<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Dia Tiga Panglima TNI yang Bukan Berasal dari TNI AD</title><description>Sepanjang sejarah bangsa ini, Panglima TNI kebanyakan dipimpin dari kalangan TNI Angkatan Darat (TNI AD).</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/05/337/1788685/ini-dia-tiga-panglima-tni-yang-bukan-berasal-dari-tni-ad</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/05/337/1788685/ini-dia-tiga-panglima-tni-yang-bukan-berasal-dari-tni-ad"/><item><title>Ini Dia Tiga Panglima TNI yang Bukan Berasal dari TNI AD</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/05/337/1788685/ini-dia-tiga-panglima-tni-yang-bukan-berasal-dari-tni-ad</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/05/337/1788685/ini-dia-tiga-panglima-tni-yang-bukan-berasal-dari-tni-ad</guid><pubDate>Kamis 05 Oktober 2017 06:32 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmy Fotaleno</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/04/337/1788685/ini-dia-tiga-panglima-tni-yang-bukan-berasal-dari-tni-ad-ofH5ziaXe4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono adalah satu dari tiga mantan Panglima TNI yang bukan berasal dari TNI AD (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/04/337/1788685/ini-dia-tiga-panglima-tni-yang-bukan-berasal-dari-tni-ad-ofH5ziaXe4.jpg</image><title>Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono adalah satu dari tiga mantan Panglima TNI yang bukan berasal dari TNI AD (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Panglima Tentara Nasional Indonesia atau biasa disebut Panglima TNI adalah pejabat yang menjadi pucuk pimpinan dari Tentara Nasional Indonesia. Sebagai pucuk pimpinan, panglima adalah seseorang yang mempunyai wewenang komando operasional militer untuk menggerakkan pasukan atau alat negara.

Jabatan Panglima TNI pertama kali dijabat oleh Jenderal Soedirman, yang saat itu bernama Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Di tubuh TNI sendiri terbagi menjadi tiga angkatan yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU). Dan sepanjang sejarah bangsa ini, Panglima TNI kebanyakan dipimpin dari kalangan TNI Angkatan Darat (TNI AD).

Namun ada tiga jenderal yang pernah menjabat sebagai Panglima TNI yang bukan berasal dari TNI AD melainkan dari TNI AL dan TNI AU.

Berikut profil tiga Panglima TNI yang bukan berasal dari Angakatan Darat yang dihimpun dari berbagai sumber:

1. Laksamana TNI Widodo Adi Sutjipto (TNI AL)

Lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada  1 Agustus 1944, Laksamana TNI Widodo Adi Sutjipto atau lebih dikenal dengan sebutan Widodo AS ini menjabat sebagai Panglima TNI pada kurun waktu 1999&amp;ndash;2002, dimana sebelumya ia menjabat sebagai Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).

Widodo AS diangkat sebagai panglima di era Presiden Abdurrahman Wahid pada tanggal 26 Oktober 1999. Ia merupakan panglima pertama yang bukan berasal dari kesatuan Angkatan Darat dalam sejarah Indonesia.

Usai tidak lagi menjabat sebagai Panglima TNI, Widodo AS kemudian ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, Dan Keamanan, Kabinet Indonesia Bersatu (2004&amp;ndash;2009) yakni di era Presiden 	Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dan di masa pemerintahan SBY ini pula Widodo AS juga menduduki beberapa jabatan penting seperti Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Pertahanan dan Keamanan, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara hingga Menteri Dalam Negeri.

2. Marsekal TNI Djoko Suyanto (TNI AU)

Marsekal TNI Djoko Suyanto lahir di Madiun, Jawa Timur pada 2 Desember 1950.  Ia menjabat Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) tergolong singkat yakni pada tahun 2006 sampai 2007. Ia juga merupakan Panglima TNI pertama yang berasal dari kesatuan TNI-AU sepanjang sejarah Indonesia.

Djoko Suyanto adalah lulusan Akabri (di Akademi Angkatan Udara) tahun 1973. Ia adalah penerbang pesawat tempur F-5 Tiger II yang berpangkalan di Pangkalan Udara Iswahyudi, Magetan.

Ia pernah mengikuti kursus di USAF Fighter Weapon Instructor School di Pangkalan Udara Nellis, Las Vegas, Nevada. Ia kemudian berturut-turut menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 14, Komandan Lanud Iswahyudi, Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional, Komandan Komando Pendidikan TNI-AU, Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara, dan kemudian Kepala Staf TNI-AU sebelum akhirnya menjadi Panglima TNI.

Setelah pensiun dari TNI,  Djoko Suyanto pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia yang menjabat dari 22 Oktober 2009 sampai 20 Oktober 2014.

3. Laksamana TNI Agus Suhartono (TNI AL)

Pria kelahiran Blitar, Jawa Timur, 25 Agustus 1955 ini menjabat sebagai  Panglima Tentara Nasional Indonesia sejak 28 September 2010 hingga 30 Agustus 2013. Ia merupakan Panglima TNI kedua dari matra TNI Angkatan Laut (AL) setelah sebelumnya pernah dijabat oleh Laksamana TNI Widodo AS.

Agus Suhartono menempuh pendidikan menengah di SMP Negeri 1 Blitar dan SMA Negeri 1 Blitar. Ia menamatkan pendidikan militernya di Akademi Angkatan Laut (AAL) pada tahun 1978. Selain itu, ia menyelesaikan pendidikan Sekolah Staf dan Komando TNI AL tahun 1994, Sesko TNI tahun 1999, dan Lembaga Ketahanan Nasional pada tahun 2003.

Ia pernah menjabat sebagai Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim dan Asisten Operasi KSAL. Sebelum diangkat menjadi KSAL, ia menjabat sebagai Irjen Departemen Pertahanan. Laksamana Agus diajukan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon tunggal Panglima TNI. Pada 27 September 2010, ia lolos uji kelayakan oleh DPR dan diangkat menjadi Panglima TNI.

Penampilannya yang Low Profile telah berhasil &quot;mencuri&quot; perhatian anggota DPR, anggota TNI sekalpun bahkan menyita perhatian Presdien SBY.

Dari Kalangan LSM yang menyoroti TNI dan HAM pun menyambut baik pemilihan Agus sebagai Panglima TNI saat itu.(fin)</description><content:encoded>JAKARTA - Panglima Tentara Nasional Indonesia atau biasa disebut Panglima TNI adalah pejabat yang menjadi pucuk pimpinan dari Tentara Nasional Indonesia. Sebagai pucuk pimpinan, panglima adalah seseorang yang mempunyai wewenang komando operasional militer untuk menggerakkan pasukan atau alat negara.

Jabatan Panglima TNI pertama kali dijabat oleh Jenderal Soedirman, yang saat itu bernama Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Di tubuh TNI sendiri terbagi menjadi tiga angkatan yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU). Dan sepanjang sejarah bangsa ini, Panglima TNI kebanyakan dipimpin dari kalangan TNI Angkatan Darat (TNI AD).

Namun ada tiga jenderal yang pernah menjabat sebagai Panglima TNI yang bukan berasal dari TNI AD melainkan dari TNI AL dan TNI AU.

Berikut profil tiga Panglima TNI yang bukan berasal dari Angakatan Darat yang dihimpun dari berbagai sumber:

1. Laksamana TNI Widodo Adi Sutjipto (TNI AL)

Lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada  1 Agustus 1944, Laksamana TNI Widodo Adi Sutjipto atau lebih dikenal dengan sebutan Widodo AS ini menjabat sebagai Panglima TNI pada kurun waktu 1999&amp;ndash;2002, dimana sebelumya ia menjabat sebagai Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).

Widodo AS diangkat sebagai panglima di era Presiden Abdurrahman Wahid pada tanggal 26 Oktober 1999. Ia merupakan panglima pertama yang bukan berasal dari kesatuan Angkatan Darat dalam sejarah Indonesia.

Usai tidak lagi menjabat sebagai Panglima TNI, Widodo AS kemudian ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, Dan Keamanan, Kabinet Indonesia Bersatu (2004&amp;ndash;2009) yakni di era Presiden 	Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dan di masa pemerintahan SBY ini pula Widodo AS juga menduduki beberapa jabatan penting seperti Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Pertahanan dan Keamanan, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara hingga Menteri Dalam Negeri.

2. Marsekal TNI Djoko Suyanto (TNI AU)

Marsekal TNI Djoko Suyanto lahir di Madiun, Jawa Timur pada 2 Desember 1950.  Ia menjabat Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) tergolong singkat yakni pada tahun 2006 sampai 2007. Ia juga merupakan Panglima TNI pertama yang berasal dari kesatuan TNI-AU sepanjang sejarah Indonesia.

Djoko Suyanto adalah lulusan Akabri (di Akademi Angkatan Udara) tahun 1973. Ia adalah penerbang pesawat tempur F-5 Tiger II yang berpangkalan di Pangkalan Udara Iswahyudi, Magetan.

Ia pernah mengikuti kursus di USAF Fighter Weapon Instructor School di Pangkalan Udara Nellis, Las Vegas, Nevada. Ia kemudian berturut-turut menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 14, Komandan Lanud Iswahyudi, Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional, Komandan Komando Pendidikan TNI-AU, Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara, dan kemudian Kepala Staf TNI-AU sebelum akhirnya menjadi Panglima TNI.

Setelah pensiun dari TNI,  Djoko Suyanto pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia yang menjabat dari 22 Oktober 2009 sampai 20 Oktober 2014.

3. Laksamana TNI Agus Suhartono (TNI AL)

Pria kelahiran Blitar, Jawa Timur, 25 Agustus 1955 ini menjabat sebagai  Panglima Tentara Nasional Indonesia sejak 28 September 2010 hingga 30 Agustus 2013. Ia merupakan Panglima TNI kedua dari matra TNI Angkatan Laut (AL) setelah sebelumnya pernah dijabat oleh Laksamana TNI Widodo AS.

Agus Suhartono menempuh pendidikan menengah di SMP Negeri 1 Blitar dan SMA Negeri 1 Blitar. Ia menamatkan pendidikan militernya di Akademi Angkatan Laut (AAL) pada tahun 1978. Selain itu, ia menyelesaikan pendidikan Sekolah Staf dan Komando TNI AL tahun 1994, Sesko TNI tahun 1999, dan Lembaga Ketahanan Nasional pada tahun 2003.

Ia pernah menjabat sebagai Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim dan Asisten Operasi KSAL. Sebelum diangkat menjadi KSAL, ia menjabat sebagai Irjen Departemen Pertahanan. Laksamana Agus diajukan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon tunggal Panglima TNI. Pada 27 September 2010, ia lolos uji kelayakan oleh DPR dan diangkat menjadi Panglima TNI.

Penampilannya yang Low Profile telah berhasil &quot;mencuri&quot; perhatian anggota DPR, anggota TNI sekalpun bahkan menyita perhatian Presdien SBY.

Dari Kalangan LSM yang menyoroti TNI dan HAM pun menyambut baik pemilihan Agus sebagai Panglima TNI saat itu.(fin)</content:encoded></item></channel></rss>
