<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ya Ampun! Pelaku Penembakan Brutal di Las Vegas Ternyata Simpan 42 Senjata Api</title><description>Pelaku pembantaian  massal di Las Vegas, Amerika Serikat (AS) memiliki setidaknya 42 senjata  api.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/04/18/1788495/ya-ampun-pelaku-penembakan-brutal-di-las-vegas-ternyata-simpan-42-senjata-api</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/04/18/1788495/ya-ampun-pelaku-penembakan-brutal-di-las-vegas-ternyata-simpan-42-senjata-api"/><item><title>Ya Ampun! Pelaku Penembakan Brutal di Las Vegas Ternyata Simpan 42 Senjata Api</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/04/18/1788495/ya-ampun-pelaku-penembakan-brutal-di-las-vegas-ternyata-simpan-42-senjata-api</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/04/18/1788495/ya-ampun-pelaku-penembakan-brutal-di-las-vegas-ternyata-simpan-42-senjata-api</guid><pubDate>Rabu 04 Oktober 2017 13:42 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/04/18/1788495/ya-ampun-pelaku-penembakan-brutal-di-las-vegas-ternyata-simpan-42-senjata-api-NPphkIyIve.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku penembakan di Las Vegas. (Foto: CBS News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/04/18/1788495/ya-ampun-pelaku-penembakan-brutal-di-las-vegas-ternyata-simpan-42-senjata-api-NPphkIyIve.jpg</image><title>Pelaku penembakan di Las Vegas. (Foto: CBS News)</title></images><description>LAS VEGAS - Stephen Paddock (64), pelaku pembantaian  massal di Las Vegas, Amerika Serikat (AS) memiliki setidaknya 42 senjata  api. Data ini diungkap pihak kepolisian AS saat mencari petunjuk untuk  menentukan motif penembakan massal yang menewaskan 59 orang dan melukai  527 orang lainnya.Paddock beraksi dengan senapan otomatis di  lantai 32 Mandalay Bay Resort and Casino dengan target kerumunan  penonton konser musik country di sebelah resort, yakni di Las Vegas  Boulevard 450. Penembakan mengerikan ini terjadi Minggu malam waktu  setempat dan Paddock ditembak mati&amp;mdash;laporan lain menyebutnya bunuh  diri&amp;mdash;setelah membunuh banyak orang. Aksi pria bersenjata asal  Mesquite ini tercatat sebagai penembakan massal paling mematikan dalam  sejarah modern AS. Namun, Presiden Donald Trump dan kepolisian setempat  tidak menyatakannya sebagai serangan terorisme.
(Baca juga: Stephen Paddock, Penembak Sadis di Las Vegas Itu Penjudi Profesional yang Berperilaku Ganjil)&amp;rdquo;Kami telah  menemukan 23 senjata api di Mandalay Bay dan 19 senjata api di rumahnya  di Mesquite,&amp;rdquo; kata Todd Fasulo, asisten sheriff Las Vegas, sehari  setelah penembakan massal terjadi. Mesquite berjarak sekitar 120 km  sebelah timur laut Las Vegas di negara bagian Nevada.&amp;rdquo;Departemen  Kepolisian Metropolitan Las Vegas sedang mengerjakan dua front untuk  memproses tempat kejadian perkara dan juga menyelidiki motifnya,&amp;rdquo; lanjut  Fasulo, seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (4/10/2017).&amp;rdquo;Kami memburu dan mencatat setiap petunjuk yang bisa kami dapatkan di latar belakangnya,&amp;rdquo; papar Fasulo.
(Baca juga: Terungkap! Pelaku Penembakan di Las Vegas Simpan 23 Senjata di Kamar Hotel)Paddock  mengumbar banyak peluru dari senapan mesin militer otomatis terhadap  kerumunan penonton konser yang jumlahnya lebih dari 22.000 orang.  Penembakan terjadi saat penyanyi musik country Jason Aldean tampil.Sarah  Haas, salah satu korban selamat menceritakan situasi mengerikan dalam  serangan Paddock. &amp;rdquo;Boom boom boom, dan kemudian satu demi satu (tertembak),&amp;rdquo;  katanya, menggambarkan orang-orang berjatuhan di tanah saat serangan  terjadi.&amp;rdquo;Kami berbaring di lantai, saya tidak tahu apakah harus  bangun, berlari, bertahan, untuk berjalan pelan, saya tidak tahu  apakah aman untuk bergerak karena semua yang sedang terjadi.  Mengerikan,&amp;rdquo; ujarnya.Paddock sang pembantai massal tidak  memiliki catatan kriminal. Dia  tidak memiliki riwayat sakit jiwa, meski  ayahnya merupakan perampok  bank dan seorang psikopat yang tewas bunuh  diri. FBI  menyatakan, Paddock tidak memiliki hubungan dengan  kelompok bersenjata  dari luar negeri. Pernyataan FBI ini mementahkan  klaim ISIS yang  mengaku bertanggung jawab atas pembantaian massal di Las  Vegas
Eric Paddock, saudara Stephen Paddock, mengatakan di CNN bahwa   saudaranya telah benar-benar tidak memiliki penyakit mental.  Menurutnya,  Stephen Paddock juga tidak memiliki motif politik tertentu.</description><content:encoded>LAS VEGAS - Stephen Paddock (64), pelaku pembantaian  massal di Las Vegas, Amerika Serikat (AS) memiliki setidaknya 42 senjata  api. Data ini diungkap pihak kepolisian AS saat mencari petunjuk untuk  menentukan motif penembakan massal yang menewaskan 59 orang dan melukai  527 orang lainnya.Paddock beraksi dengan senapan otomatis di  lantai 32 Mandalay Bay Resort and Casino dengan target kerumunan  penonton konser musik country di sebelah resort, yakni di Las Vegas  Boulevard 450. Penembakan mengerikan ini terjadi Minggu malam waktu  setempat dan Paddock ditembak mati&amp;mdash;laporan lain menyebutnya bunuh  diri&amp;mdash;setelah membunuh banyak orang. Aksi pria bersenjata asal  Mesquite ini tercatat sebagai penembakan massal paling mematikan dalam  sejarah modern AS. Namun, Presiden Donald Trump dan kepolisian setempat  tidak menyatakannya sebagai serangan terorisme.
(Baca juga: Stephen Paddock, Penembak Sadis di Las Vegas Itu Penjudi Profesional yang Berperilaku Ganjil)&amp;rdquo;Kami telah  menemukan 23 senjata api di Mandalay Bay dan 19 senjata api di rumahnya  di Mesquite,&amp;rdquo; kata Todd Fasulo, asisten sheriff Las Vegas, sehari  setelah penembakan massal terjadi. Mesquite berjarak sekitar 120 km  sebelah timur laut Las Vegas di negara bagian Nevada.&amp;rdquo;Departemen  Kepolisian Metropolitan Las Vegas sedang mengerjakan dua front untuk  memproses tempat kejadian perkara dan juga menyelidiki motifnya,&amp;rdquo; lanjut  Fasulo, seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (4/10/2017).&amp;rdquo;Kami memburu dan mencatat setiap petunjuk yang bisa kami dapatkan di latar belakangnya,&amp;rdquo; papar Fasulo.
(Baca juga: Terungkap! Pelaku Penembakan di Las Vegas Simpan 23 Senjata di Kamar Hotel)Paddock  mengumbar banyak peluru dari senapan mesin militer otomatis terhadap  kerumunan penonton konser yang jumlahnya lebih dari 22.000 orang.  Penembakan terjadi saat penyanyi musik country Jason Aldean tampil.Sarah  Haas, salah satu korban selamat menceritakan situasi mengerikan dalam  serangan Paddock. &amp;rdquo;Boom boom boom, dan kemudian satu demi satu (tertembak),&amp;rdquo;  katanya, menggambarkan orang-orang berjatuhan di tanah saat serangan  terjadi.&amp;rdquo;Kami berbaring di lantai, saya tidak tahu apakah harus  bangun, berlari, bertahan, untuk berjalan pelan, saya tidak tahu  apakah aman untuk bergerak karena semua yang sedang terjadi.  Mengerikan,&amp;rdquo; ujarnya.Paddock sang pembantai massal tidak  memiliki catatan kriminal. Dia  tidak memiliki riwayat sakit jiwa, meski  ayahnya merupakan perampok  bank dan seorang psikopat yang tewas bunuh  diri. FBI  menyatakan, Paddock tidak memiliki hubungan dengan  kelompok bersenjata  dari luar negeri. Pernyataan FBI ini mementahkan  klaim ISIS yang  mengaku bertanggung jawab atas pembantaian massal di Las  Vegas
Eric Paddock, saudara Stephen Paddock, mengatakan di CNN bahwa   saudaranya telah benar-benar tidak memiliki penyakit mental.  Menurutnya,  Stephen Paddock juga tidak memiliki motif politik tertentu.</content:encoded></item></channel></rss>
