<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Khawatir Korut Luncurkan Rudal, Pesawat Mata-Mata AS dan Korsel Kerja Ekstra</title><description>Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel)  sibuk meningkatkan  operasi pesawat mata-mata mereka di dekat wilayah  Korea Utara (Korut).</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/09/18/1791663/khawatir-korut-luncurkan-rudal-pesawat-mata-mata-as-dan-korsel-kerja-ekstra</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/09/18/1791663/khawatir-korut-luncurkan-rudal-pesawat-mata-mata-as-dan-korsel-kerja-ekstra"/><item><title>Khawatir Korut Luncurkan Rudal, Pesawat Mata-Mata AS dan Korsel Kerja Ekstra</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/09/18/1791663/khawatir-korut-luncurkan-rudal-pesawat-mata-mata-as-dan-korsel-kerja-ekstra</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/09/18/1791663/khawatir-korut-luncurkan-rudal-pesawat-mata-mata-as-dan-korsel-kerja-ekstra</guid><pubDate>Senin 09 Oktober 2017 13:16 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/09/18/1791663/khawatir-korut-luncurkan-rudal-pesawat-mata-mata-as-dan-korsel-kerja-ekstra-IAsosDshvF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat mata-mata milik AS. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/09/18/1791663/khawatir-korut-luncurkan-rudal-pesawat-mata-mata-as-dan-korsel-kerja-ekstra-IAsosDshvF.jpg</image><title>Pesawat mata-mata milik AS. (Foto: Reuters)</title></images><description>SEOUL - Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel)  sibuk meningkatkan operasi pesawat mata-mata mereka di dekat wilayah  Korea Utara (Korut). Gencarnya operasi itu terjadi di tengah  kekhawatiran bahwa rezim Kim Jong-un akan meluncurkan rudal balistik  antarbenua (ICBM).Sumber militer Seoul mengatakan, pasukan dari  kedua negara telah meningkatkan misi pengintaian setelah seorang anggota  parlemen Rusia mengklaim bahwa Pyongyang berencana untuk menembakkan  ICBM yang mampu menyerang daratan AS.&amp;ldquo;Mereka sedang  mempersiapkan sebuah tes baru untuk rudal jarak jauh,&amp;rdquo; kata Anton  Morozov, anggota parlemen Rusia yang baru saja melakukan kunjungan ke  Pyongyang.&amp;rdquo;Mereka bahkan memberi kami perhitungan matematis yang  mereka yakini sebagai bukti bahwa rudal mereka bisa melanda pantai  barat Amerika Serikat,&amp;rdquo; ujar Morozov.
(Baca juga: Lawatan ke Asia, Trump Ingin Memperkuat Tekad Internasional Menghadapi Korut)Pejabat CIA sebelumnya juga  mengungkapkan bahwa rezim Kim Jong-un kemungkinan akan melakukan uji  coba senjata nuklir baru pada hari Selasa (10/10/2017) besok untuk  menandai berdirinya Partai Buruh Korea.Sebagai respons, pasukan  AS telah meningkatkan operasi pesawat pengintai ultra-tinggi U-2S.  Sedangkan Korsel meningkatkan operasi pesawat pengintai RC-800 dan RF-16  terhadap tetangganya tersebut.
(Baca juga: Simak! Babak Baru Seteru AS-Korut, dari Saling Ancam hingga Deklarasi Perang)&amp;ldquo;Beberapa gerakan terus-menerus  terdeteksi dari fasilitas rudal dan basis rudal Korea Utara. Kami  mempertahankan postur pengintaian dan kesiapan yang tinggi,&amp;rdquo; kata sumber  militer Korsel yang dilansir Yonhap.Media Seoul itu  juga melaporkan bahwa sistem radar canggih berbasis maritim dan darat  sudah siaga di tempat untuk mendeteksi aktivitas rudal balistik  Pyongyang. (qlh)</description><content:encoded>SEOUL - Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel)  sibuk meningkatkan operasi pesawat mata-mata mereka di dekat wilayah  Korea Utara (Korut). Gencarnya operasi itu terjadi di tengah  kekhawatiran bahwa rezim Kim Jong-un akan meluncurkan rudal balistik  antarbenua (ICBM).Sumber militer Seoul mengatakan, pasukan dari  kedua negara telah meningkatkan misi pengintaian setelah seorang anggota  parlemen Rusia mengklaim bahwa Pyongyang berencana untuk menembakkan  ICBM yang mampu menyerang daratan AS.&amp;ldquo;Mereka sedang  mempersiapkan sebuah tes baru untuk rudal jarak jauh,&amp;rdquo; kata Anton  Morozov, anggota parlemen Rusia yang baru saja melakukan kunjungan ke  Pyongyang.&amp;rdquo;Mereka bahkan memberi kami perhitungan matematis yang  mereka yakini sebagai bukti bahwa rudal mereka bisa melanda pantai  barat Amerika Serikat,&amp;rdquo; ujar Morozov.
(Baca juga: Lawatan ke Asia, Trump Ingin Memperkuat Tekad Internasional Menghadapi Korut)Pejabat CIA sebelumnya juga  mengungkapkan bahwa rezim Kim Jong-un kemungkinan akan melakukan uji  coba senjata nuklir baru pada hari Selasa (10/10/2017) besok untuk  menandai berdirinya Partai Buruh Korea.Sebagai respons, pasukan  AS telah meningkatkan operasi pesawat pengintai ultra-tinggi U-2S.  Sedangkan Korsel meningkatkan operasi pesawat pengintai RC-800 dan RF-16  terhadap tetangganya tersebut.
(Baca juga: Simak! Babak Baru Seteru AS-Korut, dari Saling Ancam hingga Deklarasi Perang)&amp;ldquo;Beberapa gerakan terus-menerus  terdeteksi dari fasilitas rudal dan basis rudal Korea Utara. Kami  mempertahankan postur pengintaian dan kesiapan yang tinggi,&amp;rdquo; kata sumber  militer Korsel yang dilansir Yonhap.Media Seoul itu  juga melaporkan bahwa sistem radar canggih berbasis maritim dan darat  sudah siaga di tempat untuk mendeteksi aktivitas rudal balistik  Pyongyang. (qlh)</content:encoded></item></channel></rss>
