<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Raja Spanyol: Ketidaksetiaan Pemimpin Catalunya Tak Bisa Diterima!</title><description>Felipe VI, menuduh  pemimpin  separatis Catalunya menghancurkan  prinsip-prinsip demokrasi  dan telah  memecah masyarakat Catalunya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/04/18/1788456/raja-spanyol-ketidaksetiaan-pemimpin-catalunya-tak-bisa-diterima</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/04/18/1788456/raja-spanyol-ketidaksetiaan-pemimpin-catalunya-tak-bisa-diterima"/><item><title>Raja Spanyol: Ketidaksetiaan Pemimpin Catalunya Tak Bisa Diterima!</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/04/18/1788456/raja-spanyol-ketidaksetiaan-pemimpin-catalunya-tak-bisa-diterima</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/04/18/1788456/raja-spanyol-ketidaksetiaan-pemimpin-catalunya-tak-bisa-diterima</guid><pubDate>Rabu 04 Oktober 2017 12:53 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/04/18/1788456/raja-spanyol-ketidaksetiaan-pemimpin-catalunya-tak-bisa-diterima-ZwOaeEN3YQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Raja Spanyol. (Foto: Ist/Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/04/18/1788456/raja-spanyol-ketidaksetiaan-pemimpin-catalunya-tak-bisa-diterima-ZwOaeEN3YQ.jpg</image><title>Raja Spanyol. (Foto: Ist/Sindonews)</title></images><description>BARCELONA - Raja Spanyol, Felipe VI, menuduh  pemimpin  separatis Catalunya menghancurkan prinsip-prinsip demokrasi  dan telah  memecah masyarakat Catalunya. Hal itu dikatakannya saat  ribuan orang turun  ke jalan untuk melakukan demonstrasi menentang  tindakan kekerasam  polisi saat mencegah referendum kemerdekaan yang  dilarang pada hari  Minggu lalu.Dalam pidato di televisi, Raja  Felipe mengatakan  bahwa perilaku tidak bertanggung jawab para pemimpin  Catalunya telah  merusak kerukunan sosial di wilayah tersebut.&quot;Saat ini masyarakat Catalunya retak dan dalam konflik,&quot; ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (4/10/2017). &quot;Mereka   (pemimpin Catalunya) telah melanggar sistem peraturan yang disetujui   secara hukum dengan keputusan mereka, menunjukkan ketidaksetiaan yang   tidak dapat diterima terhadap kekuasaan negara,&quot; tegasnya.
(Baca juga: Nah Lho! Dalam Hitungan Hari, Catalunya Akan Proklamasikan Kemerdekaan dari Spanyol)Raja   mengatakan ia memiliki komitmen kuat terhadap konstitusi Spanyol dan   demokrasi, dan menggarisbawahi komitmennya terhadap kesatuan dan   keabadian Spanyol. Ia sebelumnya telah bertemu dengan Perdana Menteri   Mariano Rajoy.Pidato Raja Spanyol ini merupakan pertanda   seberapa dalam negara itu terguncang oleh referendum Catalunya dan   tindakan kekerasan polisi yang melukai 900 orang. Ini adalah sebuah   intervensi langka oleh raja berusia 49 tahun itu yang biasanya memilih   bungkam terkait permasalahan politik.Referendum dan akibatnya   telah membuat Spanyol terjerumus dalam krisis konstitusional terburuk   dalam beberapa dasawarsa. Situasi ini juga memperburuk hubungan Madrid   dengan Catalunya.
(Baca juga: Panas! Pemimpin Catalunya Klaim Hak untuk Merdeka Pasca-Referendum)Pemerintah  wilayah Catalunya sendiri telah  mengumumkan bahwa 90,9 persen pemilih  dalam referendum kemerdekaan  memilih &amp;ldquo;ya&amp;rdquo; untuk merdeka dari Spanyol.  Sekitar 2,26 juta orang  dilaporkan telah memberikan suara dalam jajak  pendapat. Dari jumlah itu,  90,9 persen memilih untuk merdeka. Sedangkan  yang memilih &amp;ldquo;tidak&amp;rdquo; hanya  7,87 persen atau 176.565 pemilih. Referendum  yang digelar pada  hari Minggu kemarin ditentang keras oleh pemerintah  pusat di Madrid.  Para polisi anti-huru-hara yang dikerahkan tak hanya  bentrok dengan para  pemilih, tapi juga merebut surat dan kotak suara.  Sebanyak 844 orang  terluka akibat bentrokan tersebut.</description><content:encoded>BARCELONA - Raja Spanyol, Felipe VI, menuduh  pemimpin  separatis Catalunya menghancurkan prinsip-prinsip demokrasi  dan telah  memecah masyarakat Catalunya. Hal itu dikatakannya saat  ribuan orang turun  ke jalan untuk melakukan demonstrasi menentang  tindakan kekerasam  polisi saat mencegah referendum kemerdekaan yang  dilarang pada hari  Minggu lalu.Dalam pidato di televisi, Raja  Felipe mengatakan  bahwa perilaku tidak bertanggung jawab para pemimpin  Catalunya telah  merusak kerukunan sosial di wilayah tersebut.&quot;Saat ini masyarakat Catalunya retak dan dalam konflik,&quot; ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (4/10/2017). &quot;Mereka   (pemimpin Catalunya) telah melanggar sistem peraturan yang disetujui   secara hukum dengan keputusan mereka, menunjukkan ketidaksetiaan yang   tidak dapat diterima terhadap kekuasaan negara,&quot; tegasnya.
(Baca juga: Nah Lho! Dalam Hitungan Hari, Catalunya Akan Proklamasikan Kemerdekaan dari Spanyol)Raja   mengatakan ia memiliki komitmen kuat terhadap konstitusi Spanyol dan   demokrasi, dan menggarisbawahi komitmennya terhadap kesatuan dan   keabadian Spanyol. Ia sebelumnya telah bertemu dengan Perdana Menteri   Mariano Rajoy.Pidato Raja Spanyol ini merupakan pertanda   seberapa dalam negara itu terguncang oleh referendum Catalunya dan   tindakan kekerasan polisi yang melukai 900 orang. Ini adalah sebuah   intervensi langka oleh raja berusia 49 tahun itu yang biasanya memilih   bungkam terkait permasalahan politik.Referendum dan akibatnya   telah membuat Spanyol terjerumus dalam krisis konstitusional terburuk   dalam beberapa dasawarsa. Situasi ini juga memperburuk hubungan Madrid   dengan Catalunya.
(Baca juga: Panas! Pemimpin Catalunya Klaim Hak untuk Merdeka Pasca-Referendum)Pemerintah  wilayah Catalunya sendiri telah  mengumumkan bahwa 90,9 persen pemilih  dalam referendum kemerdekaan  memilih &amp;ldquo;ya&amp;rdquo; untuk merdeka dari Spanyol.  Sekitar 2,26 juta orang  dilaporkan telah memberikan suara dalam jajak  pendapat. Dari jumlah itu,  90,9 persen memilih untuk merdeka. Sedangkan  yang memilih &amp;ldquo;tidak&amp;rdquo; hanya  7,87 persen atau 176.565 pemilih. Referendum  yang digelar pada  hari Minggu kemarin ditentang keras oleh pemerintah  pusat di Madrid.  Para polisi anti-huru-hara yang dikerahkan tak hanya  bentrok dengan para  pemilih, tapi juga merebut surat dan kotak suara.  Sebanyak 844 orang  terluka akibat bentrokan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
