<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gandeng BPK, Polisi Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan 18 Puskesmas di Jakarta</title><description>Erwanto mengungkapkan, demi menelusuri dugaan tersebut, pihaknya telah melakukan pemeriksaan 10 saksi.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/06/337/1790445/gandeng-bpk-polisi-dalami-dugaan-korupsi-pembangunan-18-puskesmas-di-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/06/337/1790445/gandeng-bpk-polisi-dalami-dugaan-korupsi-pembangunan-18-puskesmas-di-jakarta"/><item><title>Gandeng BPK, Polisi Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan 18 Puskesmas di Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/06/337/1790445/gandeng-bpk-polisi-dalami-dugaan-korupsi-pembangunan-18-puskesmas-di-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/06/337/1790445/gandeng-bpk-polisi-dalami-dugaan-korupsi-pembangunan-18-puskesmas-di-jakarta</guid><pubDate>Jum'at 06 Oktober 2017 20:22 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/06/337/1790445/gandeng-bpk-polisi-dalami-dugaan-korupsi-pembangunan-18-puskesmas-di-jakarta-SyMLodZ9VQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/06/337/1790445/gandeng-bpk-polisi-dalami-dugaan-korupsi-pembangunan-18-puskesmas-di-jakarta-SyMLodZ9VQ.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Bareskrim Polri menerima laporan dugaan korupsi pembangunan 18 Gedung Pusata Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di DKI Jakarta.

&quot;Dugaan korupsinya dalam pembangunan 18 Puskesmas,&quot; ujar Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Kombes Erwanto Kurniadi saat dihubungi, Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Erwanto mengungkapkan, demi menelusuri dugaan tersebut, pihaknya telah melakukan pemeriksaan 10 saksi. Para saksi itu dari unsur Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.

&quot;Penanggung jawab kegiatan ada Dinas Kesehatan Pemprov. Baru mereka yang diklarifikasi,&quot; ucap Erwanto.

Sementara itu, Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri Kombes Indarto menyatakan telah meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit investigasi dalam dugaan ini. &quot;Kami sudah melakukan beberapa pemeriksaan, klarifikasi termasuk kami minta audit investigasi pada BPK, itu masih lidik ya, sementara itu,&quot; kata Indarto terpisah.

Menurut dia, dalam kasus ini diduga pembangunan Puskesmas itu mengalami keterlambatan penyelesaian. &quot;Jadi harusnya selesainya berapa, itu belum selesai sehingga diperpanjang Pemprov DKI,&quot; tutur dia.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Bareskrim Polri menerima laporan dugaan korupsi pembangunan 18 Gedung Pusata Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di DKI Jakarta.

&quot;Dugaan korupsinya dalam pembangunan 18 Puskesmas,&quot; ujar Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Kombes Erwanto Kurniadi saat dihubungi, Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Erwanto mengungkapkan, demi menelusuri dugaan tersebut, pihaknya telah melakukan pemeriksaan 10 saksi. Para saksi itu dari unsur Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.

&quot;Penanggung jawab kegiatan ada Dinas Kesehatan Pemprov. Baru mereka yang diklarifikasi,&quot; ucap Erwanto.

Sementara itu, Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri Kombes Indarto menyatakan telah meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit investigasi dalam dugaan ini. &quot;Kami sudah melakukan beberapa pemeriksaan, klarifikasi termasuk kami minta audit investigasi pada BPK, itu masih lidik ya, sementara itu,&quot; kata Indarto terpisah.

Menurut dia, dalam kasus ini diduga pembangunan Puskesmas itu mengalami keterlambatan penyelesaian. &quot;Jadi harusnya selesainya berapa, itu belum selesai sehingga diperpanjang Pemprov DKI,&quot; tutur dia.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
