<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Marah Besar! Korut Ancam Kirim 'Awan Nuklir' ke Langit Jepang</title><description>Rezim Korea Utara (Korut) bersumpah akan  membuat &amp;rdquo;awan nuklir&amp;rdquo; di atas wilayah Jepang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/04/18/1788506/marah-besar-korut-ancam-kirim-awan-nuklir-ke-langit-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/04/18/1788506/marah-besar-korut-ancam-kirim-awan-nuklir-ke-langit-jepang"/><item><title>Marah Besar! Korut Ancam Kirim 'Awan Nuklir' ke Langit Jepang</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/04/18/1788506/marah-besar-korut-ancam-kirim-awan-nuklir-ke-langit-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/04/18/1788506/marah-besar-korut-ancam-kirim-awan-nuklir-ke-langit-jepang</guid><pubDate>Rabu 04 Oktober 2017 13:54 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/04/18/1788506/marah-besar-korut-ancam-kirim-awan-nuklir-ke-langit-jepang-nlCibn7uVV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rudal Korut. (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/04/18/1788506/marah-besar-korut-ancam-kirim-awan-nuklir-ke-langit-jepang-nlCibn7uVV.jpg</image><title>Rudal Korut. (Foto: AFP)</title></images><description>TOKYO - Rezim Korea Utara (Korut) bersumpah akan  membuat &amp;rdquo;awan nuklir&amp;rdquo; di atas wilayah Jepang jika Tokyo nekat meminta  lebih banyak sanksi dijatuhkan terhadap Pyongyang agar melucuti program  senjata nuklir dan rudalnya. Ancaman ini disampaikan melalui media  pemerintah Pyongyang, KCNA.Dlam sebuah artikel yang  mencerminkan kebijakan pemerintah, media itu menuduh Tokyo, dan  sekutunya Washington, berusaha mengatasi situasi di semenanjung dengan  melawan Korut.&amp;rdquo;Menghadapi ketegangan di semenanjung Korea adalah  tindakan bunuh diri yang akan membawa awan nuklir ke kepulauan Jepang,&amp;rdquo;  tulis KCNA dalam artikelnya, yang dilansir media Jepang, Kyodo, Selasa 3 Oktober 2017.Media  yang dikelola pemerintah Kim Jong-un itu memperingatkan dampak  mengerikan jika perang nuklir benar-benar terjadi. &amp;rdquo;Kepulauan Jepang  akan dilalap api dalam sekejap,&amp;rdquo; bunyi peringatan tersebut.&amp;rdquo;Ini terbukti  dengan sendirinya.&amp;rdquo;
(Baca juga: Paranoid! Curiga Diserang Korut pada 10 Oktober, Menhan Jepang: Kita Harus Siap Siaga)Sebelumnya rezim Korut mengancam akan menenggelamkan wilayah Jepang dengan serangan bom nuklir.Ancaman  terbaru Pyongyang ini muncul setelah Menteri Pertahanan Jepang Itsunori  Onodera memprediksi bahwa Korut akan melakukan tindakan provokasi lebih  banyak dalam beberapa hari ke depan. Prediksi itu mengacu pada perayaan  berdirinya Partai Komunis Korea pada 10 Oktober nanti yang biasanya  ditandai dengan manuver militer.
(Baca juga: Rudal Korut Kembali Lintasi Jepang, PM Abe: Kami Takkan Toleransi Tindakan Memalukan Ini)Tanggal 10 Oktober dikenal  sebagai Party Foundation Day. Tanggal tersebut telah ditetapkan sebagai  hari libur umum tahunan di Korea Utara dan dianggap salah satu yang  terpenting dalam kalender di negeri komunis tersebut.Korut  sendiri sering menandai peristiwa penting dalam penanggalannya  dengan  melakukan tes senjata, seperti uji coba nuklir kelima tahun lalu  pada  tanggal 9 September untuk memperingati ulang tahun pendirian  negara  tersebut.&amp;rdquo;Saya mengerti ini merupakan peringatan penting  bagi  Korea Utara. Kami ingin mempertahankan rasa urgensi,&amp;rdquo; kata  Onodera  kepada wartawan.Penasihat keamanan nasional Korea  Selatan, Chung  Eui-yong, dalam sebuah pertemuan dengan Presiden Moon  Jae-in pekan lalu  juga memprediksi bahwa rezim Kim Jong-un akan  melakukan tindakan  provokasi sekitar tanggal 10 hingga 18 Oktober.  Namun, dia tidak merinci  lebih lanjut.</description><content:encoded>TOKYO - Rezim Korea Utara (Korut) bersumpah akan  membuat &amp;rdquo;awan nuklir&amp;rdquo; di atas wilayah Jepang jika Tokyo nekat meminta  lebih banyak sanksi dijatuhkan terhadap Pyongyang agar melucuti program  senjata nuklir dan rudalnya. Ancaman ini disampaikan melalui media  pemerintah Pyongyang, KCNA.Dlam sebuah artikel yang  mencerminkan kebijakan pemerintah, media itu menuduh Tokyo, dan  sekutunya Washington, berusaha mengatasi situasi di semenanjung dengan  melawan Korut.&amp;rdquo;Menghadapi ketegangan di semenanjung Korea adalah  tindakan bunuh diri yang akan membawa awan nuklir ke kepulauan Jepang,&amp;rdquo;  tulis KCNA dalam artikelnya, yang dilansir media Jepang, Kyodo, Selasa 3 Oktober 2017.Media  yang dikelola pemerintah Kim Jong-un itu memperingatkan dampak  mengerikan jika perang nuklir benar-benar terjadi. &amp;rdquo;Kepulauan Jepang  akan dilalap api dalam sekejap,&amp;rdquo; bunyi peringatan tersebut.&amp;rdquo;Ini terbukti  dengan sendirinya.&amp;rdquo;
(Baca juga: Paranoid! Curiga Diserang Korut pada 10 Oktober, Menhan Jepang: Kita Harus Siap Siaga)Sebelumnya rezim Korut mengancam akan menenggelamkan wilayah Jepang dengan serangan bom nuklir.Ancaman  terbaru Pyongyang ini muncul setelah Menteri Pertahanan Jepang Itsunori  Onodera memprediksi bahwa Korut akan melakukan tindakan provokasi lebih  banyak dalam beberapa hari ke depan. Prediksi itu mengacu pada perayaan  berdirinya Partai Komunis Korea pada 10 Oktober nanti yang biasanya  ditandai dengan manuver militer.
(Baca juga: Rudal Korut Kembali Lintasi Jepang, PM Abe: Kami Takkan Toleransi Tindakan Memalukan Ini)Tanggal 10 Oktober dikenal  sebagai Party Foundation Day. Tanggal tersebut telah ditetapkan sebagai  hari libur umum tahunan di Korea Utara dan dianggap salah satu yang  terpenting dalam kalender di negeri komunis tersebut.Korut  sendiri sering menandai peristiwa penting dalam penanggalannya  dengan  melakukan tes senjata, seperti uji coba nuklir kelima tahun lalu  pada  tanggal 9 September untuk memperingati ulang tahun pendirian  negara  tersebut.&amp;rdquo;Saya mengerti ini merupakan peringatan penting  bagi  Korea Utara. Kami ingin mempertahankan rasa urgensi,&amp;rdquo; kata  Onodera  kepada wartawan.Penasihat keamanan nasional Korea  Selatan, Chung  Eui-yong, dalam sebuah pertemuan dengan Presiden Moon  Jae-in pekan lalu  juga memprediksi bahwa rezim Kim Jong-un akan  melakukan tindakan  provokasi sekitar tanggal 10 hingga 18 Oktober.  Namun, dia tidak merinci  lebih lanjut.</content:encoded></item></channel></rss>
