<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nah! Myanmar-Bangladesh Sepakati Rencana Pemulangan Pengungsi Rohingya</title><description>Myanmar menegaskan kembali tujuannya untuk  memulangkan pengungsi Rohingya di Rakhine.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/03/18/1787728/nah-myanmar-bangladesh-sepakati-rencana-pemulangan-pengungsi-rohingya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/03/18/1787728/nah-myanmar-bangladesh-sepakati-rencana-pemulangan-pengungsi-rohingya"/><item><title>Nah! Myanmar-Bangladesh Sepakati Rencana Pemulangan Pengungsi Rohingya</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/03/18/1787728/nah-myanmar-bangladesh-sepakati-rencana-pemulangan-pengungsi-rohingya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/03/18/1787728/nah-myanmar-bangladesh-sepakati-rencana-pemulangan-pengungsi-rohingya</guid><pubDate>Selasa 03 Oktober 2017 13:37 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/03/18/1787728/nah-myanmar-bangladesh-sepakati-rencana-pemulangan-pengungsi-rohingya-dFcutpEFF8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengungsi Rohingya. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/03/18/1787728/nah-myanmar-bangladesh-sepakati-rencana-pemulangan-pengungsi-rohingya-dFcutpEFF8.jpg</image><title>Pengungsi Rohingya. (Foto: Reuters)</title></images><description>DHAKA - Myanmar menegaskan kembali tujuannya untuk  memulangkan pengungsi Rohingya di Rakhine. Lebih dari setengah juta  etnis Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh dalam beberapa bulan  terakhir.Setelah bertemu di Ibu Kota Dhaka, Bangladesh dan  pejabat Myanmar sepakat untuk membentuk sebuah kelompok kerja guna  merencanakan pemulangan sekitar 507.000 pengungsi Muslim Rohingya.&quot;Perundingan  tersebut diadakan dalam suasana yang bersahabat, dan Myanmar telah  membuat sebuah proposal untuk mengambil kembali pengungsi Rohingya,&quot;  ujar Menteri Luar Negeri Bangladesh AH Mahmood Ali mengatakan bertemu  dengan pejabat Myanmar, Kyaw Tint Swe.&quot;Apa yang Bangladesh  katakan adalah bahwa kita ingin menyelesaikan masalah ini dengan damai  dan kedua negara telah menyetujuinya,&quot; tambahnya, seperti dikutip dari Asean Correspondent, Selasa (3/10/2017).
(Baca juga: Bahas Pemulangan Warga Rohingya dengan Myanmar, Pejabat Bangladesh: Krisis Ini Tak Selesai dengan 1 Pertemuan)Win  Myat Aye, Menteri Perhimpunan Myanmar, Menteri Kesejahteraan Sosial,  Bantuan dan Pemukiman Kembali, juga membahas masalah ini di Komite  Eksekutif Lembaga PBB UNHCR di Jenewa.&quot;Prioritas utama kami  selanjutnya adalah mengembalikan para pengungsi yang telah melarikan  diri ke Bangladesh,&quot; kata Win Myat Aye kepada forum tersebut.
(Baca juga: PM Bangladesh: Saya Melihat Rohingya yang Lapar, Tertekan dan Tanpa Harapan di Myanmar)&quot;Proses  repatriasi bisa dimulai kapan saja bagi mereka yang ingin kembali ke  Myanmar. Verifikasi pengungsi akan didasarkan pada kesepakatan antara  pemerintah Myanmar dan Bangladesh pada tahun 1993,&quot; jelasnya.&quot;Mereka  yang telah diverifikasi sebagai pengungsi dari negara ini akan diterima  tanpa masalah dan dengan jaminan penuh keamanan mereka dan akses mereka  terhadap kehormatan mereka sebagai manusia,&quot; imbuhnya.Ucapan  Win Myat Aye seolah mempertegas apa yang dikatakan oleh  Penasihat Negara  dan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi. Dalam  pidato  kenegaraannya yang banyak ditunggu-tunggu terkait krisis  Rohingya pada  bulan September lalu, Suu Kyi meminta pemulangan Rohingya  dari  Bangladesh sesuai dengan kesepakatan tahun 1993.Namun  kriteria  yang harus dipenuhi untuk repatriasi berdasarkan kesepakatan  ini telah  menjadi perhatian. Banyak orang Rohingya yang takut akan  menemukan  kondisi yang begitu ketat.Kesepakatan tersebut  mengharuskan  mereka untuk menjadi pengungsi terdaftar dan untuk  membuktikan  kewarganegaraan Myanmar. Banyak dari mereka yang melarikan  diri tidak  akan mampu menyediakan dokumentasi. Pasalnya, sejumlah  populasi Rohingya  telah ditolak kewarganegaraannya dan diklasifikasikan  sebagai imigran  ilegal di Myanmar meskipun telah tinggal di negara itu  berabad-abad  lamanya.</description><content:encoded>DHAKA - Myanmar menegaskan kembali tujuannya untuk  memulangkan pengungsi Rohingya di Rakhine. Lebih dari setengah juta  etnis Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh dalam beberapa bulan  terakhir.Setelah bertemu di Ibu Kota Dhaka, Bangladesh dan  pejabat Myanmar sepakat untuk membentuk sebuah kelompok kerja guna  merencanakan pemulangan sekitar 507.000 pengungsi Muslim Rohingya.&quot;Perundingan  tersebut diadakan dalam suasana yang bersahabat, dan Myanmar telah  membuat sebuah proposal untuk mengambil kembali pengungsi Rohingya,&quot;  ujar Menteri Luar Negeri Bangladesh AH Mahmood Ali mengatakan bertemu  dengan pejabat Myanmar, Kyaw Tint Swe.&quot;Apa yang Bangladesh  katakan adalah bahwa kita ingin menyelesaikan masalah ini dengan damai  dan kedua negara telah menyetujuinya,&quot; tambahnya, seperti dikutip dari Asean Correspondent, Selasa (3/10/2017).
(Baca juga: Bahas Pemulangan Warga Rohingya dengan Myanmar, Pejabat Bangladesh: Krisis Ini Tak Selesai dengan 1 Pertemuan)Win  Myat Aye, Menteri Perhimpunan Myanmar, Menteri Kesejahteraan Sosial,  Bantuan dan Pemukiman Kembali, juga membahas masalah ini di Komite  Eksekutif Lembaga PBB UNHCR di Jenewa.&quot;Prioritas utama kami  selanjutnya adalah mengembalikan para pengungsi yang telah melarikan  diri ke Bangladesh,&quot; kata Win Myat Aye kepada forum tersebut.
(Baca juga: PM Bangladesh: Saya Melihat Rohingya yang Lapar, Tertekan dan Tanpa Harapan di Myanmar)&quot;Proses  repatriasi bisa dimulai kapan saja bagi mereka yang ingin kembali ke  Myanmar. Verifikasi pengungsi akan didasarkan pada kesepakatan antara  pemerintah Myanmar dan Bangladesh pada tahun 1993,&quot; jelasnya.&quot;Mereka  yang telah diverifikasi sebagai pengungsi dari negara ini akan diterima  tanpa masalah dan dengan jaminan penuh keamanan mereka dan akses mereka  terhadap kehormatan mereka sebagai manusia,&quot; imbuhnya.Ucapan  Win Myat Aye seolah mempertegas apa yang dikatakan oleh  Penasihat Negara  dan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi. Dalam  pidato  kenegaraannya yang banyak ditunggu-tunggu terkait krisis  Rohingya pada  bulan September lalu, Suu Kyi meminta pemulangan Rohingya  dari  Bangladesh sesuai dengan kesepakatan tahun 1993.Namun  kriteria  yang harus dipenuhi untuk repatriasi berdasarkan kesepakatan  ini telah  menjadi perhatian. Banyak orang Rohingya yang takut akan  menemukan  kondisi yang begitu ketat.Kesepakatan tersebut  mengharuskan  mereka untuk menjadi pengungsi terdaftar dan untuk  membuktikan  kewarganegaraan Myanmar. Banyak dari mereka yang melarikan  diri tidak  akan mampu menyediakan dokumentasi. Pasalnya, sejumlah  populasi Rohingya  telah ditolak kewarganegaraannya dan diklasifikasikan  sebagai imigran  ilegal di Myanmar meskipun telah tinggal di negara itu  berabad-abad  lamanya.</content:encoded></item></channel></rss>
