<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Status Gunung Ile Lewotolok NTT Naik Jadi Waspada, Warga Dilarang Mendaki</title><description>Aktivitas Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur kini meningkat jadi waspada (level II).</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/08/340/1791083/status-gunung-ile-lewotolok-ntt-naik-jadi-waspada-warga-dilarang-mendaki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/08/340/1791083/status-gunung-ile-lewotolok-ntt-naik-jadi-waspada-warga-dilarang-mendaki"/><item><title>Status Gunung Ile Lewotolok NTT Naik Jadi Waspada, Warga Dilarang Mendaki</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/08/340/1791083/status-gunung-ile-lewotolok-ntt-naik-jadi-waspada-warga-dilarang-mendaki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/08/340/1791083/status-gunung-ile-lewotolok-ntt-naik-jadi-waspada-warga-dilarang-mendaki</guid><pubDate>Minggu 08 Oktober 2017 11:29 WIB</pubDate><dc:creator>Adi Rianghepat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/08/340/1791083/status-gunung-ile-lewotolok-ntt-naik-jadi-waspada-warga-dilarang-mendaki-kGg5UU0Pxk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Ile Lewotolok, Lembata, NTT (capture video Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/08/340/1791083/status-gunung-ile-lewotolok-ntt-naik-jadi-waspada-warga-dilarang-mendaki-kGg5UU0Pxk.jpg</image><title>Gunung Ile Lewotolok, Lembata, NTT (capture video Youtube)</title></images><description>KUPANG &amp;ndash; Aktivitas Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini meningkat. Kementerian ESDM mencatat status Gunung Ile Lewotolok telah meningkat dari level I atau normal ke level II menjadi waspada.
Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok dalam keterangan resminya, Minggu (8/10/2017), menyebutkan, status Gunung Ile Lewotolok naik dari normal jadi waspada mulai Sabtu 7 Oktober 2017 pukul 20.00 Wita.
Pos Pengamatan Gunung api Ile Lewotolok mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok dan pengunjung, pendaki, wisatawan agar tidak berada atau tidak melakukan pendakian.
Selain itu warga juga diminta tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah Gunung Ile Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 2 kilometer dari puncak atau pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.
Peningkatan status ini dilakukan setelah memperhatikan analisis data visual dan kegempaan. Berdasarkan hasil analisis visual dan kegempaan pada tanggal 7 Oktober 2017 pukul 20.00 Wita, Gunung Ile Lewotolok dinaikkan statusnya dari normal ke waspada.
Gunung Ile Lewotolok memiliki potensi bahaya lontaran batu pijar dan abu lebat, longsoran material lapuk dari puncak gunung, awan panas yang mengarak ke sektor timur dan tenggara serta gas vulkanik berbahaya.
Dalam pengamatan periode itu, di aspek meteorologi, pada 07-10-2017 00:00-24:00 Wita, cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 25-43 &amp;deg;C, kelembaban udara 0-0 %, dan tekanan udara 0-0 mmHg.
Sementara visual gunung api jelas dengan kabut 0-I, hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 m di atas kawah puncak. Kegempaan, di titik hembusan jumlah  218, Amplitudo 0.5-20 mm, Durasi 3-80 detik.
Hybrid/Fase Banyak Jumlah 1, amplitudo 36 mm, S-P 0 detik, Durasi  17 detik.
Vulkanik Dangkal, jumlah 14, amplitudo 6-41 mm, Durasi 3-15 detik.
Vulkanik Dalam, jumlah 237, amplitudo 5-40 mm, S-P 0.25-1.25 detik, durasi 2-15 detik.
Tektonik Lokal jumlah 21, amplitudo 37-42 mm, S-P 0 detik, durasi 16-45 detik.
Sementara dari aspek terasa, jumlah 17, amplitudo 40-44 mm, S-P 0 detik, durasi 18-122 detik, SkalaI-IV MMI.</description><content:encoded>KUPANG &amp;ndash; Aktivitas Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini meningkat. Kementerian ESDM mencatat status Gunung Ile Lewotolok telah meningkat dari level I atau normal ke level II menjadi waspada.
Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok dalam keterangan resminya, Minggu (8/10/2017), menyebutkan, status Gunung Ile Lewotolok naik dari normal jadi waspada mulai Sabtu 7 Oktober 2017 pukul 20.00 Wita.
Pos Pengamatan Gunung api Ile Lewotolok mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok dan pengunjung, pendaki, wisatawan agar tidak berada atau tidak melakukan pendakian.
Selain itu warga juga diminta tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah Gunung Ile Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 2 kilometer dari puncak atau pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.
Peningkatan status ini dilakukan setelah memperhatikan analisis data visual dan kegempaan. Berdasarkan hasil analisis visual dan kegempaan pada tanggal 7 Oktober 2017 pukul 20.00 Wita, Gunung Ile Lewotolok dinaikkan statusnya dari normal ke waspada.
Gunung Ile Lewotolok memiliki potensi bahaya lontaran batu pijar dan abu lebat, longsoran material lapuk dari puncak gunung, awan panas yang mengarak ke sektor timur dan tenggara serta gas vulkanik berbahaya.
Dalam pengamatan periode itu, di aspek meteorologi, pada 07-10-2017 00:00-24:00 Wita, cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 25-43 &amp;deg;C, kelembaban udara 0-0 %, dan tekanan udara 0-0 mmHg.
Sementara visual gunung api jelas dengan kabut 0-I, hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 m di atas kawah puncak. Kegempaan, di titik hembusan jumlah  218, Amplitudo 0.5-20 mm, Durasi 3-80 detik.
Hybrid/Fase Banyak Jumlah 1, amplitudo 36 mm, S-P 0 detik, Durasi  17 detik.
Vulkanik Dangkal, jumlah 14, amplitudo 6-41 mm, Durasi 3-15 detik.
Vulkanik Dalam, jumlah 237, amplitudo 5-40 mm, S-P 0.25-1.25 detik, durasi 2-15 detik.
Tektonik Lokal jumlah 21, amplitudo 37-42 mm, S-P 0 detik, durasi 16-45 detik.
Sementara dari aspek terasa, jumlah 17, amplitudo 40-44 mm, S-P 0 detik, durasi 18-122 detik, SkalaI-IV MMI.</content:encoded></item></channel></rss>
