<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nah Lho! Pembersihan 'Antek' Gulen Pascakudeta, Staf Konsulat AS di Istanbul Ditangkap  </title><description>Seorang staf Konsulat Amerika Serikat ditangkap karena diduga menjadi pendukung kelompok pimpinan Fethullah Gulen.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/05/18/1789475/nah-lho-pembersihan-antek-gulen-pascakudeta-staf-konsulat-as-di-istanbul-ditangkap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/05/18/1789475/nah-lho-pembersihan-antek-gulen-pascakudeta-staf-konsulat-as-di-istanbul-ditangkap"/><item><title>Nah Lho! Pembersihan 'Antek' Gulen Pascakudeta, Staf Konsulat AS di Istanbul Ditangkap  </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/05/18/1789475/nah-lho-pembersihan-antek-gulen-pascakudeta-staf-konsulat-as-di-istanbul-ditangkap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/05/18/1789475/nah-lho-pembersihan-antek-gulen-pascakudeta-staf-konsulat-as-di-istanbul-ditangkap</guid><pubDate>Kamis 05 Oktober 2017 17:11 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/05/18/1789475/nah-lho-pembersihan-antek-gulen-pascakudeta-staf-konsulat-as-di-istanbul-ditangkap-PBPSE0eSAo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto para pendukung Gulen yang ditangkap oleh anggota Kepolisian Turki (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/05/18/1789475/nah-lho-pembersihan-antek-gulen-pascakudeta-staf-konsulat-as-di-istanbul-ditangkap-PBPSE0eSAo.jpg</image><title>Foto para pendukung Gulen yang ditangkap oleh anggota Kepolisian Turki (Foto: Reuters)</title></images><description>ISTANBUL &amp;ndash; Media Turki mewartakan, otoritas keamanan Turki menciduk seorang staf di Konsulat Amerika Serikat (AS) di Kota Istanbul. Penangkapan itu disinyalir berhubungan dengan Kelompok Hizmet yang dipimpin oleh Fethullah Gulen.
Sebagaimana dikutip dari The Washington Post, Kamis (5/10/2017) pria yang ditangkap itu merupakan warga negara Turki dan ia memiliki inisial MT. Ia ditangkap pada Rabu dini hari waktu setempat atas tudingan spionase serta mencoba menghancurkan perintah konstitusional dan pemerintah Turki.
Kantor berita Anadolu mewartakan, MT juga dituduh memiliki hubungan dengan mantan jaksa serta empat kepala polisi yang dimejahijaukan karena kasus korupsi pada 2013. Pemerintah Turki mengklaim bahwa hal tersebut didalangi oleh Gulen. Terkait penangkapan stafnya, Kedutaan Besar AS di Turki menyebut akan mengeluarkan pernyataannya pada Kamis 5 Oktober 2017 waktu setempat.
BACA JUGA: Erdogan: Berikan Gulen Maka Kami Akan Kembalikan Pastor AS
Gullen dituding sebagai dalang di balik kudeta militer yang terjadi pada Juli 2016 dengan tujuan menggulingkan Erdogan dari kursinya. Karena itulah, hingga saat ini Turki terus meminta AS agar mau mengekstradisi ulama yang tengah mengasingkan diri di Pennsylvania itu.
Tudingan tersebut tentu saja ditepis oleh Gulen. Pemerintah AS juga enggan mengekstradisinya sebab Turki masih belum dapat memperlihatkan bukti konkret keterlibatan Gulen dalam kudeta yang menewaskan ratusan orang tersebut.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Tersangka Dalang Kudeta Militer Turki Klaim Siap Diekstradisi
Semenjak gagalnya kudeta tersebut, otoritas keamanan Turki telah menangkap &amp;nbsp;ribuan orang yang diduga masuk ke dalam jaringan pendukung Gulen. Salah satunya adalah seorang pastor dari AS bernama Andrew Brunson yang mengelola sebuah gereja kecil di wilayah Izmir. Namanya sempat disorot oleh media beberapa waktu lalu karena Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan akan mengembalikannya ke Negeri Paman Sam jika AS mengekstradisi Gulen kembali ke Turki.
Brunson disebut sudah ditangkap semenjak Oktober lalu. Media setempat melaporkan bahwa ia menjadi anggota jaringan Gulen. Sekadar informasi, Turki mendeklarasikan jaringan Gulen sebagai organisasi teroris sehingga para anggotanya dapat dijatuhi hukuman melakukan aktivitas terorisme.</description><content:encoded>ISTANBUL &amp;ndash; Media Turki mewartakan, otoritas keamanan Turki menciduk seorang staf di Konsulat Amerika Serikat (AS) di Kota Istanbul. Penangkapan itu disinyalir berhubungan dengan Kelompok Hizmet yang dipimpin oleh Fethullah Gulen.
Sebagaimana dikutip dari The Washington Post, Kamis (5/10/2017) pria yang ditangkap itu merupakan warga negara Turki dan ia memiliki inisial MT. Ia ditangkap pada Rabu dini hari waktu setempat atas tudingan spionase serta mencoba menghancurkan perintah konstitusional dan pemerintah Turki.
Kantor berita Anadolu mewartakan, MT juga dituduh memiliki hubungan dengan mantan jaksa serta empat kepala polisi yang dimejahijaukan karena kasus korupsi pada 2013. Pemerintah Turki mengklaim bahwa hal tersebut didalangi oleh Gulen. Terkait penangkapan stafnya, Kedutaan Besar AS di Turki menyebut akan mengeluarkan pernyataannya pada Kamis 5 Oktober 2017 waktu setempat.
BACA JUGA: Erdogan: Berikan Gulen Maka Kami Akan Kembalikan Pastor AS
Gullen dituding sebagai dalang di balik kudeta militer yang terjadi pada Juli 2016 dengan tujuan menggulingkan Erdogan dari kursinya. Karena itulah, hingga saat ini Turki terus meminta AS agar mau mengekstradisi ulama yang tengah mengasingkan diri di Pennsylvania itu.
Tudingan tersebut tentu saja ditepis oleh Gulen. Pemerintah AS juga enggan mengekstradisinya sebab Turki masih belum dapat memperlihatkan bukti konkret keterlibatan Gulen dalam kudeta yang menewaskan ratusan orang tersebut.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Tersangka Dalang Kudeta Militer Turki Klaim Siap Diekstradisi
Semenjak gagalnya kudeta tersebut, otoritas keamanan Turki telah menangkap &amp;nbsp;ribuan orang yang diduga masuk ke dalam jaringan pendukung Gulen. Salah satunya adalah seorang pastor dari AS bernama Andrew Brunson yang mengelola sebuah gereja kecil di wilayah Izmir. Namanya sempat disorot oleh media beberapa waktu lalu karena Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan akan mengembalikannya ke Negeri Paman Sam jika AS mengekstradisi Gulen kembali ke Turki.
Brunson disebut sudah ditangkap semenjak Oktober lalu. Media setempat melaporkan bahwa ia menjadi anggota jaringan Gulen. Sekadar informasi, Turki mendeklarasikan jaringan Gulen sebagai organisasi teroris sehingga para anggotanya dapat dijatuhi hukuman melakukan aktivitas terorisme.</content:encoded></item></channel></rss>
