<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mencengangkan! Hacker Remaja 18 Tahun Akui Bajak Komputer Petinggi CIA dan FBI</title><description>Seorang hacker remaja berusia 18 tahun asal  Inggris mengakui membajak komputer para pejabat top Amerika Serikat</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/07/18/1790692/mencengangkan-hacker-remaja-18-tahun-akui-bajak-komputer-petinggi-cia-dan-fbi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/07/18/1790692/mencengangkan-hacker-remaja-18-tahun-akui-bajak-komputer-petinggi-cia-dan-fbi"/><item><title>Mencengangkan! Hacker Remaja 18 Tahun Akui Bajak Komputer Petinggi CIA dan FBI</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/07/18/1790692/mencengangkan-hacker-remaja-18-tahun-akui-bajak-komputer-petinggi-cia-dan-fbi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/07/18/1790692/mencengangkan-hacker-remaja-18-tahun-akui-bajak-komputer-petinggi-cia-dan-fbi</guid><pubDate>Sabtu 07 Oktober 2017 11:04 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/07/18/1790692/mencengangkan-hacker-remaja-18-tahun-akui-bajak-komputer-petinggi-cia-dan-fbi-rqs3zEIRWX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/07/18/1790692/mencengangkan-hacker-remaja-18-tahun-akui-bajak-komputer-petinggi-cia-dan-fbi-rqs3zEIRWX.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>LONDON - Seorang hacker remaja berusia 18 tahun asal  Inggris mengakui membajak komputer para pejabat top Amerika Serikat,  termasuk Direktur CIA dan Wakil Direktur FBI. Pengakuan itu muncul saat  dia diadili di Pengadilan Tinggi Leicester pada hari Jumat 6 Oktober 2017.Kane Gamble, hacker remaja asal Linford Crescent, Coalville, mengaku bersalah atas delapan  tuduhan. Dua di antaranya mendapatkan akses yang tidak sah dan  memodifikasi materi komputer secara tidak sah.Komputer-komputer  yang dibajak Gamble kala itu termasuk komputer mantan direktur CIA John  Brennan dan mantan wakil direktur FBI Mark Giuliano.Korban hacking lainnya adalah Kepala Keamanan Nasional Jeh Johnson, mantan eksekutif  Badan Intelijen Nasional Geospasial Vonna Heaton dan mantan penasihat  ilmu pengetahuan dan teknologi AS John Holdren.
(Baca juga: Duh! Hacker Berulah Bikin Sekolah Ditutup Selama Tiga Hari)Gamble melakukan  serangan siber antara bulan Juni 2015 hingga Februari 2016. Dia diduga  meluncurkan serangan siber terhadap portal FBI pada bulan November 2015.  Tiga bulan kemudian, mantan direktur intelijen AS James Clapper juga  jadi korbannya.Dia bahkan menyerang jaringan komputer Departemen  Kehakiman AS (DoJ). Gamble dibebaskan dengan jaminan bersyarat dan  ditetapkan untuk menerima hukuman pada tanggal 15 Desember.Pihak  pengacara Gamble menyatakan bahwa kliennya &amp;ldquo;berada dalam spektrum  autistik&amp;rdquo; dan meluncurkan serangan siber saat dia masih berusia 15  tahun.
(Baca juga: Ternyata! Hacker Berhasil Bobol 3 Miliar Akun Yahoo!)Aksi Gamble ini hampir bersamaan dengan munculnya serangan siber kelompok hacker &quot;Crackas with Attitude&quot; yang anggotanya juga para remaja. Namun, belum  diketahui apakah Gamble berafiliasi dengan geng siber tersebut atau  tidak.Gamble ditangkap pada Februari 2016, namun tidak diungkap  pihak berwenang karena faktor usianya. Hakim dalam kasus tersebut,  seperti dilansir IB Times, Sabtu (7/10/2017), mengatakan bahwa semua opsi hukuman tetap terbuka.Pada  tanggal 8 September tahun lalu, DoJ mengumumkan bahwa dua pria AS,  Andrew Otto Boggs dan Justin Gray Liverman, telah ditangkap karena  diduga berperan dalam serangan siber terhadap para pejabat pemerintah.&amp;rdquo;Setidaknya  ada tiga anggota konspirasi lainnya yang berada di Inggris dan sedang  diselidiki oleh Crown Prosecution Service,&amp;rdquo; kata DoJ dalam sebuah  pernyataan kala itu.</description><content:encoded>LONDON - Seorang hacker remaja berusia 18 tahun asal  Inggris mengakui membajak komputer para pejabat top Amerika Serikat,  termasuk Direktur CIA dan Wakil Direktur FBI. Pengakuan itu muncul saat  dia diadili di Pengadilan Tinggi Leicester pada hari Jumat 6 Oktober 2017.Kane Gamble, hacker remaja asal Linford Crescent, Coalville, mengaku bersalah atas delapan  tuduhan. Dua di antaranya mendapatkan akses yang tidak sah dan  memodifikasi materi komputer secara tidak sah.Komputer-komputer  yang dibajak Gamble kala itu termasuk komputer mantan direktur CIA John  Brennan dan mantan wakil direktur FBI Mark Giuliano.Korban hacking lainnya adalah Kepala Keamanan Nasional Jeh Johnson, mantan eksekutif  Badan Intelijen Nasional Geospasial Vonna Heaton dan mantan penasihat  ilmu pengetahuan dan teknologi AS John Holdren.
(Baca juga: Duh! Hacker Berulah Bikin Sekolah Ditutup Selama Tiga Hari)Gamble melakukan  serangan siber antara bulan Juni 2015 hingga Februari 2016. Dia diduga  meluncurkan serangan siber terhadap portal FBI pada bulan November 2015.  Tiga bulan kemudian, mantan direktur intelijen AS James Clapper juga  jadi korbannya.Dia bahkan menyerang jaringan komputer Departemen  Kehakiman AS (DoJ). Gamble dibebaskan dengan jaminan bersyarat dan  ditetapkan untuk menerima hukuman pada tanggal 15 Desember.Pihak  pengacara Gamble menyatakan bahwa kliennya &amp;ldquo;berada dalam spektrum  autistik&amp;rdquo; dan meluncurkan serangan siber saat dia masih berusia 15  tahun.
(Baca juga: Ternyata! Hacker Berhasil Bobol 3 Miliar Akun Yahoo!)Aksi Gamble ini hampir bersamaan dengan munculnya serangan siber kelompok hacker &quot;Crackas with Attitude&quot; yang anggotanya juga para remaja. Namun, belum  diketahui apakah Gamble berafiliasi dengan geng siber tersebut atau  tidak.Gamble ditangkap pada Februari 2016, namun tidak diungkap  pihak berwenang karena faktor usianya. Hakim dalam kasus tersebut,  seperti dilansir IB Times, Sabtu (7/10/2017), mengatakan bahwa semua opsi hukuman tetap terbuka.Pada  tanggal 8 September tahun lalu, DoJ mengumumkan bahwa dua pria AS,  Andrew Otto Boggs dan Justin Gray Liverman, telah ditangkap karena  diduga berperan dalam serangan siber terhadap para pejabat pemerintah.&amp;rdquo;Setidaknya  ada tiga anggota konspirasi lainnya yang berada di Inggris dan sedang  diselidiki oleh Crown Prosecution Service,&amp;rdquo; kata DoJ dalam sebuah  pernyataan kala itu.</content:encoded></item></channel></rss>
