<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mencekam! Referendum Catalunya Berujung Bentrok, 760 Orang Jadi Korban</title><description>Lebih dari 760 orang terluka dalam  bentrokan di Catalonia terkait  penyelenggaraan referendum kemerdekaan di  wilayah timur Spanyol itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/02/18/1786945/mencekam-referendum-catalunya-berujung-bentrok-760-orang-jadi-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/02/18/1786945/mencekam-referendum-catalunya-berujung-bentrok-760-orang-jadi-korban"/><item><title>Mencekam! Referendum Catalunya Berujung Bentrok, 760 Orang Jadi Korban</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/02/18/1786945/mencekam-referendum-catalunya-berujung-bentrok-760-orang-jadi-korban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/02/18/1786945/mencekam-referendum-catalunya-berujung-bentrok-760-orang-jadi-korban</guid><pubDate>Senin 02 Oktober 2017 12:31 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/02/18/1786945/mencekam-referendum-catalunya-berujung-bentrok-760-orang-jadi-korban-TmvxlUy2Ot.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bentrok saat referendum Catalunya. (Foto: Ist/Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/02/18/1786945/mencekam-referendum-catalunya-berujung-bentrok-760-orang-jadi-korban-TmvxlUy2Ot.jpg</image><title>Bentrok saat referendum Catalunya. (Foto: Ist/Sindonews)</title></images><description>BARCELONA - Lebih dari 760 orang terluka dalam  bentrokan di Catalonia terkait penyelenggaraan referendum kemerdekaan di  wilayah timur Spanyol itu. Bentrokan melibatkan polisi anti huru hara  dengan orang-orang yang telah berkumpul untuk memberikan suaranya dalam  referendum yang dilarang pemerintah Spanyol.Polisi anti huru  hara Spanyol memasuki lokasi pemungutan suara di Catalonia pada hari  Minggu. Mereka menyita kotak suara dan surat suara untuk mencegah  referendum kemerdekaan seperti dikutip dari Euractiv, Senin (2/10/2017).Polisi  memukul orang-orang dengan tongkat, menembakkan peluru karet ke orang  banyak dan secara paksa memindahkan calon pemilih dari tempat pemungutan  suara.
(Baca juga: Duh! Catalunya Klaim 90% Pemilih saat Referendum Ingin Merdeka dari Spanyol)Di banyak tempat, orang tidak bisa mengakses kotak  suara. Di sebuah kota di provinsi Girona di mana pemimpin Catalan Carles  Puigdemont dijadwalkan untuk memilih, polisi Garda Sipil menghancurkan  panel kaca untuk membuka pintu dan mencari kotak suara.Puigdemont  memilih di kota yang berbeda di provinsi ini. Dia menuduh Spanyol  melakukan kekerasan yang tidak adil dalam menghentikan pemungutan suara  dan mengatakan bahwa hal itu menciptakan citra Spanyol yang mengerikan.Tindakan polisi Spanyol ini dikutuk oleh dunia internasional, namun digambarkan oleh pemerintah sebagai tindakan proporsional.
(Baca juga: Mantap! Trump dan PM Spanyol Kompak Menentang Referendum Kemerdekaan Catalunya)Referendum  tersebut, yang dinyatakan ilegal oleh pemerintah pusat Spanyol, telah  membuat negara ini memasuki krisis konstitusional terdalam dalam  beberapa dasawarsa dan memperdalam keretakan antara Madrid dan Barcelona  selama berabad-abad.Terlepas dari tindakan polisi, ratusan  antrian orang terbentuk di kota-kota dan desa-desa di seluruh wilayah  untuk memberikan suara mereka.&quot;Saya sangat senang karena  terlepas dari semua rintangan yang mereka hadapi, saya telah berhasil  memberikan suara,&quot; kata Teresa, seorang pensiunan berusia 72 tahun di  Barcelona yang telah antre selama enam jam untuk memilih.&quot;Jam  operasional tempat pemungutan suara tidak akan diperpanjang,&quot; kata juru  bicara pemerintah daerah, namun semua yang masih mengantri akan  diizinkan untuk memilih. &quot;Masih belum diketahui kapan hasilnya  akan diumumkan,&quot; katanya, menambahkan hari itu sudah sangat panjang dan  ini akan menjadi penghitungan yang panjang.Pemimpin Catalan Carles Puigdemont awalnya mengatakan bahwa jika  pemungutan suara &quot;ya&quot; atau mendukung kemerdekaan menang, pemerintah  Catalan akan mendeklarasikan kemerdekaan dalam waktu 48 jam. Namun para  pemimpin regional membenarkan tindakan keras Madrid telah menggerogoti  pemungutan suara.</description><content:encoded>BARCELONA - Lebih dari 760 orang terluka dalam  bentrokan di Catalonia terkait penyelenggaraan referendum kemerdekaan di  wilayah timur Spanyol itu. Bentrokan melibatkan polisi anti huru hara  dengan orang-orang yang telah berkumpul untuk memberikan suaranya dalam  referendum yang dilarang pemerintah Spanyol.Polisi anti huru  hara Spanyol memasuki lokasi pemungutan suara di Catalonia pada hari  Minggu. Mereka menyita kotak suara dan surat suara untuk mencegah  referendum kemerdekaan seperti dikutip dari Euractiv, Senin (2/10/2017).Polisi  memukul orang-orang dengan tongkat, menembakkan peluru karet ke orang  banyak dan secara paksa memindahkan calon pemilih dari tempat pemungutan  suara.
(Baca juga: Duh! Catalunya Klaim 90% Pemilih saat Referendum Ingin Merdeka dari Spanyol)Di banyak tempat, orang tidak bisa mengakses kotak  suara. Di sebuah kota di provinsi Girona di mana pemimpin Catalan Carles  Puigdemont dijadwalkan untuk memilih, polisi Garda Sipil menghancurkan  panel kaca untuk membuka pintu dan mencari kotak suara.Puigdemont  memilih di kota yang berbeda di provinsi ini. Dia menuduh Spanyol  melakukan kekerasan yang tidak adil dalam menghentikan pemungutan suara  dan mengatakan bahwa hal itu menciptakan citra Spanyol yang mengerikan.Tindakan polisi Spanyol ini dikutuk oleh dunia internasional, namun digambarkan oleh pemerintah sebagai tindakan proporsional.
(Baca juga: Mantap! Trump dan PM Spanyol Kompak Menentang Referendum Kemerdekaan Catalunya)Referendum  tersebut, yang dinyatakan ilegal oleh pemerintah pusat Spanyol, telah  membuat negara ini memasuki krisis konstitusional terdalam dalam  beberapa dasawarsa dan memperdalam keretakan antara Madrid dan Barcelona  selama berabad-abad.Terlepas dari tindakan polisi, ratusan  antrian orang terbentuk di kota-kota dan desa-desa di seluruh wilayah  untuk memberikan suara mereka.&quot;Saya sangat senang karena  terlepas dari semua rintangan yang mereka hadapi, saya telah berhasil  memberikan suara,&quot; kata Teresa, seorang pensiunan berusia 72 tahun di  Barcelona yang telah antre selama enam jam untuk memilih.&quot;Jam  operasional tempat pemungutan suara tidak akan diperpanjang,&quot; kata juru  bicara pemerintah daerah, namun semua yang masih mengantri akan  diizinkan untuk memilih. &quot;Masih belum diketahui kapan hasilnya  akan diumumkan,&quot; katanya, menambahkan hari itu sudah sangat panjang dan  ini akan menjadi penghitungan yang panjang.Pemimpin Catalan Carles Puigdemont awalnya mengatakan bahwa jika  pemungutan suara &quot;ya&quot; atau mendukung kemerdekaan menang, pemerintah  Catalan akan mendeklarasikan kemerdekaan dalam waktu 48 jam. Namun para  pemimpin regional membenarkan tindakan keras Madrid telah menggerogoti  pemungutan suara.</content:encoded></item></channel></rss>
