<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terciduk! Rencana 3 Pria Bikin 9/11 Jilid 2 di New York Digagalkan Agen yang Menyamar</title><description>Sebanyak tiga orang diketahui berencana membuat tragedi  11 September atau 9/11 jilid dua.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/07/18/1790712/terciduk-rencana-3-pria-bikin-9-11-jilid-2-di-new-york-digagalkan-agen-yang-menyamar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/07/18/1790712/terciduk-rencana-3-pria-bikin-9-11-jilid-2-di-new-york-digagalkan-agen-yang-menyamar"/><item><title>Terciduk! Rencana 3 Pria Bikin 9/11 Jilid 2 di New York Digagalkan Agen yang Menyamar</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/07/18/1790712/terciduk-rencana-3-pria-bikin-9-11-jilid-2-di-new-york-digagalkan-agen-yang-menyamar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/07/18/1790712/terciduk-rencana-3-pria-bikin-9-11-jilid-2-di-new-york-digagalkan-agen-yang-menyamar</guid><pubDate>Sabtu 07 Oktober 2017 11:54 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/07/18/1790712/terciduk-rencana-3-pria-bikin-9-11-jilid-2-di-new-york-digagalkan-agen-yang-menyamar-5cyg79pqSA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Time Square, lokasi yang sempat dijadikan sasaran 11/9 jilid 2. (Foto: Ist/Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/07/18/1790712/terciduk-rencana-3-pria-bikin-9-11-jilid-2-di-new-york-digagalkan-agen-yang-menyamar-5cyg79pqSA.jpg</image><title>Time Square, lokasi yang sempat dijadikan sasaran 11/9 jilid 2. (Foto: Ist/Sindonews)</title></images><description>NEW YORK - Sebanyak tiga orang diketahui berencana membuat tragedi  11 September atau 9/11 jilid dua dengan melakukan penembakan dan  pemboman terkoordinasi di New York City. Hal itu diungkapkan oleh jaksa  setempat.Rencananya pelaku akan meledakkan bom di Times Square  dan di kereta bawah tanah, serta melakukan penembakan di tempat konser  pada bulan Juni 2016 lalu.Meskipun agen yang menyamar berhasil  membongkar dugaan rencana tersebut lebih dari tahun lalu, penangkapan  terhadap tiga tersangka tetap dirahasiakan sampai polisi menyelesaikan  penyelidikan aksi teror tersebut.Jaksa mengatakan, Abdulrahman El  Bahnasawy (19), dan Talha Haroon, yang juga berusia 19 tahun, tanpa  disadari mendiskusikan gagasan mereka untuk menyerang dengan agen  rahasia yang menyamar sebagai pendukung Negara Islam di dunia maya.Menurut  dokumen pengadilan, El Bahnasawy mengirimi agen yang menyamar tersebut gambar  Times Square dengan sebuah pesan yang berbunyi: &quot;Kami membutuhkan bom  mobil di Times Square. Lihatlah kerumunan orang ini!&quot;
(Baca juga: Kisah Anak-Anak 9/11 Berdamai dengan Perasaan Kehilangan Orangtua)Dalam pesan  lain, dia diduga mengungkapkan keinginan untuk menciptakan 11/9 jilid  dua dan menembaki konser yang membunuh banya orang.&quot;Kami hanya berjalan dengan senjata di tangan kami,&quot; kata El Bahnasawy seperti dikutip dari Sky News, Sabtu (7/10/2017).Jaksa  kemudian mengungkapkan El Bahnasawy kemudian membeli bahan pembuat bom,  termasuk hidrogen peroksida, dan mengirimkannya ke agen yang menyamar.Dia juga mengatakan telah mengakuisisi sebuah kabin tidak jauh dari New York City untuk membuat bahan peledak di sana.Sementara  itu, Haroon diduga meminta saran ahli bahan peledak dan berencana  melakukan perjalanan dari Pakistan untuk membantu El Bahnas melakukan  serangan tersebut.Pria berusia 19 tahun tersebut mengatakan  kepada agen yang menyamar, kereta bawah tanah itu adalah tempat yang  sempurna untuk menembaki penumpang. &quot;Ketika kita kehabisan peluru, kita  tanggalkan rompinya,&quot; imbuhnya menurut dokumen pengadilan.Sementara itu Russell Salic, asal Filipina, dituduh mengirim uang ke El  Bahnasawy dan Haroon untuk mendanai dugaan rencana tersebut.Abdulrahman  El Bahnasawy, seorang warga negara Kanada, ditangkap di New Jersey dan  mengaku bersalah atas tujuh tuduhan teror pada bulan Oktober 2016. Dia  akan dihukum pada bulan Desember dan menghadapi hukuman seumur hidup.Talha  Haroon ditahan di Pakistan pada bulan September 2016, sementara Salic  ditangkap di Filipina pada bulan April. Keduanya ditetapkan untuk  diekstradisi ke AS.</description><content:encoded>NEW YORK - Sebanyak tiga orang diketahui berencana membuat tragedi  11 September atau 9/11 jilid dua dengan melakukan penembakan dan  pemboman terkoordinasi di New York City. Hal itu diungkapkan oleh jaksa  setempat.Rencananya pelaku akan meledakkan bom di Times Square  dan di kereta bawah tanah, serta melakukan penembakan di tempat konser  pada bulan Juni 2016 lalu.Meskipun agen yang menyamar berhasil  membongkar dugaan rencana tersebut lebih dari tahun lalu, penangkapan  terhadap tiga tersangka tetap dirahasiakan sampai polisi menyelesaikan  penyelidikan aksi teror tersebut.Jaksa mengatakan, Abdulrahman El  Bahnasawy (19), dan Talha Haroon, yang juga berusia 19 tahun, tanpa  disadari mendiskusikan gagasan mereka untuk menyerang dengan agen  rahasia yang menyamar sebagai pendukung Negara Islam di dunia maya.Menurut  dokumen pengadilan, El Bahnasawy mengirimi agen yang menyamar tersebut gambar  Times Square dengan sebuah pesan yang berbunyi: &quot;Kami membutuhkan bom  mobil di Times Square. Lihatlah kerumunan orang ini!&quot;
(Baca juga: Kisah Anak-Anak 9/11 Berdamai dengan Perasaan Kehilangan Orangtua)Dalam pesan  lain, dia diduga mengungkapkan keinginan untuk menciptakan 11/9 jilid  dua dan menembaki konser yang membunuh banya orang.&quot;Kami hanya berjalan dengan senjata di tangan kami,&quot; kata El Bahnasawy seperti dikutip dari Sky News, Sabtu (7/10/2017).Jaksa  kemudian mengungkapkan El Bahnasawy kemudian membeli bahan pembuat bom,  termasuk hidrogen peroksida, dan mengirimkannya ke agen yang menyamar.Dia juga mengatakan telah mengakuisisi sebuah kabin tidak jauh dari New York City untuk membuat bahan peledak di sana.Sementara  itu, Haroon diduga meminta saran ahli bahan peledak dan berencana  melakukan perjalanan dari Pakistan untuk membantu El Bahnas melakukan  serangan tersebut.Pria berusia 19 tahun tersebut mengatakan  kepada agen yang menyamar, kereta bawah tanah itu adalah tempat yang  sempurna untuk menembaki penumpang. &quot;Ketika kita kehabisan peluru, kita  tanggalkan rompinya,&quot; imbuhnya menurut dokumen pengadilan.Sementara itu Russell Salic, asal Filipina, dituduh mengirim uang ke El  Bahnasawy dan Haroon untuk mendanai dugaan rencana tersebut.Abdulrahman  El Bahnasawy, seorang warga negara Kanada, ditangkap di New Jersey dan  mengaku bersalah atas tujuh tuduhan teror pada bulan Oktober 2016. Dia  akan dihukum pada bulan Desember dan menghadapi hukuman seumur hidup.Talha  Haroon ditahan di Pakistan pada bulan September 2016, sementara Salic  ditangkap di Filipina pada bulan April. Keduanya ditetapkan untuk  diekstradisi ke AS.</content:encoded></item></channel></rss>
