<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Haru! Senyum Anak-Anak Pengungsi Rohingya Merekah saat Terima Bantuan dari Indonesia</title><description>Untuk ratusan anak yatim dan piatu tersebut,  ada hadiah istimewa dari masyarakat Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/04/18/1788569/haru-senyum-anak-anak-pengungsi-rohingya-merekah-saat-terima-bantuan-dari-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/04/18/1788569/haru-senyum-anak-anak-pengungsi-rohingya-merekah-saat-terima-bantuan-dari-indonesia"/><item><title>Haru! Senyum Anak-Anak Pengungsi Rohingya Merekah saat Terima Bantuan dari Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/04/18/1788569/haru-senyum-anak-anak-pengungsi-rohingya-merekah-saat-terima-bantuan-dari-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/04/18/1788569/haru-senyum-anak-anak-pengungsi-rohingya-merekah-saat-terima-bantuan-dari-indonesia</guid><pubDate>Rabu 04 Oktober 2017 15:08 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/04/18/1788569/haru-senyum-anak-anak-pengungsi-rohingya-merekah-saat-terima-bantuan-dari-indonesia-r8JHZOzPtZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anak-anak pengungsi Rohingya saat menerima bantuan dari Indonesia. (Foto: ACT/Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/04/18/1788569/haru-senyum-anak-anak-pengungsi-rohingya-merekah-saat-terima-bantuan-dari-indonesia-r8JHZOzPtZ.jpg</image><title>Anak-anak pengungsi Rohingya saat menerima bantuan dari Indonesia. (Foto: ACT/Sindonews)</title></images><description>BANGLADESH - Sungguh memprihatinkan kondisi para  pengungsi Rohingya di kamp pengungsian di Kutupalong, Bangladesh. Terutama, banyak anak-anak yang jadi yatim piatu.Dari data UNICEF per  September lalu, dalam waktu sebulan sejak konflik mencuat pada 25  Agustus lalu, jumlah pengungsi Rohingya menembus angka 480 ribu jiwa.  Yang mengejutkan, 1.400 jiwa di antaranya adalah anak-anak tanpa orang  tua. Mereka menjadi korban kekerasan tentara Myanmar.
Anak-anak itu nekat berjalan selama belasan hari dan menyeberangi Sungai  Naf tanpa didampingi oleh orang tua. Bukan karena ditinggalkan, bukan  pula karena memisahkan diri dari orang tua mereka. Lebih dari itu,  anak-anak tersebut terpaksa melarikan diri, membawa fakta bahwa orang  tua mereka telah dibunuh atau hilang tanpa jejak. Berhari-hari lamanya  anak-anak ini meyelamatkan diri menuju Bangladesh ditemani ingatan horor  tersebut.
Di Kamp Kutupalong, wajah-wajah lugu tersebut nampak  kosong. Banyak di antara mereka yang terlihat dingin, ketakutan, maupun  trauma, seperti yang dipaparkan UNICEF. Para anak-anak yatim piatu  mencoba bertahan dalam kamp pengungsian, berbaur dengan kawan sebayanya  dengan nasib yang sama.
(Baca juga: Alhamdulillah.. Tenda Bantuan Indonesia untuk Pengungsi Rohingya di Bangladesh Telah Didirikan)
Tim SOS Rohingya dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang masih berada di  Bangladesh pun berikhtiar menjangkau para pengungsi yatim piatu  tersebut. Senin (2/10), Tim SOS Rohingya XV menyambangi Kamp Kutupalong,  Cox&amp;rsquo;s Bazar.

Rudi Purnomo selaku anggota Tim SOS Rohingya XV di  Bangladesh mengungkapkan, ada sekitar 300 anak pengungsi Rohingya baru  di sana yang tak lagi memiliki orang tua. &amp;ldquo;Mereka semua baru tiba tiga  hari yang lalu (29/9) di perbatasan Bangladesh,&amp;rdquo;ungkap Rudi dalam rilis  kepada Sindonews.
(Baca juga: Tegas! Pemerintah Indonesia Jamin Bantuan untuk Rohingya Tepat Sasaran)Untuk ratusan anak yatim dan piatu tersebut,  ada hadiah istimewa dari masyarakat Indonesia. Vitamin dan suplemen  kesehatan, buah-buahan segar, roti, susu, mainan, dan pakaian anak  tertata rapi dalam paket bingkisan.
Tegas! Pemerintah Indonesia Jamin Bantuan untuk Rohingya Tepat Sasaran</description><content:encoded>BANGLADESH - Sungguh memprihatinkan kondisi para  pengungsi Rohingya di kamp pengungsian di Kutupalong, Bangladesh. Terutama, banyak anak-anak yang jadi yatim piatu.Dari data UNICEF per  September lalu, dalam waktu sebulan sejak konflik mencuat pada 25  Agustus lalu, jumlah pengungsi Rohingya menembus angka 480 ribu jiwa.  Yang mengejutkan, 1.400 jiwa di antaranya adalah anak-anak tanpa orang  tua. Mereka menjadi korban kekerasan tentara Myanmar.
Anak-anak itu nekat berjalan selama belasan hari dan menyeberangi Sungai  Naf tanpa didampingi oleh orang tua. Bukan karena ditinggalkan, bukan  pula karena memisahkan diri dari orang tua mereka. Lebih dari itu,  anak-anak tersebut terpaksa melarikan diri, membawa fakta bahwa orang  tua mereka telah dibunuh atau hilang tanpa jejak. Berhari-hari lamanya  anak-anak ini meyelamatkan diri menuju Bangladesh ditemani ingatan horor  tersebut.
Di Kamp Kutupalong, wajah-wajah lugu tersebut nampak  kosong. Banyak di antara mereka yang terlihat dingin, ketakutan, maupun  trauma, seperti yang dipaparkan UNICEF. Para anak-anak yatim piatu  mencoba bertahan dalam kamp pengungsian, berbaur dengan kawan sebayanya  dengan nasib yang sama.
(Baca juga: Alhamdulillah.. Tenda Bantuan Indonesia untuk Pengungsi Rohingya di Bangladesh Telah Didirikan)
Tim SOS Rohingya dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang masih berada di  Bangladesh pun berikhtiar menjangkau para pengungsi yatim piatu  tersebut. Senin (2/10), Tim SOS Rohingya XV menyambangi Kamp Kutupalong,  Cox&amp;rsquo;s Bazar.

Rudi Purnomo selaku anggota Tim SOS Rohingya XV di  Bangladesh mengungkapkan, ada sekitar 300 anak pengungsi Rohingya baru  di sana yang tak lagi memiliki orang tua. &amp;ldquo;Mereka semua baru tiba tiga  hari yang lalu (29/9) di perbatasan Bangladesh,&amp;rdquo;ungkap Rudi dalam rilis  kepada Sindonews.
(Baca juga: Tegas! Pemerintah Indonesia Jamin Bantuan untuk Rohingya Tepat Sasaran)Untuk ratusan anak yatim dan piatu tersebut,  ada hadiah istimewa dari masyarakat Indonesia. Vitamin dan suplemen  kesehatan, buah-buahan segar, roti, susu, mainan, dan pakaian anak  tertata rapi dalam paket bingkisan.
Tegas! Pemerintah Indonesia Jamin Bantuan untuk Rohingya Tepat Sasaran</content:encoded></item></channel></rss>
