<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ya Ampun! Penyiar Wanita Jepang Meninggal Dunia Setelah Lembur 159 Jam</title><description>Budaya kerja di Jepang kembali menjadi sorotan  setelah kematian seorang penyiar wanita NHK.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/05/18/1789372/ya-ampun-penyiar-wanita-jepang-meninggal-dunia-setelah-lembur-159-jam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/05/18/1789372/ya-ampun-penyiar-wanita-jepang-meninggal-dunia-setelah-lembur-159-jam"/><item><title>Ya Ampun! Penyiar Wanita Jepang Meninggal Dunia Setelah Lembur 159 Jam</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/05/18/1789372/ya-ampun-penyiar-wanita-jepang-meninggal-dunia-setelah-lembur-159-jam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/05/18/1789372/ya-ampun-penyiar-wanita-jepang-meninggal-dunia-setelah-lembur-159-jam</guid><pubDate>Kamis 05 Oktober 2017 15:26 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/05/18/1789372/ya-ampun-penyiar-wanita-jepang-meninggal-dunia-setelah-lembur-159-jam-brqWl9AGi6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Miwa Sado, penyiar yang tewas setelah lembur 159 jam. (Foto: Ist/Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/05/18/1789372/ya-ampun-penyiar-wanita-jepang-meninggal-dunia-setelah-lembur-159-jam-brqWl9AGi6.jpg</image><title>Miwa Sado, penyiar yang tewas setelah lembur 159 jam. (Foto: Ist/Sindonews)</title></images><description>TOKYO - Budaya kerja di Jepang kembali menjadi sorotan  setelah kematian seorang penyiar wanita NHK. Inspektur ketenagakerjaan  Jepang memutuskan jika kematian wanita berusia 31 tahun itu disebabkan  oleh kerja paksa.Miwa Sado, seorang karyawan kantor pusat NHK di  Tokyo, bekerja lembur selama 159 jam dan hanya libur dua hari di bulan  kematiannya. Sado tewas akibat gagal jantung pada bulan Juli 2013.Sebuah  kantor standar tenaga kerja di Tokyo kemudian menghubungkan kematiannya  dengan karoshi atau kematian karena kerja paksa. Namun kasus ini baru  diumumkan oleh pihak NHK minggu ini.Sado, seorang reporter  politik, meliput pemilihan majelis metropolitan Tokyo dan pemilihan  majelis tinggi nasional pada bulan Juni dan Juli 2013. Dia meninggal  tiga hari setelah pemilihan majelis tinggi.
(Baca juga: Lembur 105 Jam, Karyawati Cantik Bunuh Diri)&quot;Kematian Sado  mencerminkan masalah bagi organisasi kita secara keseluruhan, termasuk  sistem ketenagakerjaan dan bagaimana pemilihan umum tertutup,&quot; aku  Masahiko Yamauchi, seorang pejabat senior di kantor berita NHK seperti  dikutip dari The Guardian, Kamis (5/10/2017).Yamauchi mengatakan NHK telah menunggu tiga tahun untuk mengumumkan kematian Sado dengan rasa hormat untuk keluarganya.&quot;Bahkan  sampai hari ini, empat tahun berlalu, kami tidak dapat menerima  kematian putri kami sebagai kenyataan. Kami berharap kesedihan keluarga  yang berduka tidak akan sia-sia,&quot; sebuah pernyataan orang tua Sado yang  dikeluarkan melalui NHK.</description><content:encoded>TOKYO - Budaya kerja di Jepang kembali menjadi sorotan  setelah kematian seorang penyiar wanita NHK. Inspektur ketenagakerjaan  Jepang memutuskan jika kematian wanita berusia 31 tahun itu disebabkan  oleh kerja paksa.Miwa Sado, seorang karyawan kantor pusat NHK di  Tokyo, bekerja lembur selama 159 jam dan hanya libur dua hari di bulan  kematiannya. Sado tewas akibat gagal jantung pada bulan Juli 2013.Sebuah  kantor standar tenaga kerja di Tokyo kemudian menghubungkan kematiannya  dengan karoshi atau kematian karena kerja paksa. Namun kasus ini baru  diumumkan oleh pihak NHK minggu ini.Sado, seorang reporter  politik, meliput pemilihan majelis metropolitan Tokyo dan pemilihan  majelis tinggi nasional pada bulan Juni dan Juli 2013. Dia meninggal  tiga hari setelah pemilihan majelis tinggi.
(Baca juga: Lembur 105 Jam, Karyawati Cantik Bunuh Diri)&quot;Kematian Sado  mencerminkan masalah bagi organisasi kita secara keseluruhan, termasuk  sistem ketenagakerjaan dan bagaimana pemilihan umum tertutup,&quot; aku  Masahiko Yamauchi, seorang pejabat senior di kantor berita NHK seperti  dikutip dari The Guardian, Kamis (5/10/2017).Yamauchi mengatakan NHK telah menunggu tiga tahun untuk mengumumkan kematian Sado dengan rasa hormat untuk keluarganya.&quot;Bahkan  sampai hari ini, empat tahun berlalu, kami tidak dapat menerima  kematian putri kami sebagai kenyataan. Kami berharap kesedihan keluarga  yang berduka tidak akan sia-sia,&quot; sebuah pernyataan orang tua Sado yang  dikeluarkan melalui NHK.</content:encoded></item></channel></rss>
