansir La Vanguardia.Pemimpin atau Presiden Catalan,  Carles Puigdemont, memuji keberanian jutaan orang Catalan yang nekat  memberikan suaranya dalam jajak pendapat meski mengalami tindakan keras  polisi Spanyol.Setelah tempat pemungutan suara di Catalonia  ditutup, PM Rajoy mengumumkan bahwa pihaknya tidak mengakui adanya  referendum kemerdekaan Catalan. &amp;rdquo;Tidak ada referendum yang terjadi,&amp;rdquo;  katanya.</description><content:encoded>BARCELONA - Pemerintah wilayah Catalunya mengumumkan  90,9 persen pemilih dalam referendum kemerdekaan memilih &amp;ldquo;ya&amp;rdquo; untuk  merdeka dari Spanyol. Jajak pendapat yang diwarnai kerusuhan antara  pemilih dan polisi Spanyol ini mengakibatkan 844 orang terluka.Referendum  yang digelar pada hari Minggu kemarin ditentang keras oleh pemerintah  pusat di Madrid. Para polisi anti-huru-hara yang dikerahkan tak hanya  bentrok dengan para pemilih, tapi juga merebut surat dan kotak suara.Menurut  pemerintah Catalunya, sekitar 2,26 juta orang telah  memberikan suara dalam jajak pendapat. Dari jumlah itu, 90,9 persen  memilih untuk merdeka. Sedangkan yang memilih &amp;ldquo;tidak&amp;rdquo; hanya 7,87 persen  atau 176.565 pemilih. Awalnya, total jumlah pemilih terdata  sebanyak 5,34 juta. Namun, larangan keras dari otoritas pusat Madrid  membuat jumlah pemilih susut menjadi 2,26 juta.
(Baca juga: Mantap! Trump dan PM Spanyol Kompak Menentang Referendum Kemerdekaan Catalunya)&amp;ldquo;Dari 2.262.424  surat suara yang tidak disita, 2.020.144 adalah suara &amp;lsquo;Ya&amp;rsquo;, 176.566  memberikan suara &amp;lsquo;Tidak&amp;rsquo;, 45.586 kosong dan 20.129 suara nol,&amp;rdquo; bunyi  pengumumann pemerintah Catalonia di Twitter melalui akun @catalangov, yang dikutip Senin (2/10/2017).Wakil  Presiden Catalonia dari kubu sayap kiri, Oriol Junqueras, mengecam  tindakan keras aparat pemerintah pusat Madrid. &amp;rdquo;Demokrasi macam apa yang  mencuri kotak suara?,&amp;rdquo; tanya dia yang berdiri di samping perwakilan  pemerintah Catalan, Raul Romeva dan Jordi Turull.&amp;rdquo;Kami akan  konsisten dengan amanat demokrasi yang diberikan warga negara saat ini,&amp;rdquo;  ujar dia.&amp;rdquo;Catalunya telah memenangkan haknya sebagai Republik baru,  jika ini yang diputuskan oleh Parlemen,&amp;rdquo; imbuh dia.
(Baca juga: Jelang Referendum, Otoritas Spanyol Tangkapi Pejabat Tinggi Catalunya)Romeva  mencatat bahwa selama kejadian hari Minggu, di mana kekerasan membuat  pemerintah pusat Spanyol harus malu. Sebaliknya, kata dia, rakyat  Catalan memiliki demokrasi dan martabat.&amp;rdquo;Semua represi  benar-benar berada di pihak pemerintah (Perdana Menteri Mariano) Rajoy  dan pasukan polisi yang dibawa untuk tujuan ini,&amp;rdquo; kata Romeva, yang  dilansir La Vanguardia.Pemimpin atau Presiden Catalan,  Carles Puigdemont, memuji keberanian jutaan orang Catalan yang nekat  memberikan suaranya dalam jajak pendapat meski mengalami tindakan keras  polisi Spanyol.Setelah tempat pemungutan suara di Catalonia  ditutup, PM Rajoy mengumumkan bahwa pihaknya tidak mengakui adanya  referendum kemerdekaan Catalan. &amp;rdquo;Tidak ada referendum yang terjadi,&amp;rdquo;  katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
