<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OKEZONE STORY: Robert Liston, Seorang Ahli Bedah Ternama Pada Abad 18 yang Tewaskan 3 Orang Sekaligus di Sebuah Operasi</title><description>Robert Liston dikenal sebagai seorang dokter yang memiliki kecepatan tinggi dalam melakukan operasi hingga sebuah insiden mengerikan terjadi</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/07/18/1789969/okezone-story-robert-liston-seorang-ahli-bedah-ternama-pada-abad-18-yang-tewaskan-3-orang-sekaligus-di-sebuah-operasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/07/18/1789969/okezone-story-robert-liston-seorang-ahli-bedah-ternama-pada-abad-18-yang-tewaskan-3-orang-sekaligus-di-sebuah-operasi"/><item><title>OKEZONE STORY: Robert Liston, Seorang Ahli Bedah Ternama Pada Abad 18 yang Tewaskan 3 Orang Sekaligus di Sebuah Operasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/07/18/1789969/okezone-story-robert-liston-seorang-ahli-bedah-ternama-pada-abad-18-yang-tewaskan-3-orang-sekaligus-di-sebuah-operasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/07/18/1789969/okezone-story-robert-liston-seorang-ahli-bedah-ternama-pada-abad-18-yang-tewaskan-3-orang-sekaligus-di-sebuah-operasi</guid><pubDate>Sabtu 07 Oktober 2017 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/06/18/1789969/okezone-story-robert-liston-seorang-ahli-bedah-ternama-pada-abad-18-yang-tewaskan-3-orang-sekaligus-di-sebuah-operasi-nPOX7KVDdk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dokter Robert Liston. (Foto: All That Is Interesting)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/06/18/1789969/okezone-story-robert-liston-seorang-ahli-bedah-ternama-pada-abad-18-yang-tewaskan-3-orang-sekaligus-di-sebuah-operasi-nPOX7KVDdk.jpg</image><title>Dokter Robert Liston. (Foto: All That Is Interesting)</title></images><description>DOKTER Robert Liston merupakan seorang ahli bedah ternama di masanya. Ia dikenal sebagai seorang dokter yang memiliki kecepatan tinggi dalam melakukan operasi terhadap pasiennya.  Sayangnya, operasi yang dilakukan Dokter Robert dikenal memiliki resiko kematian 300%.
Pada dasarnya Dokter Robert hidup di masa saat anestesi atau obat bius belum ditemukan yaitu pada abad 18. Para dokter ahli bedah saat itu dituntut untuk kreatif dan mencari cara yang terbaik guna mengoperasi pasiennya. Mereka diwajibkan untuk mencari cara agar pasien tidak terlalu merasa sakit.
Dan di saat bersamaan, para dokter di masa itu juga harus berlomba dengan waktu untuk menyelamatkan nyawa pasien. Salah satu cara yang terbaik adalah dengan melakukan operasi dengan cepat bahkan kurang dari 5 menit. Dengan semakin cepatnya operasi dilakukan, diharapkan pasien tidak banyak kehilangan darah.

Patung penghormatan Dokter Robert Liston. (Foto: All That Is Interesting)
Namun teknik ini tentunya memiliki kekurangan. Karena semakin cepat operasi dilakukan maka akurasi biasanya dikorbankan. Sebagai seorang ahli bedah tercepat, Dokter Robert mendapat julukan &quot;The fastest knife on West End,&amp;rdquo; atau pisau tercepat di West End. Ia  lahir 1794, di Ecclesmachan, Skotlandia dan menempuh pendidikan dokter University of Edinburgh.
Robert dengan cepat menjadi tertarik pada anatomi. Ia kemudian memutuskan untuk mempersempit fokusnya pada operasi, dan segera mendapatkan reputasi sebagai ahli bedah terampil.
Sang dokter diketahui sangat ahli dalam hal mengamputasi pasiennya. Kala itu, sebagian besar dokter akan kehilangan 1 dari 4 pasiennya namun tidak dengan Robert. Ia terbilang hanya kehilangan 1 dari total 10 pasiennya. Penulis Inggris, Richard Gordon yang merangkum biografi Dokter Robert menyebut, pria jenius itu bisa melakukan amputasi kaki dalam 28 detik sampai dengan 2,5 menit.

Ia begitu dikenal dengan kecepatannya. Dan slogannya ketika hendak  melakukan operasi begitu populer saat itu. &quot;Tunggu aku tuan-tuan,&quot; ujar  Robert sambil mengangkat pisaunya. Karena reputasinya yang baik dan  hebat, ia selalu dicari orang-orang. Ketika menggoreskan pisaunya, maka  pada saat itu juga Robert akan sangat fokus terhadap pasiennya.
Tetapi hal mengerikan kemudian terjadi. Pada satu titik, ketika  Robert melakukan sebuah operasi, ia terlalu fokus dengan kecepatan. Hal  ini membuatnya berbuat ceroboh. Kala itu, Robert yang mengayunkan  tangannya tak sengaja memotong jari tangan asistennya. Pisaunya juga  terlepas hingga membuat operasi berlangsung dengan waktu yang lebih  lama dan pasien semakin kesakitan karena kehilangan darah.

Potret operasi yang dilakukan Dokter Robert Liston pada Abad 18. (Foto: All That Is Interesting)
Bukannya sembuh, pasien Robert saat itu akhirnya meninggal. Tak hanya  itu, 2 orang lainnya juga tewas menyusul operasi tersebut.  Asisten  Robert pada akhirnya meregang nyawa karena infeksi akibat jarinya yang  terpotong. Sementara itu, 1 orang yang tewas lainnya adalah salah satu  penonton.
Di masa itu, proses operasi dilakukan ditempat terbuka dan bisa  disaksikan banyak orang. Penonton yang tewas tersebut diketahui  ketakutan hingga membuatnya mengalami serangan jantung dan akhirnya  meregang nyawa. Tiga kematian sekaligus itu membuat operasi yang  dilakukan Robert dinilai memiliki risiko kematian 300 persen.
Meski kasus kematian tersebut sangat menghebohkan, namun bukan hanya  mereka yang menjadi korban operasi cepat. Terlepas dari kehebatannya,  Robert tak pun pernah melakukan kesalahan lain yang tak kalah  mengerikan. Demi kecepatan dan karena terlalu bersemangat, Robert pernah  tak sengaja memotong testis pasiennya.
</description><content:encoded>DOKTER Robert Liston merupakan seorang ahli bedah ternama di masanya. Ia dikenal sebagai seorang dokter yang memiliki kecepatan tinggi dalam melakukan operasi terhadap pasiennya.  Sayangnya, operasi yang dilakukan Dokter Robert dikenal memiliki resiko kematian 300%.
Pada dasarnya Dokter Robert hidup di masa saat anestesi atau obat bius belum ditemukan yaitu pada abad 18. Para dokter ahli bedah saat itu dituntut untuk kreatif dan mencari cara yang terbaik guna mengoperasi pasiennya. Mereka diwajibkan untuk mencari cara agar pasien tidak terlalu merasa sakit.
Dan di saat bersamaan, para dokter di masa itu juga harus berlomba dengan waktu untuk menyelamatkan nyawa pasien. Salah satu cara yang terbaik adalah dengan melakukan operasi dengan cepat bahkan kurang dari 5 menit. Dengan semakin cepatnya operasi dilakukan, diharapkan pasien tidak banyak kehilangan darah.

Patung penghormatan Dokter Robert Liston. (Foto: All That Is Interesting)
Namun teknik ini tentunya memiliki kekurangan. Karena semakin cepat operasi dilakukan maka akurasi biasanya dikorbankan. Sebagai seorang ahli bedah tercepat, Dokter Robert mendapat julukan &quot;The fastest knife on West End,&amp;rdquo; atau pisau tercepat di West End. Ia  lahir 1794, di Ecclesmachan, Skotlandia dan menempuh pendidikan dokter University of Edinburgh.
Robert dengan cepat menjadi tertarik pada anatomi. Ia kemudian memutuskan untuk mempersempit fokusnya pada operasi, dan segera mendapatkan reputasi sebagai ahli bedah terampil.
Sang dokter diketahui sangat ahli dalam hal mengamputasi pasiennya. Kala itu, sebagian besar dokter akan kehilangan 1 dari 4 pasiennya namun tidak dengan Robert. Ia terbilang hanya kehilangan 1 dari total 10 pasiennya. Penulis Inggris, Richard Gordon yang merangkum biografi Dokter Robert menyebut, pria jenius itu bisa melakukan amputasi kaki dalam 28 detik sampai dengan 2,5 menit.

Ia begitu dikenal dengan kecepatannya. Dan slogannya ketika hendak  melakukan operasi begitu populer saat itu. &quot;Tunggu aku tuan-tuan,&quot; ujar  Robert sambil mengangkat pisaunya. Karena reputasinya yang baik dan  hebat, ia selalu dicari orang-orang. Ketika menggoreskan pisaunya, maka  pada saat itu juga Robert akan sangat fokus terhadap pasiennya.
Tetapi hal mengerikan kemudian terjadi. Pada satu titik, ketika  Robert melakukan sebuah operasi, ia terlalu fokus dengan kecepatan. Hal  ini membuatnya berbuat ceroboh. Kala itu, Robert yang mengayunkan  tangannya tak sengaja memotong jari tangan asistennya. Pisaunya juga  terlepas hingga membuat operasi berlangsung dengan waktu yang lebih  lama dan pasien semakin kesakitan karena kehilangan darah.

Potret operasi yang dilakukan Dokter Robert Liston pada Abad 18. (Foto: All That Is Interesting)
Bukannya sembuh, pasien Robert saat itu akhirnya meninggal. Tak hanya  itu, 2 orang lainnya juga tewas menyusul operasi tersebut.  Asisten  Robert pada akhirnya meregang nyawa karena infeksi akibat jarinya yang  terpotong. Sementara itu, 1 orang yang tewas lainnya adalah salah satu  penonton.
Di masa itu, proses operasi dilakukan ditempat terbuka dan bisa  disaksikan banyak orang. Penonton yang tewas tersebut diketahui  ketakutan hingga membuatnya mengalami serangan jantung dan akhirnya  meregang nyawa. Tiga kematian sekaligus itu membuat operasi yang  dilakukan Robert dinilai memiliki risiko kematian 300 persen.
Meski kasus kematian tersebut sangat menghebohkan, namun bukan hanya  mereka yang menjadi korban operasi cepat. Terlepas dari kehebatannya,  Robert tak pun pernah melakukan kesalahan lain yang tak kalah  mengerikan. Demi kecepatan dan karena terlalu bersemangat, Robert pernah  tak sengaja memotong testis pasiennya.
</content:encoded></item></channel></rss>
