<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Giliran Maduro Lemparkan Bola Panas, Sebut Trump Tak Tahu di Mana Venezuela</title><description>Nicolas Maduro secara  terang-terangan mengkritik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/05/18/1789140/giliran-maduro-lemparkan-bola-panas-sebut-trump-tak-tahu-di-mana-venezuela</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/05/18/1789140/giliran-maduro-lemparkan-bola-panas-sebut-trump-tak-tahu-di-mana-venezuela"/><item><title>Giliran Maduro Lemparkan Bola Panas, Sebut Trump Tak Tahu di Mana Venezuela</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/05/18/1789140/giliran-maduro-lemparkan-bola-panas-sebut-trump-tak-tahu-di-mana-venezuela</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/05/18/1789140/giliran-maduro-lemparkan-bola-panas-sebut-trump-tak-tahu-di-mana-venezuela</guid><pubDate>Kamis 05 Oktober 2017 10:45 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/05/18/1789140/giliran-maduro-lemparkan-bola-panas-sebut-trump-tak-tahu-di-mana-venezuela-NPd8st18aO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Maduro vs Trump. (Foto: Ist/Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/05/18/1789140/giliran-maduro-lemparkan-bola-panas-sebut-trump-tak-tahu-di-mana-venezuela-NPd8st18aO.jpg</image><title>Maduro vs Trump. (Foto: Ist/Sindonews)</title></images><description>MOSKOW - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro secara  terang-terangan mencemooh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.  Menurut Maduro, Trump hanya tahu sedikit tentang geografi Amerika Latin  dan hanya membacanya dari catatan.Hal itu diungkapkannya dalam  sebuah pernyataan emosional saat berbicara pada Pekan Energi Rusia 2017  di Moskow pada hari Rabu 4 Oktober 2017.&quot;Trump sedang membaca dari  catatan. Trump bahkan tidak tahu di mana Venezuela berada. Dia tidak  tahu itu. Dia bahkan tidak tahu di mana Puerto Riko berada, dia tidak  tahu itu,&quot; kata Maduro seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (5/10/2017).

Maduro  juga mengklaim bahwa pemimpin AS itu tidak hanya kekurangan pengetahuan  geografis tapi juga tidak mengetahui apa-apa tentang sejarah Amerika  Latin.

(Baca juga: Duh! Presiden AS Ancam Lakukan Tindakan Militer ke Venezuela)

&quot;Katakan padanya tentang 'Simon Bolivar' dan dia akan  menganggapnya sebagai penyanyi rock - dia tidak tahu siapa dia,&quot; kata  Maduro, merujuk pada negarawan dan pejuang Amerika abad ke-19 yang  terkenal melawan pemerintahan kolonial Spanyol.Presiden Venezuela juga dengan tajam mengkritik pemimpin AS atas ancaman yang dikeluarkan Trump terhadap Venezuela.&quot;George  Bush yang mendukung kudeta terhadap Comandante Hugo Chavez. Tapi kami  terus berlanjut karena kami benar,&quot; pemimpin Venezuela melanjutkan.

(Baca juga: Minta Dukungan Politik, Presiden Maduro Temui Putin di Moskow)&quot;Obama berbeda. Dia tersenyum, tapi juga menjatuhkan sanksi dengan senyuman,&quot; sambungnya.&quot;Tapi  Trump. Trump tidak sopan. Dia mengatakan kepada saya: 'Saya akan  mengakhiri Anda!' Tetapi bahkan di bawah pemimpin AS saat ini, Venezuela  akan bergerak maju. Venezuela memiliki takdirnya sendiri, dan kita akan  berjuang untuk takdir ini,&quot; tegas Maduro.Pada pertengahan  Agustus, presiden AS mengatakan bahwa dia tidak akan mengesampingkan  &quot;opsi militer&quot; melawan Venezuela, memprovokasi hubungan diplomatik yang  memanas antara kedua negara. Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir  Padrino Lopez menyebut pernyataan tersebut sebuah tindakan ekstremisme  tertinggi, sementara Gedung Putih mengatakan bahwa mereka menolak  telepon dari Maduro saat itu.</description><content:encoded>MOSKOW - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro secara  terang-terangan mencemooh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.  Menurut Maduro, Trump hanya tahu sedikit tentang geografi Amerika Latin  dan hanya membacanya dari catatan.Hal itu diungkapkannya dalam  sebuah pernyataan emosional saat berbicara pada Pekan Energi Rusia 2017  di Moskow pada hari Rabu 4 Oktober 2017.&quot;Trump sedang membaca dari  catatan. Trump bahkan tidak tahu di mana Venezuela berada. Dia tidak  tahu itu. Dia bahkan tidak tahu di mana Puerto Riko berada, dia tidak  tahu itu,&quot; kata Maduro seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (5/10/2017).

Maduro  juga mengklaim bahwa pemimpin AS itu tidak hanya kekurangan pengetahuan  geografis tapi juga tidak mengetahui apa-apa tentang sejarah Amerika  Latin.

(Baca juga: Duh! Presiden AS Ancam Lakukan Tindakan Militer ke Venezuela)

&quot;Katakan padanya tentang 'Simon Bolivar' dan dia akan  menganggapnya sebagai penyanyi rock - dia tidak tahu siapa dia,&quot; kata  Maduro, merujuk pada negarawan dan pejuang Amerika abad ke-19 yang  terkenal melawan pemerintahan kolonial Spanyol.Presiden Venezuela juga dengan tajam mengkritik pemimpin AS atas ancaman yang dikeluarkan Trump terhadap Venezuela.&quot;George  Bush yang mendukung kudeta terhadap Comandante Hugo Chavez. Tapi kami  terus berlanjut karena kami benar,&quot; pemimpin Venezuela melanjutkan.

(Baca juga: Minta Dukungan Politik, Presiden Maduro Temui Putin di Moskow)&quot;Obama berbeda. Dia tersenyum, tapi juga menjatuhkan sanksi dengan senyuman,&quot; sambungnya.&quot;Tapi  Trump. Trump tidak sopan. Dia mengatakan kepada saya: 'Saya akan  mengakhiri Anda!' Tetapi bahkan di bawah pemimpin AS saat ini, Venezuela  akan bergerak maju. Venezuela memiliki takdirnya sendiri, dan kita akan  berjuang untuk takdir ini,&quot; tegas Maduro.Pada pertengahan  Agustus, presiden AS mengatakan bahwa dia tidak akan mengesampingkan  &quot;opsi militer&quot; melawan Venezuela, memprovokasi hubungan diplomatik yang  memanas antara kedua negara. Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir  Padrino Lopez menyebut pernyataan tersebut sebuah tindakan ekstremisme  tertinggi, sementara Gedung Putih mengatakan bahwa mereka menolak  telepon dari Maduro saat itu.</content:encoded></item></channel></rss>
