<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lagi dan Lagi! Sedang Baris-berbaris, Siswa SMP Dianiaya Kepala Sekolah   </title><description>Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Balongan,  Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dianiaya oleh sang kepala sekolah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/03/525/1787735/lagi-dan-lagi-sedang-baris-berbaris-siswa-smp-dianiaya-kepala-sekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/03/525/1787735/lagi-dan-lagi-sedang-baris-berbaris-siswa-smp-dianiaya-kepala-sekolah"/><item><title>Lagi dan Lagi! Sedang Baris-berbaris, Siswa SMP Dianiaya Kepala Sekolah   </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/03/525/1787735/lagi-dan-lagi-sedang-baris-berbaris-siswa-smp-dianiaya-kepala-sekolah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/03/525/1787735/lagi-dan-lagi-sedang-baris-berbaris-siswa-smp-dianiaya-kepala-sekolah</guid><pubDate>Selasa 03 Oktober 2017 13:44 WIB</pubDate><dc:creator>Toiskandar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/03/525/1787735/lagi-dan-lagi-sedang-baris-berbaris-siswa-smp-dianiaya-kepala-sekolah-N0lCwUqgqR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: Illustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/03/525/1787735/lagi-dan-lagi-sedang-baris-berbaris-siswa-smp-dianiaya-kepala-sekolah-N0lCwUqgqR.jpg</image><title>foto: Illustrasi Okezone</title></images><description>

INDRAMAYU - Dunia pendidikan kembali tercoreng, seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dianiaya oleh sang kepala sekolah berinisial LS.

Siswa yang diketahui bernama Samroni itu dianiaya dengan cara dipukul, ditendang, dan ditampar. Akibat kekerasan tersebut, orangtua korban tidak terima dan melapor ke polisi.

Dengan didampingi anggota DPRD Kabupaten Indramayu, orangtua dan korban kekerasan mendatangi sekolah SMP 3 Balongan.

Berdasarkan keterangan Samroni, kejadian itu berawal saat siswa tengah baris berbaris di lapangan saat jam pelajaran olahraga, tiba tiba sang kepala sekolah menghampiri korban dan langsung melakukan pemukulan, penamparan dan penendangan.

&amp;ldquo;Lagi berbaris tiba-tiba ditendang dan dipukul,&amp;rdquo; kata Samroni, Selasa (3/10/2017).

Orangtua korban yang mengetahui anaknya mengalami luka lebam, langsung membawa sang anak ke puskesmas terdekat. Namun, saat media mengkonfirmasi kepada kepala sekolah, ia membantah atas tindakan kekerasan pemukulan dan penamparan terhadap siswanya.

Akibat insiden ini, pihak keluarga siswa mengancam kepala sekolah agar dipindahkan ke sekolah lain. Jika tidak ditangani, maka permasalahan ini akan dilaporkan ke pihak kepolisian.


</description><content:encoded>

INDRAMAYU - Dunia pendidikan kembali tercoreng, seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dianiaya oleh sang kepala sekolah berinisial LS.

Siswa yang diketahui bernama Samroni itu dianiaya dengan cara dipukul, ditendang, dan ditampar. Akibat kekerasan tersebut, orangtua korban tidak terima dan melapor ke polisi.

Dengan didampingi anggota DPRD Kabupaten Indramayu, orangtua dan korban kekerasan mendatangi sekolah SMP 3 Balongan.

Berdasarkan keterangan Samroni, kejadian itu berawal saat siswa tengah baris berbaris di lapangan saat jam pelajaran olahraga, tiba tiba sang kepala sekolah menghampiri korban dan langsung melakukan pemukulan, penamparan dan penendangan.

&amp;ldquo;Lagi berbaris tiba-tiba ditendang dan dipukul,&amp;rdquo; kata Samroni, Selasa (3/10/2017).

Orangtua korban yang mengetahui anaknya mengalami luka lebam, langsung membawa sang anak ke puskesmas terdekat. Namun, saat media mengkonfirmasi kepada kepala sekolah, ia membantah atas tindakan kekerasan pemukulan dan penamparan terhadap siswanya.

Akibat insiden ini, pihak keluarga siswa mengancam kepala sekolah agar dipindahkan ke sekolah lain. Jika tidak ditangani, maka permasalahan ini akan dilaporkan ke pihak kepolisian.


</content:encoded></item></channel></rss>
