<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terpaksa Minum Air Berlumpur, Relawan: Inilah Wajah Anak-anak Pengungsi Rohingya</title><description>Shelter tempat pengungsi tinggal terbuat dari bambu</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/06/337/1789678/terpaksa-minum-air-berlumpur-relawan-inilah-wajah-anak-anak-pengungsi-rohingya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/06/337/1789678/terpaksa-minum-air-berlumpur-relawan-inilah-wajah-anak-anak-pengungsi-rohingya"/><item><title>Terpaksa Minum Air Berlumpur, Relawan: Inilah Wajah Anak-anak Pengungsi Rohingya</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/06/337/1789678/terpaksa-minum-air-berlumpur-relawan-inilah-wajah-anak-anak-pengungsi-rohingya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/06/337/1789678/terpaksa-minum-air-berlumpur-relawan-inilah-wajah-anak-anak-pengungsi-rohingya</guid><pubDate>Jum'at 06 Oktober 2017 06:28 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Sahroji</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/05/337/1789678/terpaksa-minum-air-berlumpur-relawan-inilah-wajah-anak-anak-pengungsi-rohingya-z0JBpq59zG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anak-anak pengungsi Rohingya tampak sedang mandi dan mengambil air (Foto: Dok. Relawan Rumah Zakat)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/05/337/1789678/terpaksa-minum-air-berlumpur-relawan-inilah-wajah-anak-anak-pengungsi-rohingya-z0JBpq59zG.jpg</image><title>Anak-anak pengungsi Rohingya tampak sedang mandi dan mengambil air (Foto: Dok. Relawan Rumah Zakat)</title></images><description>BANGLADESH - Konflik kemanusiaan yang terjadi di Rakhine, Myanmar, sungguh membuat publik internasional terperanjat. Terusir dari kampung halamannya, dan menjadi pengungsi di negeri orang, Bangladesh, merupakan sebuah keniscayaan yang mesti dihadapi etnis Rohingya.

Salah seorang relawan asal Indonesia Hendrik Andika menuturkan bagaimana mirisnya kondisi pengungsi Rohingya di Bangladesh.

&quot;Shelter tempat pengungsi tinggal terbuat dari bambu, berdindingkan plastik dan beralaskan tanah. Kurangnya sarana air bersih dan MCK, ditambah tidak adanya drainase membuat lingkungan sekitar kamp sangat kumuh, bau, dan tidak sehat,&quot; ujar Hendrik yang juga relawan kemanusiaan Rumah Zakat, Jumat (6/10/2017).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Hendrik bercerita, di sela waktu saat tim kemanusiaan Rumah Zakat berkeliling melihat situasi dan kondisi kebutuhan bagi pengungsi. Tim menemukan hal yang memprihatikan.

Dimana terdapat dua anak laki-laki, satu telanjang dada, satu lagi tanpa sehelai benangpun. Mereka asyik mandi di sumur pompa. Pompa air itu baru yang belum di plester bawahnya dan masih terdapat tanah liat coklat. Di sela membilas kulit mereka yang legam mengkilat, terlihat mereka menenggak air yang keluar dari pompaan mereka. Warnanya cokelat muda.

&amp;ldquo;Saya penasaran, lalu mengambil air memakai dua tangan. Rasanya, lumpur pekat. Saya keluarkan lagi dari mulut. Batin Saya, bagaimana mereka bisa minum air itu ya?&amp;rdquo; ungkapnya.

Dika menambahkan, inilah wajah anak-anak pengungsi Rohingya. Kita harus membantu mereka. &quot;Rumah Zakat akan kembali mendistribusikan bantuan makanan ke pengungsi. Setelah itu akan membangun shelter sementara yang layak huni. Termasuk juga sarana air bersih, agar mereka bisa mandi dan minum air yang layak,&quot; tutupnya.(fin)</description><content:encoded>BANGLADESH - Konflik kemanusiaan yang terjadi di Rakhine, Myanmar, sungguh membuat publik internasional terperanjat. Terusir dari kampung halamannya, dan menjadi pengungsi di negeri orang, Bangladesh, merupakan sebuah keniscayaan yang mesti dihadapi etnis Rohingya.

Salah seorang relawan asal Indonesia Hendrik Andika menuturkan bagaimana mirisnya kondisi pengungsi Rohingya di Bangladesh.

&quot;Shelter tempat pengungsi tinggal terbuat dari bambu, berdindingkan plastik dan beralaskan tanah. Kurangnya sarana air bersih dan MCK, ditambah tidak adanya drainase membuat lingkungan sekitar kamp sangat kumuh, bau, dan tidak sehat,&quot; ujar Hendrik yang juga relawan kemanusiaan Rumah Zakat, Jumat (6/10/2017).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Hendrik bercerita, di sela waktu saat tim kemanusiaan Rumah Zakat berkeliling melihat situasi dan kondisi kebutuhan bagi pengungsi. Tim menemukan hal yang memprihatikan.

Dimana terdapat dua anak laki-laki, satu telanjang dada, satu lagi tanpa sehelai benangpun. Mereka asyik mandi di sumur pompa. Pompa air itu baru yang belum di plester bawahnya dan masih terdapat tanah liat coklat. Di sela membilas kulit mereka yang legam mengkilat, terlihat mereka menenggak air yang keluar dari pompaan mereka. Warnanya cokelat muda.

&amp;ldquo;Saya penasaran, lalu mengambil air memakai dua tangan. Rasanya, lumpur pekat. Saya keluarkan lagi dari mulut. Batin Saya, bagaimana mereka bisa minum air itu ya?&amp;rdquo; ungkapnya.

Dika menambahkan, inilah wajah anak-anak pengungsi Rohingya. Kita harus membantu mereka. &quot;Rumah Zakat akan kembali mendistribusikan bantuan makanan ke pengungsi. Setelah itu akan membangun shelter sementara yang layak huni. Termasuk juga sarana air bersih, agar mereka bisa mandi dan minum air yang layak,&quot; tutupnya.(fin)</content:encoded></item></channel></rss>
