<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alamak! Libur 10 Oktober, Korut Diprediksi Luncurkan Rudal yang Bisa Picu Perang</title><description>Prediksi ini sudah jauh hari disampaikan oleh  pejabat CIA</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/10/18/1792441/alamak-libur-10-oktober-korut-diprediksi-luncurkan-rudal-yang-bisa-picu-perang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/10/10/18/1792441/alamak-libur-10-oktober-korut-diprediksi-luncurkan-rudal-yang-bisa-picu-perang"/><item><title>Alamak! Libur 10 Oktober, Korut Diprediksi Luncurkan Rudal yang Bisa Picu Perang</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/10/10/18/1792441/alamak-libur-10-oktober-korut-diprediksi-luncurkan-rudal-yang-bisa-picu-perang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/10/10/18/1792441/alamak-libur-10-oktober-korut-diprediksi-luncurkan-rudal-yang-bisa-picu-perang</guid><pubDate>Selasa 10 Oktober 2017 11:58 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/10/18/1792441/alamak-libur-10-oktober-korut-diprediksi-luncurkan-rudal-yang-bisa-picu-perang-X2O5QqlujQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Parade saat peringatan hari lahir Partai Buruh, 10 Oktober 2010. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/10/18/1792441/alamak-libur-10-oktober-korut-diprediksi-luncurkan-rudal-yang-bisa-picu-perang-X2O5QqlujQ.jpg</image><title>Parade saat peringatan hari lahir Partai Buruh, 10 Oktober 2010. (Foto: Reuters)</title></images><description>SEOUL - Libur 10 Oktober 2017 di Korea Utara (Korut)  membuat aktivitas militer rezim Kim Jong-un dalam pengawasan ketat oleh  Amerika Serikat (AS) dan para sekutunya. Libur untuk memperingati  berdirinya Partai Buruh (partai komunis) ini diprediksi akan  dimanfaatkan Korut untuk meluncurkan rudal atau bahkan tes nuklir yang  bisa memicu perang.Prediksi sudah jauh hari disampaikan oleh  pejabat CIA. Terlepas prediksi ini terbukti atau tidak,&amp;nbsp; armada tempur  kapal induk Pentagon USS Ronald Reagan sudah begerak mendekati perairan  Korea. Armada tempur itu sudah siap bereaksi untuk setiap provokasi dari  Pyongyang.Peringatan berdirinya partai berkuasa di negara  komunis itu biasanya juga diramaikan dengan parade militer dan pidato  seru dari pemimpinnya.
(Baca juga: Khawatir Korut Luncurkan Rudal, Pesawat Mata-Mata AS dan Korsel Kerja Ekstra)&amp;rdquo;Rezim Kim biasanya menggunakan berbagai  kesempatan untuk menunjukkan beberapa kekuatan&amp;mdash;dalam iklim saat ini,  sebuah tes rudal adalah hasil yang mungkin terjadi,&amp;rdquo; kata Dr Genevieve  Hohnen, dosen bidang politik dan hubungan internasional di Edith Cowan  University, seperti dikutip New Zealand Herald, Selasa (10/10/2017).Menurutnya,  yang kurang bisa diprediksi justru Presiden AS Donald Trump. Pemimpin  Gedung Putih ini beberapa kali memberi sinyal untuk melakukan  penghancuran terhadap Korea Utara. Dalam tweet terbarunya, Trump  menyalahkan para pendahulunya yang selama 25 tahun gagal mengatasi Korea  Utara.&amp;ldquo;Negara kita telah gagal menangani Korea Utara selama 25  tahun, memberikan miliaran dolar dan tidak mendapatkan apapun. Kebijakan  tidak berhasil!,&amp;rdquo; tulis Trump.Kali ini, Trump leluasa memainkan  kekuatan militer yang signifikan di ujung jarinya. Pasukan AS telah  diposisikan dan siap untuk melawan kemungkinan provokasi Korea Utara  selama beberapa hari mendatang.
(Baca juga: Simak! Babak Baru Seteru AS-Korut, dari Saling Ancam hingga Deklarasi Perang)Para analis militer dan  diplomatik sepakat bahwa semua yang bisa dilakukan untuk menyalakan  perang adalah satu kesalahan bodoh dari kedua pemain tersebut, yakni  Trump dan Kim Jong-un.Hohnen percaya momen 10 Oktober telah memperbarui relevansi dalam pikiran Kim Jong-un.&amp;rdquo;Ini  juga penting bahwa Kim Jong-un telah menghidupkan kembali pentingnya  dan kekuatan Partai Buruh Korea dibandingkan dengan pendekatan yang  lebih terfokus militer. Kim Jong-un telah benar-benar menggunakan Partai  Buruh untuk menanamkan kekuatannya sehingga kemungkinan dia akan  memprioritaskan mengirim pesan kekuatan ke dunia pada hari pendirian  (partai) mereka,&amp;rdquo; papar Hohnen.Prediksi bahwa Korut akan  melakukan provokasi berbahaya pada hari sudah disampaikan jauh hari oleh  Yong Suk Lee, Wakil Direktur Direktur Pusat Misi Korea CIA.</description><content:encoded>SEOUL - Libur 10 Oktober 2017 di Korea Utara (Korut)  membuat aktivitas militer rezim Kim Jong-un dalam pengawasan ketat oleh  Amerika Serikat (AS) dan para sekutunya. Libur untuk memperingati  berdirinya Partai Buruh (partai komunis) ini diprediksi akan  dimanfaatkan Korut untuk meluncurkan rudal atau bahkan tes nuklir yang  bisa memicu perang.Prediksi sudah jauh hari disampaikan oleh  pejabat CIA. Terlepas prediksi ini terbukti atau tidak,&amp;nbsp; armada tempur  kapal induk Pentagon USS Ronald Reagan sudah begerak mendekati perairan  Korea. Armada tempur itu sudah siap bereaksi untuk setiap provokasi dari  Pyongyang.Peringatan berdirinya partai berkuasa di negara  komunis itu biasanya juga diramaikan dengan parade militer dan pidato  seru dari pemimpinnya.
(Baca juga: Khawatir Korut Luncurkan Rudal, Pesawat Mata-Mata AS dan Korsel Kerja Ekstra)&amp;rdquo;Rezim Kim biasanya menggunakan berbagai  kesempatan untuk menunjukkan beberapa kekuatan&amp;mdash;dalam iklim saat ini,  sebuah tes rudal adalah hasil yang mungkin terjadi,&amp;rdquo; kata Dr Genevieve  Hohnen, dosen bidang politik dan hubungan internasional di Edith Cowan  University, seperti dikutip New Zealand Herald, Selasa (10/10/2017).Menurutnya,  yang kurang bisa diprediksi justru Presiden AS Donald Trump. Pemimpin  Gedung Putih ini beberapa kali memberi sinyal untuk melakukan  penghancuran terhadap Korea Utara. Dalam tweet terbarunya, Trump  menyalahkan para pendahulunya yang selama 25 tahun gagal mengatasi Korea  Utara.&amp;ldquo;Negara kita telah gagal menangani Korea Utara selama 25  tahun, memberikan miliaran dolar dan tidak mendapatkan apapun. Kebijakan  tidak berhasil!,&amp;rdquo; tulis Trump.Kali ini, Trump leluasa memainkan  kekuatan militer yang signifikan di ujung jarinya. Pasukan AS telah  diposisikan dan siap untuk melawan kemungkinan provokasi Korea Utara  selama beberapa hari mendatang.
(Baca juga: Simak! Babak Baru Seteru AS-Korut, dari Saling Ancam hingga Deklarasi Perang)Para analis militer dan  diplomatik sepakat bahwa semua yang bisa dilakukan untuk menyalakan  perang adalah satu kesalahan bodoh dari kedua pemain tersebut, yakni  Trump dan Kim Jong-un.Hohnen percaya momen 10 Oktober telah memperbarui relevansi dalam pikiran Kim Jong-un.&amp;rdquo;Ini  juga penting bahwa Kim Jong-un telah menghidupkan kembali pentingnya  dan kekuatan Partai Buruh Korea dibandingkan dengan pendekatan yang  lebih terfokus militer. Kim Jong-un telah benar-benar menggunakan Partai  Buruh untuk menanamkan kekuatannya sehingga kemungkinan dia akan  memprioritaskan mengirim pesan kekuatan ke dunia pada hari pendirian  (partai) mereka,&amp;rdquo; papar Hohnen.Prediksi bahwa Korut akan  melakukan provokasi berbahaya pada hari sudah disampaikan jauh hari oleh  Yong Suk Lee, Wakil Direktur Direktur Pusat Misi Korea CIA.</content:encoded></item></channel></rss>
