<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Adik Pelaku Penembakan Brutal di Las Vegas, &quot;Ada yang Mendorong Paddock ke Lubang Neraka&quot;</title><description>&amp;rdquo;Ini twist buruk di akhir sebuah film yang bagus,&quot; kata Eric.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/06/18/1790012/adik-pelaku-penembakan-brutal-di-las-vegas-ada-yang-mendorong-paddock-ke-lubang-neraka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/06/18/1790012/adik-pelaku-penembakan-brutal-di-las-vegas-ada-yang-mendorong-paddock-ke-lubang-neraka"/><item><title>Adik Pelaku Penembakan Brutal di Las Vegas, &quot;Ada yang Mendorong Paddock ke Lubang Neraka&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/06/18/1790012/adik-pelaku-penembakan-brutal-di-las-vegas-ada-yang-mendorong-paddock-ke-lubang-neraka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/06/18/1790012/adik-pelaku-penembakan-brutal-di-las-vegas-ada-yang-mendorong-paddock-ke-lubang-neraka</guid><pubDate>Jum'at 06 Oktober 2017 13:31 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/06/18/1790012/adik-pelaku-penembakan-brutal-di-las-vegas-ada-yang-mendorong-paddock-ke-lubang-neraka-07ImkCWY2V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku penembakan di Las Vegas. (Foto: Twitter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/06/18/1790012/adik-pelaku-penembakan-brutal-di-las-vegas-ada-yang-mendorong-paddock-ke-lubang-neraka-07ImkCWY2V.jpg</image><title>Pelaku penembakan di Las Vegas. (Foto: Twitter)</title></images><description>LAS VEGAS - Eric Paddock (55), adik Stephen Craig  Paddock (64), pelaku penembakan massal di Las Vegas, menangisi kisah  horor di kehidupan nyata kakaknya. Dia menduga ada yang mendorong  kakaknya melakukan penembakan massal. Pasalnya, selama ini sang kakak  dikenalnya sebagai orang baik.&amp;rdquo;Tidak ada yang mau mendengar ini,  tapi saya tersentuh oleh ini. Saudara laki-laki saya meninggal. Dia  sudah meninggal, dan saya menyukai saudara laki-laki saya, dia orang  baik,&amp;rdquo; kata Eric. &amp;rdquo;Dan saya tahu tidak ada yang mau mendengar ini, tapi  sial, jika Anda mengenal Steve (Stephen),&amp;rdquo; lanjut Eric.Stephen  Paddock menembaki penonton konser musik country di Las Vegas pada hari  Minggu malam. Sebanyak 58 orang tewas dan 527 orang lainnya terluka.  Stephen Paddock beraksi dari lantai 32 Mandalay Bay Resort and Casino,  yang bersebelahan dengan target.
(Baca juga: Stephen Paddock, Penembak Sadis di Las Vegas Itu Penjudi Profesional yang Berperilaku Ganjil)Dia ditemukan tewas oleh polisi  yang menyerbu kamar hotel tempat dia menginap dan beraksi. Polisi  menduga, Stephen Paddock bunuh diri.Sejauh ini, penyidik belum mengungkap motif pelaku melakukan pembantaian massal. Kelompok ISIS (Islamic State of Iraq and Syria)  mengaku bertanggung jawab atas pembantaian tersebut, namun FBI  mengatakan bahwa pihaknya tidak menemukan hubungan antara Stephen  Paddock dan kelompok teror apa pun.
(Baca juga: Penembakan Massal di Las Vegas, Trump: Tragedi Ini Perbuatan Kejahatan Murni)&amp;rdquo;Bahwa dia akan membunuh orang yang tidak dia kenal, itu tidak masuk akal. Ini aneh sekali,&amp;rdquo; kata Eric, seperti dikutip dari USA Today, Jumat (6/10/2017). &amp;rdquo;Ada sesuatu yang terjadi pada Steve, saya bahkan  tidak berusaha untuk menerima alasan apapun, tapi telah terjadi sesuatu  yang mendorongnya ke dalam lubang neraka,&amp;rdquo; papar Eric.&amp;rdquo;Saya  tidak mengerti mengapa Steve sampai pada titik itu, dan mungkin kita  tidak akan pernah tahu,&amp;rdquo; imbuh Eric yang mengaku tak tahu motif kakaknya  itu membantai puluhan orang.&amp;rdquo;Ini horor, hanya cerita horor dengan segala cara,&amp;rdquo; sambung Eric. &amp;rdquo;Ini twist buruk di akhir sebuah film yang bagus.&amp;rdquo;</description><content:encoded>LAS VEGAS - Eric Paddock (55), adik Stephen Craig  Paddock (64), pelaku penembakan massal di Las Vegas, menangisi kisah  horor di kehidupan nyata kakaknya. Dia menduga ada yang mendorong  kakaknya melakukan penembakan massal. Pasalnya, selama ini sang kakak  dikenalnya sebagai orang baik.&amp;rdquo;Tidak ada yang mau mendengar ini,  tapi saya tersentuh oleh ini. Saudara laki-laki saya meninggal. Dia  sudah meninggal, dan saya menyukai saudara laki-laki saya, dia orang  baik,&amp;rdquo; kata Eric. &amp;rdquo;Dan saya tahu tidak ada yang mau mendengar ini, tapi  sial, jika Anda mengenal Steve (Stephen),&amp;rdquo; lanjut Eric.Stephen  Paddock menembaki penonton konser musik country di Las Vegas pada hari  Minggu malam. Sebanyak 58 orang tewas dan 527 orang lainnya terluka.  Stephen Paddock beraksi dari lantai 32 Mandalay Bay Resort and Casino,  yang bersebelahan dengan target.
(Baca juga: Stephen Paddock, Penembak Sadis di Las Vegas Itu Penjudi Profesional yang Berperilaku Ganjil)Dia ditemukan tewas oleh polisi  yang menyerbu kamar hotel tempat dia menginap dan beraksi. Polisi  menduga, Stephen Paddock bunuh diri.Sejauh ini, penyidik belum mengungkap motif pelaku melakukan pembantaian massal. Kelompok ISIS (Islamic State of Iraq and Syria)  mengaku bertanggung jawab atas pembantaian tersebut, namun FBI  mengatakan bahwa pihaknya tidak menemukan hubungan antara Stephen  Paddock dan kelompok teror apa pun.
(Baca juga: Penembakan Massal di Las Vegas, Trump: Tragedi Ini Perbuatan Kejahatan Murni)&amp;rdquo;Bahwa dia akan membunuh orang yang tidak dia kenal, itu tidak masuk akal. Ini aneh sekali,&amp;rdquo; kata Eric, seperti dikutip dari USA Today, Jumat (6/10/2017). &amp;rdquo;Ada sesuatu yang terjadi pada Steve, saya bahkan  tidak berusaha untuk menerima alasan apapun, tapi telah terjadi sesuatu  yang mendorongnya ke dalam lubang neraka,&amp;rdquo; papar Eric.&amp;rdquo;Saya  tidak mengerti mengapa Steve sampai pada titik itu, dan mungkin kita  tidak akan pernah tahu,&amp;rdquo; imbuh Eric yang mengaku tak tahu motif kakaknya  itu membantai puluhan orang.&amp;rdquo;Ini horor, hanya cerita horor dengan segala cara,&amp;rdquo; sambung Eric. &amp;rdquo;Ini twist buruk di akhir sebuah film yang bagus.&amp;rdquo;</content:encoded></item></channel></rss>
