<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menhan AS Beda Pendapat dengan Trump soal Perjanjian Nuklir Iran, Kok Bisa?</title><description>Jim Mattis punya pandangan berbeda dengan Presiden Donald Trump  terkait perjanjian nuklir Iran.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/04/18/1788432/menhan-as-beda-pendapat-dengan-trump-soal-perjanjian-nuklir-iran-kok-bisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/04/18/1788432/menhan-as-beda-pendapat-dengan-trump-soal-perjanjian-nuklir-iran-kok-bisa"/><item><title>Menhan AS Beda Pendapat dengan Trump soal Perjanjian Nuklir Iran, Kok Bisa?</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/04/18/1788432/menhan-as-beda-pendapat-dengan-trump-soal-perjanjian-nuklir-iran-kok-bisa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/04/18/1788432/menhan-as-beda-pendapat-dengan-trump-soal-perjanjian-nuklir-iran-kok-bisa</guid><pubDate>Rabu 04 Oktober 2017 12:29 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/04/18/1788432/menhan-as-beda-pendapat-dengan-trump-soal-perjanjian-nuklir-iran-kok-bisa-QmJXzdA8MQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhan AS, Jim Mattis. (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/04/18/1788432/menhan-as-beda-pendapat-dengan-trump-soal-perjanjian-nuklir-iran-kok-bisa-QmJXzdA8MQ.jpg</image><title>Menhan AS, Jim Mattis. (Foto: AP)</title></images><description>WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS),  Jim Mattis punya pandangan berbeda dengan Presiden Donald Trump  terkait perjanjian nuklir Iran. Menurutnya, AS harus mempertimbangkan  untuk tetap berada dalam perjanjian nuklir Iran kecuali jika Teheran  terbukti melanggar atau tidak sesuai dengan kepentingan AS.
&quot;Jika  kita bisa memastikan bahwa Iran hidup dalam kesepakatan tersebut, jika  kita dapat menentukan bahwa ini demi kepentingan terbaik kita, maka  jelaslah kita harus tetap melakukannya,&quot; kata Mattis dalam sebuah sebuah  dengar pendapat dengan Senat AS.&quot;Saya yakin, tidak ada indikasi  sebaliknya, ini adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan presiden  untuk mempertahankannya,&quot; Mattis menambahkan seperti disitat dari Reuters, Rabu (4/10/2017).Sebelumnya,  ketika Mattis ditanya apakah menurutnya kesepakatan tersebut sesuai  dengan kepentingan keamanan nasional AS dia menjawab: &quot;Ya, senator, saya  tahu.&quot;
(Baca juga: Desak Iran Izinkan Inspeksi Militer, AS: Tanpa Itu, Kesepakatan Hanya Janji Kosong!)Mattis mengatakan bahwa Iran &quot;secara mendasar&quot; sudah sesuai dengan kesepakatan nuklir tersebut.&quot;Tentu  ada beberapa daerah untuk sementara tidak menghormati hal itu, tapi  secara keseluruhan komunitas intelijen kami percaya bahwa mereka telah  mematiho dan IAEA (Badan Energi Atom Internasional) juga mengatakannya,&quot;  kata Mattis.Gedung Putih tidak segera berkomentar mengenai  ucapan Mattis, yang sekali lagi menyoroti berbagai pandangan mengenai  isu-isu kebijakan utama dalam administrasi Trump.
(Baca juga: Tillerson: Kesepakatan Nuklir Iran Harus Berubah Jika Ingin AS Bertahan)Trump saat ini  tengah menimbang apakah pakta tersebut melayani kepentingan keamanan AS  saat dia menghadapi batas waktu hingga 15 Oktober untuk memastikan bahwa  Iran mematuhi kesepakatan itu. Keputusan Trump dapat menenggelamkan  kesepakatan yang sangat didukung oleh kekuatan dunia lainnya yang  menegosiasikannya.Jika Trump tidak melakukan sertifikasi ulang  pada 15 Oktober bahwa Iran mematuhi kesepakatan itu, pemimpin kongres  akan memiliki waktu 60 hari untuk memutuskan apakah akan mengajukan  sanksi kepada Teheran yang ditangguhkan berdasarkan kesepakatan  tersebut.</description><content:encoded>WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS),  Jim Mattis punya pandangan berbeda dengan Presiden Donald Trump  terkait perjanjian nuklir Iran. Menurutnya, AS harus mempertimbangkan  untuk tetap berada dalam perjanjian nuklir Iran kecuali jika Teheran  terbukti melanggar atau tidak sesuai dengan kepentingan AS.
&quot;Jika  kita bisa memastikan bahwa Iran hidup dalam kesepakatan tersebut, jika  kita dapat menentukan bahwa ini demi kepentingan terbaik kita, maka  jelaslah kita harus tetap melakukannya,&quot; kata Mattis dalam sebuah sebuah  dengar pendapat dengan Senat AS.&quot;Saya yakin, tidak ada indikasi  sebaliknya, ini adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan presiden  untuk mempertahankannya,&quot; Mattis menambahkan seperti disitat dari Reuters, Rabu (4/10/2017).Sebelumnya,  ketika Mattis ditanya apakah menurutnya kesepakatan tersebut sesuai  dengan kepentingan keamanan nasional AS dia menjawab: &quot;Ya, senator, saya  tahu.&quot;
(Baca juga: Desak Iran Izinkan Inspeksi Militer, AS: Tanpa Itu, Kesepakatan Hanya Janji Kosong!)Mattis mengatakan bahwa Iran &quot;secara mendasar&quot; sudah sesuai dengan kesepakatan nuklir tersebut.&quot;Tentu  ada beberapa daerah untuk sementara tidak menghormati hal itu, tapi  secara keseluruhan komunitas intelijen kami percaya bahwa mereka telah  mematiho dan IAEA (Badan Energi Atom Internasional) juga mengatakannya,&quot;  kata Mattis.Gedung Putih tidak segera berkomentar mengenai  ucapan Mattis, yang sekali lagi menyoroti berbagai pandangan mengenai  isu-isu kebijakan utama dalam administrasi Trump.
(Baca juga: Tillerson: Kesepakatan Nuklir Iran Harus Berubah Jika Ingin AS Bertahan)Trump saat ini  tengah menimbang apakah pakta tersebut melayani kepentingan keamanan AS  saat dia menghadapi batas waktu hingga 15 Oktober untuk memastikan bahwa  Iran mematuhi kesepakatan itu. Keputusan Trump dapat menenggelamkan  kesepakatan yang sangat didukung oleh kekuatan dunia lainnya yang  menegosiasikannya.Jika Trump tidak melakukan sertifikasi ulang  pada 15 Oktober bahwa Iran mematuhi kesepakatan itu, pemimpin kongres  akan memiliki waktu 60 hari untuk memutuskan apakah akan mengajukan  sanksi kepada Teheran yang ditangguhkan berdasarkan kesepakatan  tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
