<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HISTORIPEDIA: Zeppelin, Pesawat Jumbo Kebanggaan Inggris Tabrak Bukit di Prancis dan Tewaskan 56 Orang</title><description>Pada 5 Oktober 1930, pesawat Zeppelin mengalami kecelakaan dengan menabrak punggung bukit di Beauvais, Prancis pada penerbangan keduanya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/05/18/1788594/historipedia-zeppelin-pesawat-jumbo-kebanggaan-inggris-tabrak-bukit-di-prancis-dan-tewaskan-56-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/05/18/1788594/historipedia-zeppelin-pesawat-jumbo-kebanggaan-inggris-tabrak-bukit-di-prancis-dan-tewaskan-56-orang"/><item><title>HISTORIPEDIA: Zeppelin, Pesawat Jumbo Kebanggaan Inggris Tabrak Bukit di Prancis dan Tewaskan 56 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/05/18/1788594/historipedia-zeppelin-pesawat-jumbo-kebanggaan-inggris-tabrak-bukit-di-prancis-dan-tewaskan-56-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/05/18/1788594/historipedia-zeppelin-pesawat-jumbo-kebanggaan-inggris-tabrak-bukit-di-prancis-dan-tewaskan-56-orang</guid><pubDate>Kamis 05 Oktober 2017 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/04/18/1788594/historipedia-zeppelin-pesawat-jumbo-kebanggaan-inggris-tabrak-bukit-di-prancis-dan-tewaskan-56-orang-LVQwSywSSH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat Zeppelin milik Inggris, R-101. (Foto: History)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/04/18/1788594/historipedia-zeppelin-pesawat-jumbo-kebanggaan-inggris-tabrak-bukit-di-prancis-dan-tewaskan-56-orang-LVQwSywSSH.jpg</image><title>Pesawat Zeppelin milik Inggris, R-101. (Foto: History)</title></images><description>PADA hari ini atau tepatnya pada 5 Oktober tahun 1930, sebuah balon udara atau yang juga dikenal dengan pesawat Zeppelin mengalami kecelakaan di Beauvais, Prancis. Kecelakaan pesawat zeppelin terbesar milik Inggris itu telah menewaskan total 56 orang.
Pesawat tersebut mengalami kecelakaan hanya berselang setahun setelah diproduksi.  Pada 1920-an, negara-negara Eropa diketahui sibuk berkompetisi atau berlomba untuk bisa membuat pesawat Zeppelin dengan ukuran paling besar. Hal ini dilakukan demi untuk  mendapatkan kontrol atas industri perjalanan udara.
Kala itu, Inggris berhasil membangun pesawat Zeppelin model terbaru yang dinamai R-101. Pesawat kebanggaan Britania Raya ini memiliki panjang sekira 236 meter dan berat 150 ton. Pesawat yang dilengkapi dengan 6 mesin Rolls-Royce mampu mengangkut 100 penumpang.
Pesawat R-101 melakukan penerbangan perdananya pada 14 Oktober 1929. Namun, di debut perdana tersebut, langsung didapati memiliki masalah mesin pada R-101. Hal ini kemudian membuat R-101 harus dikandangkan selama 1 tahun lamanya. R-101 baru keluar dari kandang atas perintah dan bantuan seorang anggota parlemen Inggris.
Anggota parlemen tersebut adalah Lord Thomson yang tak menyerah memperjuangkan kebangkitan R-101. Pesawat Zeppelin, R-101 kembali mengudara pada 5 Oktober 1930 sore. Kala itu, Thomson menjadi satu dari 4 penumpang pesawat yang terbang dengan diawaki oleh 52 orang.
Pada dasarnya, perjalanan itu telah bermasalah sejak awal. Kesalahan pertama pada awal perjalanan yaitu para kru secara tidak sengaja melepaskan 4 ton air pemberat. Bobot air tersebut diketahui berfungsi untuk mengendalikan ketinggian. Pesawat R-101 kala itu juga terbang di tengah cuaca buruk.
Pesawat Zeppelin R-101 menabrak badai tepat saat melintas di atas Selat Inggris. Begitu R-101 memasuki kawasan udara Prancis, pesawat nahas itu gagal mempertahankan ketinggian dan hanya mampu terbang 76 meter di atas Kota Poix.
Sayangnya pilot tidak menyadari masalah tersebut karena gelapnya malam. Dalam waktu singkat R-101 menghantam pepohonan di Beauvais. Pesawat itu akhirnya menabrak punggung bukit kecil dan dampaknya menyulut bocornya hidrogen yang memicu api. R-101 pun meledak dan terbakar hingga menewaskan 56 orang di udara secara sekaligus.





</description><content:encoded>PADA hari ini atau tepatnya pada 5 Oktober tahun 1930, sebuah balon udara atau yang juga dikenal dengan pesawat Zeppelin mengalami kecelakaan di Beauvais, Prancis. Kecelakaan pesawat zeppelin terbesar milik Inggris itu telah menewaskan total 56 orang.
Pesawat tersebut mengalami kecelakaan hanya berselang setahun setelah diproduksi.  Pada 1920-an, negara-negara Eropa diketahui sibuk berkompetisi atau berlomba untuk bisa membuat pesawat Zeppelin dengan ukuran paling besar. Hal ini dilakukan demi untuk  mendapatkan kontrol atas industri perjalanan udara.
Kala itu, Inggris berhasil membangun pesawat Zeppelin model terbaru yang dinamai R-101. Pesawat kebanggaan Britania Raya ini memiliki panjang sekira 236 meter dan berat 150 ton. Pesawat yang dilengkapi dengan 6 mesin Rolls-Royce mampu mengangkut 100 penumpang.
Pesawat R-101 melakukan penerbangan perdananya pada 14 Oktober 1929. Namun, di debut perdana tersebut, langsung didapati memiliki masalah mesin pada R-101. Hal ini kemudian membuat R-101 harus dikandangkan selama 1 tahun lamanya. R-101 baru keluar dari kandang atas perintah dan bantuan seorang anggota parlemen Inggris.
Anggota parlemen tersebut adalah Lord Thomson yang tak menyerah memperjuangkan kebangkitan R-101. Pesawat Zeppelin, R-101 kembali mengudara pada 5 Oktober 1930 sore. Kala itu, Thomson menjadi satu dari 4 penumpang pesawat yang terbang dengan diawaki oleh 52 orang.
Pada dasarnya, perjalanan itu telah bermasalah sejak awal. Kesalahan pertama pada awal perjalanan yaitu para kru secara tidak sengaja melepaskan 4 ton air pemberat. Bobot air tersebut diketahui berfungsi untuk mengendalikan ketinggian. Pesawat R-101 kala itu juga terbang di tengah cuaca buruk.
Pesawat Zeppelin R-101 menabrak badai tepat saat melintas di atas Selat Inggris. Begitu R-101 memasuki kawasan udara Prancis, pesawat nahas itu gagal mempertahankan ketinggian dan hanya mampu terbang 76 meter di atas Kota Poix.
Sayangnya pilot tidak menyadari masalah tersebut karena gelapnya malam. Dalam waktu singkat R-101 menghantam pepohonan di Beauvais. Pesawat itu akhirnya menabrak punggung bukit kecil dan dampaknya menyulut bocornya hidrogen yang memicu api. R-101 pun meledak dan terbakar hingga menewaskan 56 orang di udara secara sekaligus.





</content:encoded></item></channel></rss>
